Doa 1 Muharram 1448 H Lengkap dengan Arab, Latin, Arti dan Amalannya

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 17:07 WIB
Ilustrasi (Foto: magnific/Magnific)
Bandung -

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Muharram 1448 H jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026. Momen pergantian tahun Hijriah ini menjadi salah satu waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan melakukan berbagai amalan kebaikan sebagai bekal memasuki tahun yang baru.

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Islam sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjauhi kemaksiatan, serta memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lalu, apa saja amalan 1 Muharram yang dianjurkan beserta doa sahih yang dapat dibaca? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Keistimewaan Bulan Muharram

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Keutamaan bulan ini ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah 9: 36)

Empat bulan haram tersebut dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis sahih:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ: ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ

"Sesungguhnya satu tahun terdiri atas dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan haram, yaitu tiga bulan yang berurutan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang berada di antara Jumada dan Sya'ban." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa pada bulan-bulan haram, dosa dan kemaksiatan memiliki konsekuensi yang lebih berat. Sebaliknya, amal saleh yang dilakukan akan memperoleh pahala dan keutamaan yang lebih besar.

Kemuliaan Muharram juga terlihat dari penyebutan khusus Rasulullah SAW terhadap bulan ini sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim)

Penyandaran Muharram kepada lafaz Allah menunjukkan kemuliaan yang sangat besar. Karena itu, umat Islam dianjurkan menjadikan bulan ini sebagai momentum memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Doa Memasuki 1 Muharram

Saat memasuki awal bulan atau awal tahun Hijriah, umat Islam dapat mengamalkan doa yang diriwayatkan dari para sahabat Nabi SAW. Berikut dua doa sahih yang dapat dilafalkan:

Doa Pertama

Dari Abdullah bin Hisyam radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

كَانَ أَصحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يَتَعَلَّمُونَ القُرآنَ إِذَا دَخَلَ الشَّهرُ أَو السَّنَةُ

"Sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan doa sebagaimana mengajarkan Al-Qur'an di mana doa ini dibaca saat memasuki awal bulan atau tahun."

اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيطَانِ، وَرِضوَانٍ مِنَ الرَّحمَنِ

Allahumma ad-khilhu 'alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaam, wa jiwaarim minasy-syaithooni, wa ridhwaanim minar rohmaani.

Artinya: Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan agar kami mendapat rida Allah (Ar-Rahman).

(HR. Al-Baghawi dalam Mu'jam Ash-Shahabah. Imam Ibnu Hajar mensahihkan hadis ini dalam Al-Ishabah).

Doa Kedua

Dari Thalhah bin Ubaidillah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melihat hilal, beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahumma ahlilhu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Rabbii wa rabbukallah.

Artinya: Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.

(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad-Darimi. Syaikh Al-Albani menilai hadis ini sahih).

Amalan 1 Muharram untuk Meraih Pahala

Dikutip dari NU Online, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam selama bulan yang dimuliakan ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Berpuasa Sunnah, Termasuk Puasa Asyura

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah. Keutamaan tersebut didasarkan pada sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم

Artinya: "Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, 'Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, 'Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram.'" (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadis lain disebutkan:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163).

Selain puasa sunnah sepanjang Muharram, umat Islam juga sangat dianjurkan menjalankan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram karena memiliki keutamaan besar.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, 'Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.' Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, 'Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.'" (HR. Muslim no. 1162).

Karena keutamaannya tersebut, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa sunnah di bulan Muharram, terutama Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

2. Membaca Doa Awal Tahun dan Memperbanyak Doa Kebaikan

Salah satu amalan yang sering dilakukan umat Islam saat memasuki tahun baru Hijriah adalah membaca doa awal tahun. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa-doa kebaikan.

3. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Qur'an

Muharram merupakan waktu yang baik untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT melalui dzikir dan tilawah Al-Qur'an. Kedua amalan ini dapat memberikan ketenangan hati sekaligus menambah pahala bagi orang yang mengamalkannya.

Membaca Al-Qur'an secara rutin juga dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas ibadah selama satu tahun ke depan.




(iqk/iqk)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork