Perjalanan kantor yang seharusnya menjadi kegiatan biasa berubah menjadi awal dari rentetan kejadian mengerikan. Tidak ada yang menyangka sebuah firasat mampu menyelamatkan beberapa orang dari bencana besar, tetapi keselamatan itu ternyata hanya sementara. Final Destination 5 rilisan 2011 kembali menghadirkan teror yang membuat penonton sulit mengalihkan pandangan.
Film arahan Steven Quale ini dibintangi Nicholas D'Agosto sebagai Sam Lawton. Sejumlah pemain lain yang turut tampil antara lain Emma Bell sebagai Molly Harper, Miles Fisher sebagai Peter Friedkin, Arlen Escarpeta sebagai Nathan Sears, Jacqueline MacInnes Wood sebagai Olivia Castle, Ellen Wroe sebagai Candice Hooper, David Koechner sebagai Dennis Lapman, P.J. Byrne sebagai Isaac Palmer, Courtney B. Vance sebagai Bludworth, Tony Todd sebagai pengisi suara Bludworth, serta Brent Stait sebagai Roy Carson.
Sam bersama rekan-rekan kerjanya melakukan perjalanan menggunakan bus menuju lokasi kegiatan perusahaan. Saat melintasi sebuah jembatan gantung, Sam tiba-tiba mengalami penglihatan mengerikan tentang jembatan yang runtuh dan menewaskan hampir semua orang di sekitarnya.
Terbangun dari firasat tersebut, Sam panik dan memaksa beberapa rekannya turun dari bus sebelum bencana benar-benar terjadi. Keputusan itu menyelamatkan nyawa mereka, sementara jembatan benar-benar ambruk persis seperti yang dilihat Sam.
Selamat dari maut ternyata bukan akhir dari mimpi buruk. Satu per satu penyintas mulai mengalami kematian dalam kecelakaan yang tampak aneh, rumit, dan sulit dijelaskan. Mereka pun sadar ada sesuatu yang terus memburu mereka.
Sam berusaha mencari jawaban atas kejadian tersebut. Dalam pencariannya, ia bertemu Bludworth, pria misterius yang memberi petunjuk jika kematian memiliki rencana sendiri dan tidak mudah dikelabui.
Ketika jumlah korban terus bertambah, para penyintas mencoba berbagai cara untuk memutus rantai kematian yang terus menghantui mereka. Namun, setiap usaha justru membawa mereka pada situasi yang semakin berbahaya.
Sam mulai menyadari masih ada satu kesempatan untuk mengubah nasib. Akan tetapi, pilihan yang harus diambil tidak hanya berisiko bagi dirinya, melainkan juga bagi orang-orang yang paling ia sayangi.
Apakah Sam dan para penyintas berhasil lolos dari rencana kematian yang terus mengejar mereka? Benarkah takdir masih bisa diubah, atau semua sudah ditentukan sejak awal?
(iqk/iqk)