Apa Itu Bulan Haram dalam Islam? Ini 4 Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Apa Itu Bulan Haram dalam Islam? Ini 4 Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Jumat, 19 Jun 2026 05:04 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Bandung -

Bulan haram merupakan istilah yang sering disebut dalam ajaran Islam, terutama saat memasuki bulan Muharram. Namun, tidak sedikit umat Muslim yang masih bertanya-tanya, apa itu bulan haram dan mengapa bulan-bulan tersebut begitu dimuliakan?

Dalam kalender Hijriah, terdapat empat bulan yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Bulan-bulan ini dikenal sebagai asyhurul hurum atau bulan-bulan haram. Pada periode tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan karena pahala kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa juga memiliki konsekuensi yang lebih berat.

Lantas, apa yang dimaksud dengan bulan haram dalam Islam? Berikut penjelasan lengkap beserta dalil dan hikmahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Bulan Haram?

Secara bahasa, kata haram berarti sesuatu yang dihormati, dimuliakan, dan tidak boleh dilanggar. Dalam Islam, bulan haram adalah bulan-bulan yang memiliki kehormatan khusus sehingga umat Islam diperintahkan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan kezaliman.

Dalam buku Tanya Jawab Islam susunan Tim PISS-KTB, Al Qadhi Abu Ya'la menjelaskan bahwa bulan haram dinamakan demikian karena dua alasan utama.

ADVERTISEMENT

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai bentuk peperangan dan pertumpahan darah. Tradisi ini bahkan telah dikenal sejak masa Arab Jahiliyah dan diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Kedua, bulan haram memiliki kemuliaan yang sangat besar sehingga umat Islam dilarang melakukan berbagai perbuatan haram dan maksiat. Sebaliknya, bulan ini menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Dalil tentang Bulan Haram dalam Al-Qur'an

Keberadaan bulan haram disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ ...

Artinya:

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: 'Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.'" (QS Al-Baqarah: 217)

Ayat ini menunjukkan bahwa bulan haram memiliki kehormatan yang sangat tinggi sehingga tindakan yang melanggar kesuciannya dipandang sebagai dosa besar.

4 Bulan Haram dalam Islam

Rasulullah SAW menjelaskan secara rinci mengenai empat bulan haram dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Beliau bersabda:

"Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, empat bulan haram adalah:

  • Zulkaidah

  • Zulhijjah

  • Muharram

  • Rajab

Tiga bulan pertama berlangsung secara berurutan, sedangkan Rajab berada di pertengahan tahun Hijriah.

Mengapa Bulan Haram Sangat Dimuliakan?

Dalam buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban karya Udji Asiyah dijelaskan bahwa bulan haram memiliki keagungan dan kehormatan yang istimewa di sisi Allah SWT.

Abdullah bin Abbas RA mengatakan:

"Allah mengkhususkan empat bulan yang dijadikannya sebagai bulan-bulan haram, kehormatannya sangat agung, dosa-dosa pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya juga lebih besar."

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah selama bulan-bulan haram, baik berupa puasa sunnah, sedekah, zikir, membaca Al-Qur'an, maupun amal kebajikan lainnya.

Hikmah Bulan Haram dalam Islam

Keberadaan bulan haram mengandung banyak hikmah bagi umat Islam. Selain menjadi pengingat untuk meningkatkan ketakwaan, bulan ini juga menjadi momentum memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan dosa.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada amal yang lebih afdal dibanding amal pada hari-hari ini." Mereka bertanya, "Tidak juga jihad?" Beliau menjawab, "Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR Bukhari)

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

"Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatan kalian." (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bulan-bulan haram memiliki kekhususan tersendiri. Amal kebaikan yang dilakukan pada bulan tersebut akan mendapatkan pahala yang lebih besar, sedangkan perbuatan buruk akan memperoleh balasan yang lebih berat dibandingkan bulan lainnya.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Haram

Agar dapat memaksimalkan keutamaan bulan haram, umat Islam dianjurkan memperbanyak beberapa amalan berikut:

  • Melaksanakan puasa sunnah, terutama di bulan Muharram.

  • Memperbanyak membaca Al-Qur'an.

  • Memperbanyak zikir dan istighfar.

  • Bersedekah kepada yang membutuhkan.

  • Menjalin silaturahmi.

  • Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan buruk.

  • Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Khusus pada bulan Muharram, Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan.

Beliau bersabda:

"Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim)

Muharram 1448 H Jatuh pada Juni 2026

Tahun ini, 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Bulan Muharram menjadi pembuka tahun baru Islam sekaligus salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menyambut Muharram dengan memperbanyak ibadah, mengerjakan puasa sunnah Tasua dan Asyura, serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat mengurangi kemuliaan bulan tersebut.

Bulan haram adalah empat bulan suci dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menghindari segala bentuk kemaksiatan karena pahala kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa juga menjadi lebih berat.

Memahami keutamaan bulan haram dapat menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT sepanjang tahun.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads