Kapan Hari Tasyrik Idul Adha 2026? Ini Tanggal dan Amalannya

Kapan Hari Tasyrik Idul Adha 2026? Ini Tanggal dan Amalannya

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 14:32 WIB
Ilustrasi Idul Adha.
Foto: ChatGPT
Bandung -

Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam memasuki periode yang dikenal sebagai hari Tasyrik. Momen ini memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriah karena termasuk hari-hari yang dianjurkan untuk memperbanyak syukur, makan dan minum, serta berdzikir kepada Allah SWT.

Menjelang berakhirnya rangkaian Idul Adha 1447 Hijriah, banyak masyarakat yang bertanya mengenai kapan hari Tasyrik berlangsung pada tahun 2026 dan amalan apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan selama hari-hari tersebut.

Hari Tasyrik merupakan bagian dari syiar Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Selain menjadi waktu untuk menikmati nikmat yang diberikan Allah SWT setelah pelaksanaan ibadah kurban, hari-hari ini juga memiliki aturan khusus, salah satunya larangan berpuasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, kapan hari Tasyrik 2026 atau 1447 H berlangsung? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunah karya H. Amirulloh Syarbini dan Hj. Lis Nur'aeni Afgani dijelaskan bahwa hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

ADVERTISEMENT

Hari-hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha yang dipenuhi dengan aktivitas ibadah, penyembelihan hewan kurban, silaturahmi, serta memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Pada masa Rasulullah SAW, hari Tasyrik dikenal sebagai waktu untuk menikmati makanan hasil kurban dan memperbanyak mengingat Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperlihatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Keutamaan hari Tasyrik dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Nabisyah Al-Hadzali RA. Rasulullah SAW bersabda:

"Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa hari Tasyrik bukanlah waktu untuk berpuasa, melainkan momentum memperbanyak syukur dan dzikir.

Dalam riwayat lain dari 'Amr bin Al-'Ash RA disebutkan:

"Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari ketika Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berbuka dan melarang kami berpuasa."

Kedua hadis tersebut menjadi dasar bahwa tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah termasuk hari yang diharamkan untuk melaksanakan puasa sunnah maupun puasa lainnya, kecuali dalam kondisi tertentu yang memiliki ketentuan khusus dalam fikih haji.

Kapan Hari Tasyrik 2026?

Pemerintah melalui Sidang Isbat telah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 H atau 10 Zulhijah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Berdasarkan penetapan tersebut, jadwal hari Tasyrik 1447 H adalah sebagai berikut:

  • Hari Tasyrik pertama: Kamis, 28 Mei 2026 (11 Zulhijah 1447 H)

  • Hari Tasyrik kedua: Jumat, 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H)

  • Hari Tasyrik ketiga: Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Zulhijah 1447 H)

Selama tiga hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan dzikir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Mengapa Disebut Hari Tasyrik?

Secara bahasa, kata tasyrik berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan proses menjemur daging di bawah sinar matahari.

Pada masa lalu, daging kurban yang melimpah biasanya diawetkan dengan cara dipotong-potong lalu dijemur agar dapat bertahan lebih lama. Aktivitas tersebut dikenal dengan istilah tasyriq al-lahm.

Karena kebiasaan itu dilakukan pada hari-hari setelah Idul Adha, maka tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah kemudian dikenal sebagai hari Tasyrik.

Larangan Puasa pada Hari Tasyrik

Salah satu hukum yang paling dikenal terkait hari Tasyrik adalah larangan berpuasa.

Rasulullah SAW secara tegas menjelaskan bahwa hari Tasyrik merupakan waktu makan dan minum sehingga umat Islam tidak diperkenankan berpuasa pada hari-hari tersebut.

Larangan ini berlaku untuk puasa sunnah, termasuk puasa Senin-Kamis maupun puasa ayyamul bidh yang kebetulan bertepatan dengan hari Tasyrik.

Hikmah dari larangan tersebut adalah agar umat Islam dapat menikmati rezeki yang diberikan Allah SWT, khususnya daging kurban yang dibagikan pada momentum Idul Adha.

Selain itu, hari Tasyrik menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sosial melalui silaturahmi, makan bersama keluarga, serta berbagi dengan sesama.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik

Meskipun tidak diperbolehkan berpuasa, terdapat banyak amalan yang dianjurkan selama hari Tasyrik.

Dalam buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny dijelaskan bahwa amalan utama pada hari Tasyrik adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya ia adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah."

Dzikir yang dimaksud tidak terbatas pada satu bentuk tertentu. Umat Islam dapat memperbanyak berbagai bacaan dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, serta mengagungkan nama Allah SWT.

1. Memperbanyak Takbir

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak takbir.

Takbir dapat dibaca setelah salat fardu maupun di berbagai kesempatan sepanjang hari.

Bacaan takbir menjadi syiar yang mengingatkan umat Islam akan kebesaran Allah SWT setelah menunaikan rangkaian ibadah Idul Adha.

2. Membaca Al-Qur'an

Hari Tasyrik juga menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an.

Membaca, memahami, dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an merupakan bentuk dzikir yang sangat dianjurkan karena dapat menambah keimanan sekaligus memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

3. Memperbanyak Doa

Selain berdzikir, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa selama hari Tasyrik.

Memohon ampunan, keberkahan hidup, kesehatan, rezeki yang halal, serta keselamatan dunia dan akhirat merupakan bagian dari ibadah yang dianjurkan pada hari-hari mulia ini.

4. Menjalin Silaturahmi

Hari Tasyrik juga identik dengan momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Mengunjungi orang tua, saudara, tetangga, maupun sahabat menjadi salah satu cara mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kebersamaan.

5. Bersedekah dan Berbagi

Semangat berbagi yang hadir saat Idul Adha sebaiknya terus dilanjutkan pada hari Tasyrik.

Memberikan makanan, membantu orang yang membutuhkan, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Perintah Berdzikir dalam Al-Qur'an

Anjuran memperbanyak dzikir pada hari Tasyrik juga disebutkan dalam Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 200:

"Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,' sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun." (QS Al-Baqarah: 200)

Ayat ini menunjukkan pentingnya memperbanyak dzikir setelah menyelesaikan berbagai rangkaian ibadah, termasuk pada momentum Idul Adha dan hari-hari Tasyrik.

Hari Tasyrik 2026 Berlangsung 28-30 Mei

Berdasarkan penetapan pemerintah, hari Tasyrik 1447 H berlangsung selama tiga hari, yakni 28, 29, dan 30 Mei 2026 yang bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah 1447 H.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, bersedekah, dan mempererat silaturahmi. Sebaliknya, puasa tidak diperbolehkan karena hari Tasyrik merupakan waktu untuk menikmati nikmat Allah SWT melalui makan, minum, dan memperbanyak rasa syukur kepada-Nya.

Karena itu, manfaatkan hari-hari Tasyrik dengan memperbanyak amal saleh dan mengingat Allah SWT agar keberkahan Idul Adha dapat terus dirasakan hingga akhir rangkaian bulan Zulhijah.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads