4 Tanda Haji Mabrur Setelah Pulang dari Tanah Suci Menurut Hadis

4 Tanda Haji Mabrur Setelah Pulang dari Tanah Suci Menurut Hadis

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Senin, 01 Jun 2026 14:33 WIB
Ilustrasi berdoa di depan Kabah saat haji.
Foto: ChatGPT
Bandung -

Haji mabrur merupakan dambaan setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji. Sebab, haji yang mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan, dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa balasan bagi haji mabrur adalah surga.

Namun, bagaimana cara mengetahui apakah haji seseorang termasuk haji mabrur? Para ulama menjelaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari sempurnanya pelaksanaan rukun dan wajib haji, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap, perilaku, dan kualitas ibadah setelah kembali dari Tanah Suci.

Lantas, apa saja tanda-tanda haji mabrur setelah pulang dari Tanah Suci? Berikut penjelasannya berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW dan keterangan para ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Haji Mabrur?

Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah RI, haji mabrur diartikan sebagai haji yang maqbul atau diterima oleh Allah SWT.

Kemabruran haji tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya syarat, rukun, dan wajib haji, tetapi juga dipengaruhi oleh keikhlasan hati, ketakwaan, serta kesungguhan seseorang dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa mengerjakan haji kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti saat ia dilahirkan ibunya." (Muttafaq 'alaih)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa salah satu ciri haji yang diterima Allah adalah terjaganya diri dari perbuatan dosa selama menjalankan ibadah haji.

Haji Mabrur Menurut Hadits Nabi

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai makna haji mabrur.

"Rasulullah ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, 'Memberikan makanan dan santun dalam berkata.'"

Hadits tersebut menjelaskan bahwa kemabruran haji juga tercermin dari akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari.

4 Tanda Haji Mabrur Setelah Pulang dari Tanah Suci

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan kemabruran haji seseorang setelah kembali ke Tanah Air.

1. Terjadi Peningkatan Kualitas Diri

Tanda pertama haji mabrur adalah adanya perubahan positif dalam diri seseorang.

Orang yang hajinya diterima Allah SWT akan menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ia berusaha memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang agama.

Dalam kitab Fathul Bari, yang mengutip pendapat Imam Qurtubi, disebutkan:

"Di antara tanda diterimanya haji adalah ketika seorang hamba kembali dalam keadaan yang lebih baik dari sebelumnya serta tidak lagi mengulangi perbuatan maksiat."

Karena itu, kemabruran haji bukan hanya terlihat saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi justru tampak setelah seseorang kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Semakin Rajin Beramal dan Berbuat Kebaikan

Tanda berikutnya adalah meningkatnya semangat dalam melakukan amal saleh.

Orang yang memperoleh haji mabrur biasanya lebih giat menjalankan ibadah, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, bersedekah, membantu sesama, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 177 yang menjelaskan bahwa kebajikan mencakup keimanan, kepedulian sosial, menunaikan ibadah, menepati janji, dan bersabar dalam menghadapi ujian.

Semakin banyak amal baik yang dilakukan setelah berhaji, semakin besar harapan bahwa ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT.

3. Menjaga Hati dan Tidak Berlebihan Mencintai Dunia

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang mendalam. Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji seharusnya terus dijaga setelah kembali ke Tanah Air.

Salah satu tanda haji mabrur adalah tumbuhnya sikap zuhud, yakni tidak berlebihan dalam mencintai dunia dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat.

Saat melaksanakan tawaf di sekitar Ka'bah, seorang Muslim memusatkan hati dan pikirannya hanya kepada Allah SWT. Kedekatan spiritual tersebut idealnya tetap terjaga meski telah kembali ke lingkungan asalnya.

Orang yang hajinya mabrur akan berusaha menjaga kebersihan hati, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan kesadaran bahwa seluruh aktivitas hidupnya berada dalam pengawasan Allah SWT.

4. Tetap Optimistis dan Memperbanyak Doa

Tanda terakhir adalah selalu berprasangka baik kepada Allah SWT serta terus memohon agar ibadah hajinya diterima.

Setelah menunaikan haji, seseorang tidak seharusnya larut dalam keraguan mengenai diterima atau tidaknya ibadah yang telah dilakukan. Sebaliknya, ia dianjurkan untuk tetap optimistis, memperbanyak doa, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Sikap ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba yang senantiasa berharap kepada rahmat Allah SWT.

Dengan terus berdoa dan memperbaiki diri, seorang Muslim menjaga semangat spiritual yang telah dibangun selama berada di Tanah Suci.

Cara Menjaga Kemabruran Haji

Agar nilai-nilai haji tetap terjaga setelah pulang dari Makkah, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menjaga salat lima waktu tepat waktu.

  • Memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur'an.

  • Bersedekah serta membantu sesama.

  • Menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain.

  • Menjauhi maksiat dan perbuatan yang dilarang agama.

  • Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat.

  • Memperbanyak doa agar tetap istiqamah dalam kebaikan.

Keutamaan Haji Mabrur

Haji mabrur memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan haji mabrur di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, setiap jemaah haji hendaknya tidak hanya fokus menyempurnakan rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjaga kualitas iman dan amal setelah kembali ke Tanah Air.

Terdapat empat tanda haji mabrur setelah pulang dari Tanah Suci menurut hadits dan penjelasan ulama, yaitu meningkatnya kualitas diri, semakin rajin beramal saleh, menjaga kebersihan hati dan sikap zuhud, serta tetap optimistis dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Kemabruran haji pada hakikatnya tercermin dari perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Semakin baik akhlak, ibadah, dan hubungan seseorang dengan Allah SWT maupun sesama manusia setelah berhaji, maka semakin besar harapan bahwa hajinya diterima dan menjadi haji yang mabrur.



(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads