Apakah Boleh Hanya Puasa Asyura Saja? Ini Penjelasan Ulama

Apakah Boleh Hanya Puasa Asyura Saja? Ini Penjelasan Ulama

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 16:15 WIB
Lantern that have moon symbol on top and small plate of dates fruit with dusk sky and city bokeh light background for the Muslim feast of the holy month of Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Baramyou0708
Bandung -

Menjelang datangnya tanggal 10 Muharram 1448 Hijriah, banyak umat Islam yang mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa Asyura. Namun, tidak sedikit yang bertanya-tanya, apakah boleh hanya puasa Asyura saja tanpa menjalankan puasa Tasua?

Pertanyaan ini kerap muncul setiap bulan Muharram, terutama bagi mereka yang tidak sempat berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau baru mengetahui jadwal puasa Asyura ketika hari pelaksanaannya sudah dekat.

Lantas, bagaimana hukum puasa Asyura tanpa puasa Tasua menurut para ulama? Berikut penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bolehkah Hanya Puasa Asyura Saja?

Jawabannya adalah boleh dan tetap sah.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram tetap mendapatkan pahala dan keutamaannya meskipun dilakukan tanpa puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram.

ADVERTISEMENT

Puasa Asyura merupakan ibadah sunnah yang berdiri sendiri. Oleh karena itu, seseorang tetap dapat melaksanakannya meskipun tidak berpuasa sehari sebelumnya.

Namun demikian, para ulama juga menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah menggabungkan puasa Tasua dan Asyura sekaligus agar lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1448 H

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, jadwal puasa Tasua dan Asyura adalah:

  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026

  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

  • Puasa 11 Muharram (11 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026 (anjuran sebagian ulama)

Dengan demikian, umat Islam masih dapat meraih keutamaan puasa Asyura meskipun hanya berpuasa pada Kamis, 25 Juni 2026.

Mengapa Dianjurkan Berpuasa Tasua dan Asyura Sekaligus?

Anjuran menggabungkan puasa Tasua dan Asyura berawal dari hadis Rasulullah SAW.

Ketika mengetahui bahwa kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari Fir'aun, Rasulullah SAW juga melaksanakan puasa tersebut.

Namun beliau kemudian berkeinginan untuk membedakan ibadah umat Islam dari kebiasaan kaum Yahudi dengan menambahkan puasa sehari sebelumnya.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:

"Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR Muslim)

Sayangnya, Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba. Meski demikian, hadis tersebut menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasua dan Asyura secara berurutan.

Tingkatan Pelaksanaan Puasa Asyura Menurut Ulama

Para ulama menjelaskan terdapat beberapa tingkatan dalam pelaksanaan puasa Asyura.

1. Tingkatan Paling Utama

Berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram sekaligus.

Cara ini dinilai paling sempurna karena mencakup seluruh anjuran yang disebutkan dalam berbagai riwayat.

2. Tingkatan Kedua

Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ini merupakan praktik yang paling banyak dianjurkan karena sesuai dengan keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada hari Tasua dan Asyura.

3. Tingkatan Ketiga

Berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.

Sebagian ulama juga membolehkan cara ini sebagai bentuk penyelisihan terhadap kebiasaan kaum Yahudi.

4. Tingkatan Terakhir

Berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram atau puasa Asyura saja.

Meskipun merupakan tingkatan yang paling rendah dibandingkan kombinasi lainnya, puasa ini tetap sah dan memiliki keutamaan yang besar.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura termasuk salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu." (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperoleh ampunan Allah SWT atas dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

Muharram, Bulan Terbaik untuk Berpuasa Setelah Ramadan

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk berpuasa sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)

Karena itu, selain puasa Tasua dan Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah lain seperti membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdzikir, dan memperbanyak istighfar.

Bacaan Niat Puasa Asyura

Bagi yang ingin melaksanakan puasa Asyura, berikut bacaan niatnya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَاشُورَاَؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."

Puasa Asyura tetap boleh, sah, dan berpahala meskipun dilakukan tanpa puasa Tasua. Namun, para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah menggabungkan puasa Tasua dan Asyura agar lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Bagi umat Islam yang belum sempat menjalankan puasa Tasua pada 9 Muharram, tidak perlu khawatir. Kesempatan meraih keutamaan puasa Asyura masih terbuka pada Kamis, 25 Juni 2026, termasuk harapan mendapatkan ampunan dosa setahun yang lalu sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi SAW.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads