Hari Ini 10 Muharram, Simak Sejarah Hari Asyura dan 7 Peristiwa Pentingnya

Hari Ini 10 Muharram, Simak Sejarah Hari Asyura dan 7 Peristiwa Pentingnya

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 12:32 WIB
Ilustrasi kisah Nabi Adam AS dan taubatnya di bulan Muharram.
Foto: Gemini AI
Bandung -

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga menyimpan berbagai peristiwa bersejarah yang penting bagi umat Islam.

Di antara hari yang paling istimewa dalam bulan ini adalah 10 Muharram alias Hari Asyura. Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa 10 Muharram terjadi berbagai momen bersejarah yang menunjukkan pertolongan Allah kepada para nabi dan hamba-Nya yang beriman.

Lantas, apa saja sejarah dan peristiwa penting yang terjadi pada Hari Asyura 10 Muharram? Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari laman NU Online dan Muhammadiyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Hari Asyura?

Asyura berasal dari kata 'asyarah yang berarti sepuluh. Istilah ini merujuk pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Hari tersebut dikenal sebagai salah satu hari yang dimuliakan dalam Islam dan dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan kebaikan, terutama puasa sunnah.

Hari Asyura telah dikenal sejak masa sebelum Islam. Orang-orang Quraisy di masa jahiliyah diketahui melaksanakan puasa pada hari tersebut. Rasulullah SAW juga turut berpuasa pada Hari Asyura sebelum hijrah ke Madinah.

ADVERTISEMENT

Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW tetap melaksanakan puasa Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk mengerjakannya. Namun setelah puasa Ramadan diwajibkan, puasa Asyura berubah status menjadi sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

Ω…ΩŽΩ†Ω’ شَاَؑ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΨ΅ΩΩˆΩ…ΩŽΩ‡Ω ΩΩŽΩ„Ω’ΩŠΩŽΨ΅ΩΩ…Ω’Ω‡Ω ΩˆΩŽΩ…ΩŽΩ†Ω’ شَاَؑ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ يَΨͺΩ’Ψ±ΩΩƒΩŽΩ‡Ω ΩΩŽΩ„Ω’ΩŠΩŽΨͺْرُكْهُ

"Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari No. 1489; Muslim No. 1987).

Kapan 10 Muharram 2026/1448 Hijriah?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 1448 H, 10 Muharram 1448 H atau Hari Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, 9 Muharram 1448 H atau hari pelaksanaan Puasa Tasu'a jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026.

Tanggal tersebut dapat berbeda satu hari di sebagian wilayah yang menggunakan metode rukyat atau penetapan kalender yang berbeda. Namun, berdasarkan kalender yang diterbitkan dan digunakan secara luas di Indonesia, Hari Asyura 1448 H diperkirakan bertepatan dengan 25 Juni 2026.

Hari Asyura menjadi salah satu momen istimewa dalam bulan Muharram. Selain dianjurkan melaksanakan puasa sunnah, umat Islam juga dapat memperbanyak sedekah, zikir, membaca Al-Qur'an, dan berbagai amal saleh lainnya.

Peristiwa Penting yang Terjadi pada 10 Muharram

Dalam berbagai literatur Islam, Hari Asyura disebut sebagai hari yang penuh dengan peristiwa bersejarah. Banyak di antaranya berkaitan dengan keselamatan para nabi dan kemenangan kebenaran atas kezaliman. Beberapa di antaranya adalah:

1. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS

Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada Hari Asyura, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS setelah beliau dan Hawa diturunkan ke bumi. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam bertaubat.

Kisah Nabi Adam mengajarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Namun, Allah SWT senantiasa memberikan kesempatan untuk kembali kepada jalan yang benar melalui taubat yang tulus.

2. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari Api Namrud

Peristiwa penting lainnya adalah keselamatan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api yang diperintahkan Raja Namrud. Nabi Ibrahim dihukum karena menentang penyembahan berhala dan menghancurkan patung-patung sesembahan kaumnya.

Namun atas kehendak Allah SWT, api yang seharusnya membakar justru menjadi dingin dan menyelamatkan beliau. Kisah ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah dapat datang dalam waktu yang tak disangka-sangka.

3. Nabi Yusuf AS Dibebaskan dari Penjara

Hari Asyura juga dikaitkan dengan bebasnya Nabi Yusuf AS dari penjara Mesir. Setelah bertahun-tahun dipenjara akibat fitnah yang menimpanya, Allah SWT mengangkat derajat Nabi Yusuf hingga menjadi pejabat penting yang dipercaya mengelola perbendaharaan negara.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa kesabaran, kejujuran, dan sifat tawakkal pada Allah SWT dapat membawa seseorang kepada kemuliaan.

4. Kesembuhan Nabi Ayyub AS

Nabi Ayyub AS dikenal sebagai sosok yang diuji dengan penyakit berat dalam waktu yang sangat lama. Selain kehilangan kesehatan, beliau juga kehilangan harta dan sebagian besar keluarganya.

Setelah menunjukkan kesabaran luar biasa, Allah SWT akhirnya menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub. Kisah ini menjadi teladan tentang keteguhan iman saat menghadapi cobaan hidup.

5. Nabi Yunus AS Keluar dari Perut Ikan

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi Yunus AS diselamatkan Allah SWT dari perut ikan pada Hari Asyura. Setelah berdoa dan memohon ampun kepada Allah, beliau akhirnya dibebaskan dari ujian tersebut.
Kisah Nabi Yunus mengajarkan pentingnya kesadaran diri, taubat, dan keyakinan bahwa Allah selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya.

6. Berlabuhnya Kapal Nabi Nuh AS

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa kapal Nabi Nuh AS berlabuh dengan selamat di Bukit Judi setelah banjir besar melanda bumi. Meskipun sebagian ulama menilai riwayat yang mengaitkannya secara khusus dengan Hari Asyura sebagai riwayat lemah, kisah Nabi Nuh tetap menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran dan keteguhan dalam berdakwah.

Allah SWT berfirman:
ΩˆΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ§Ψ±Ω’ΩƒΩŽΨ¨ΩΩˆΨ§ ΩΩΩŠΩ‡ΩŽΨ§ بِسْمِ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ω…ΩŽΨ¬Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΩ…ΩΨ±Ω’Ψ³ΩŽΨ§Ω‡ΩŽΨ§ ۚ Ψ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ Ψ±ΩŽΨ¨ΩΩ‘ΩŠ Ω„ΩŽΨΊΩŽΩΩΩˆΨ±ΩŒ Ψ±ΩŽΨ­ΩΩŠΩ…ΩŒ

"Naiklah kamu ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Hud 11: 41)

Allah juga berfirman:

ΩˆΩŽΩ‚ΩΩŠΩ„ΩŽ يَا Ψ£ΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ Ψ§Ψ¨Ω’Ω„ΩŽΨΉΩΩŠ Ω…ΩŽΨ§Ψ‘ΩŽΩƒΩ وَيَا Ψ³ΩŽΩ…ΩŽΨ§Ψ‘Ω Ψ£ΩŽΩ‚Ω’Ω„ΩΨΉΩΩŠ وَغِيآَ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ§Ψ‘Ω ΩˆΩŽΩ‚ΩΨΆΩΩŠΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩ…Ω’Ψ±Ω ΩˆΩŽΨ§Ψ³Ω’ΨͺَوَΨͺΩ’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω’Ψ¬ΩΩˆΨ―ΩΩŠΩΩ‘
"Dan difirmankan, 'Wahai bumi, telanlah airmu, dan wahai langit berhentilah.' Air pun surut, keputusan telah ditetapkan, dan kapal itu berlabuh di atas Bukit Judi." (QS. Hud 11:44)

7. Keselamatan Nabi Musa AS dari Fir'aun

Peristiwa yang paling populer dan memiliki dasar riwayat kuat terkait Hari Asyura adalah selamatnya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Saat Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada Hari Asyura untuk mengenang peristiwa tersebut. Ketika ditanya alasannya, mereka menjawab:

Ω‡ΩΩˆΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŒ Ω†ΩŽΨ¬Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩΩΩŠΩ‡Ω Ω…ΩΩˆΨ³ΩŽΩ‰ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨΊΩ’Ψ±ΩŽΩ‚ΩŽ Ψ’Ω„ΩŽ ΩΩΨ±Ω’ΨΉΩŽΩˆΩ’Ω†ΩŽ ΩΩŽΨ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ω…ΩΩˆΨ³ΩŽΩ‰ شُكْرًا Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩˆΩ’Ω„ΩŽΩ‰ Ψ¨ΩΩ…ΩΩˆΨ³ΩŽΩ‰ مِنْهُمْ ΩΩŽΨ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ…ΩŽΨ±ΩŽ Ψ¨ΩΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…ΩΩ‡Ω
"Allah telah melepaskan Musa dan umatnya pada hari itu dari Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu dalam rangka bersyukur kepada Allah."

Nabi bersabda:

"Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari No. 1865 dan Muslim No. 1910).

Kesyahidan Husain bin Ali pada Hari Asyura

Selain peristiwa para nabi, Hari Asyura juga dikenang sebagai hari wafatnya Sayyidina Husain bin Ali RA, cucu Rasulullah SAW, dalam peristiwa Karbala pada tahun 61 Hijriah.

Rasulullah SAW bersabda:

Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ³ΩŽΩ†Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ³ΩŽΩŠΩ’Ω†Ω Ψ±ΩŽΩŠΩ’Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽΨͺَايَ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ψ―ΩΩ‘Ω†Ω’ΩŠΩŽΨ§
"Hasan dan Husain adalah dua bunga kesayanganku di dunia." (HR. al-Bukhari)

Dalam hadis lain disebutkan:
Ψ­ΩΨ³ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŒ Ω…ΩΩ†ΩΩ‘ΩŠ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ†ΩŽΨ§ مِنْ Ψ­ΩΨ³ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩΨŒ Ψ£ΩŽΨ­ΩŽΨ¨ΩŽΩ‘ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΨ­ΩŽΨ¨ΩŽΩ‘ Ψ­ΩΨ³ΩŽΩŠΩ’Ω†Ω‹Ψ§
"Husain bagian dariku dan aku bagian dari Husain. Allah mencintai orang yang mencintai Husain." (HR. at-Tirmidzi).

Peristiwa Karbala menjadi simbol perjuangan mempertahankan kebenaran meskipun harus menghadapi risiko besar.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Asyura

Selain sarat dengan peristiwa bersejarah, Hari Asyura juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Beberapa amalan yang dapat dilakukan di antaranya adalah:

1. Puasa Asyura

Salah satu amalan utama pada 10 Muharram adalah puasa Asyura. Keutamaannya dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

Ψ³ΩΨ¦ΩΩ„ΩŽ ΨΉΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩΩŠΨ§ΩŽΩ…Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΨ§Ψ΄ΩΩˆΩ’Ψ±Ψ’Ψ‘ΩŽΨŸ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ: ΩŠΩΩƒΩŽΩΩ‘ΩΨ±Ω Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ©ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ§ΨΆΩΩŠΩŽΨ©ΩŽ

"Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1977)

2. Puasa Tasu'a

Umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada 9 Muharram atau Puasa Tasu'a untuk membedakan diri dari tradisi puasa kaum Yahudi. Karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan.

3. Memperbanyak Sedekah

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, membantu keluarga, anak yatim, kerabat, dan masyarakat yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda:

Ω…ΩŽΩ†Ω’ ΩˆΩŽΨ³Ω‘ΩŽΨΉΩŽ ΨΉΩŽΩ„Ω‰ ΨΉΩΩŠΩŽΨ§Ω„ΩΩ‡Ω وَ Ψ£ΩŽΩ‡Ω’Ω„ΩΩ‡Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ ΨΉΩŽΨ§Ψ΄ΩΩˆΩ’Ψ±ΩŽΨ§Ψ‘ΩŽ ΩˆΩŽΨ³Ω‘ΩŽΨΉΩŽ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω سَائِرَ Ψ³ΩŽΩ†ΩŽΨͺِهِ

"Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya." (HR. Baihaqi No. 3795).

Demikian ulasan mengenai sejarah dan peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram atau Hari Asyura, lengkap dengan amalan yang dapat dilakukan. Semoga bermanfaat!




(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads