Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Umat Muslim

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Umat Muslim

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 19 Mei 2026 07:58 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Bandung -

Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah karena terdapat banyak keutamaan, terutama pada 10 hari pertama Dzulhijjah yang disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh.

Keutamaan tersebut bahkan dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits. Tidak hanya menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan kurban, 10 hari pertama Dzulhijjah juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lantas, apa saja amalan 10 hari pertama Dzulhijjah yang dianjurkan bagi umat Muslim? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Menurut ulama dan Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, bulan Dzulhijjah merupakan bulan mulia yang memiliki banyak keistimewaan dibanding bulan lainnya.

Pada bulan inilah terdapat ibadah besar dalam Islam seperti haji dan penyembelihan hewan kurban. Selain itu, amal ibadah yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah disebut sangat dicintai Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai oleh Allah untuk beramal kebajikan melebihi dari 10 hari awal Dzulhijjah." (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam memperbanyak dzikir selama hari-hari tersebut.

"Maka perbanyaklah membaca tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir." (HR. Ahmad)

Hadits-hadits tersebut menjadi dasar mengapa umat Muslim dianjurkan memanfaatkan 10 hari pertama Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan maksiat.

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Berikut sejumlah amalan yang bisa dilakukan umat Muslim selama 10 hari pertama Dzulhijjah.

1. Menjalankan Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah

Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah berpuasa. Sebagian ulama menganjurkan puasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

Sementara itu, puasa paling utama adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

"Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)

Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki pahala besar dan sangat dianjurkan untuk tidak dilewatkan.

2. Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Pada 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak dzikir seperti:

  • Takbir

  • Tahmid

  • Tasbih

  • Tahlil

Dzikir tersebut dapat dibaca setelah shalat, saat beraktivitas, maupun dalam berbagai kesempatan lainnya.

Memperbanyak takbir di awal Dzulhijjah juga menjadi salah satu sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT.

3. Melaksanakan Shalat Sunnah

Selain ibadah khusus, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak shalat sunnah selama 10 hari pertama Dzulhijjah.

Beberapa shalat sunnah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Shalat tahajud

  • Shalat dhuha

  • Shalat rawatib

  • Shalat taubat

Amalan shalat menjadi semakin utama karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan Allah SWT.

4. Membaca Al-Qur'an

Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an juga menjadi amalan yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah.

Selain mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca, membaca Al-Qur'an dapat membantu umat Muslim meningkatkan ketenangan hati dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

5. Bersedekah dan Membantu Sesama

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terlebih pada hari-hari mulia seperti awal Dzulhijjah.

Bentuk sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa berupa:

  • Memberikan makanan

  • Membantu orang lain

  • Berbagi kebutuhan pokok

  • Menolong sesama

Amalan sosial seperti ini memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.

6. Menyembelih Hewan Kurban

Ibadah kurban menjadi salah satu amalan utama pada bulan Dzulhijjah, terutama saat Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik.

Kurban menjadi bentuk ketakwaan sekaligus meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Allah SWT berfirman:

"Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2)

Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki nilai sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

7. Menunaikan Ibadah Haji bagi yang Mampu

Ibadah haji merupakan amalan paling utama pada bulan Dzulhijjah bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan fisik, finansial, dan keamanan perjalanan.

Puncak pelaksanaan ibadah haji berlangsung pada 8 hingga 13 Dzulhijjah. Karena itulah, bulan ini menjadi sangat istimewa dalam Islam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji..." (QS. Al-Hajj: 27)

Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sangat Istimewa?

10 hari pertama Dzulhijjah disebut istimewa karena seluruh ibadah utama dalam Islam berkumpul pada waktu tersebut. Mulai dari shalat, puasa, dzikir, sedekah, kurban, hingga ibadah haji.

Buya Yahya menjelaskan bahwa seluruh amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut memiliki nilai lebih utama dibanding hari biasa.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan berlomba-lomba dalam kebaikan selama awal Dzulhijjah dan memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Dengan memanfaatkan keutamaan bulan Dzulhijjah, umat Muslim diharapkan dapat meraih pahala dan keberkahan yang besar dari Allah SWT.



(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads