Tanggal 11 Mei 2026 jatuh pada hari Senin. Di tanggal ini, terdapat sejumlah peringatan penting baik di Indonesia maupun dunia internasional yang memiliki sejarah dan makna menarik untuk diketahui.
Lantas, tanggal 11 Mei memperingati hari apa saja?
Di Indonesia, 11 Mei diperingati sebagai Hari Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Hari POM TNI). Sementara di tingkat internasional, terdapat beberapa peringatan lain seperti Hari Kesadaran Ego Sedunia, Hari Tari Perut Sedunia, hingga Hari Burung Bermigrasi Sedunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing peringatan tersebut lahir dari latar belakang sejarah yang berbeda dan memiliki tujuan tersendiri. Berikut ulasan lengkapnya.
Hari POM TNI
Salah satu peringatan nasional yang jatuh setiap tanggal 11 Mei adalah Hari POM TNI. POM TNI merupakan singkatan dari Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia yang bertugas menjaga disiplin, penegakan hukum, serta tata tertib di lingkungan militer.
Sejarah terbentuknya Polisi Militer bermula dari pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Pada masa awal kemerdekaan, anggota TKR berasal dari berbagai unsur masyarakat yang ikut mempertahankan Indonesia.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya Desember 1945, Markas Besar TKR mulai menginstruksikan pembentukan satuan polisi militer. Langkah itu dilakukan untuk menjaga disiplin di tubuh tentara yang saat itu masih dalam tahap penataan.
Pada 22 Juni 1946, Presiden Soekarno meresmikan satuan polisi militer yang kemudian berkembang menjadi POM TNI seperti saat ini.
Dalam perjalanan sejarahnya, struktur organisasi polisi militer sempat mengalami sejumlah perubahan. Pada tahun 1948, Badan Kepolisian Tentara dihapus dan digantikan oleh Corps Polisi Militer (CPM) berdasarkan Penetapan Nomor A/113/1948.
Seiring berjalannya waktu, CPM berkembang dan mengalami restrukturisasi. Setelah era reformasi dan pemisahan TNI dengan Polri, Panglima TNI mengeluarkan kebijakan baru mengenai fungsi kepolisian militer di lingkungan TNI.
Kemudian pada 3 Mei 2015, Panglima TNI saat itu, Moeldoko, kembali merombak struktur satuan polisi militer agar berada langsung di bawah komando Panglima TNI.
Peringatan Hari POM TNI setiap tanggal 11 Mei menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian serta tanggung jawab besar yang dijalankan oleh aparat Polisi Militer dalam menjaga kedisiplinan prajurit TNI.
Hari Kesadaran Ego Sedunia
Selain peringatan nasional, tanggal 11 Mei juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Ego Sedunia atau World Ego Awareness Day.
Peringatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan refleksi diri terhadap perilaku egois yang sering kali muncul tanpa disadari.
Egoisme dinilai dapat memberikan dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Seseorang yang terlalu mementingkan diri sendiri berpotensi merusak hubungan sosial hingga memicu konflik dengan orang lain.
Melalui Hari Kesadaran Ego Sedunia, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya empati, kepedulian, serta kemampuan mengendalikan ego.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat bahwa sikap narsistik dan egoistik dapat memengaruhi kehidupan sosial secara luas.
Hari Tari Perut Sedunia
Di bidang seni dan budaya, tanggal 11 Mei diperingati sebagai Hari Tari Perut Sedunia atau World Belly Dance Day.
Tari perut merupakan salah satu tarian tradisional yang populer di Timur Tengah dan dikenal dengan gerakan pinggul serta tubuh yang khas.
Tarian ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata, tetapi juga memiliki nilai seni tinggi dan menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai negara.
Awalnya, tari perut sering ditampilkan dalam acara rakyat, pesta, hingga perayaan keluarga. Seiring perkembangan zaman, tarian ini semakin dikenal di seluruh dunia.
Kini, tari perut juga dianggap sebagai salah satu bentuk olahraga karena mampu membantu menjaga kebugaran tubuh.
Gerakan dalam tari perut dipercaya dapat meningkatkan keseimbangan, memperkuat otot tubuh, memperbaiki postur, hingga membantu membakar kalori.
Karena itu, Hari Tari Perut Sedunia menjadi momentum untuk merayakan seni tari sekaligus mengapresiasi budaya yang telah berkembang selama bertahun-tahun.
Hari Burung Bermigrasi Sedunia
Peringatan lain yang juga jatuh pada tanggal 11 Mei adalah Hari Burung Bermigrasi Sedunia atau World Migratory Bird Day.
Peringatan ini merupakan kampanye global tahunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melindungi burung migran beserta habitatnya.
Hari Burung Bermigrasi Sedunia pertama kali digelar pada 8-9 April 2006. Saat itu, burung migran menjadi sorotan dunia karena dikaitkan dengan penyebaran virus flu burung H5N1.
Namun, banyak pihak menilai pemberitaan mengenai burung migran cenderung negatif dan tidak seimbang. Karena itulah muncul gagasan untuk menghadirkan kampanye global yang lebih edukatif tentang pentingnya menjaga populasi burung migran.
Sejak saat itu, berbagai kegiatan rutin digelar setiap tahunnya untuk memperingati Hari Burung Bermigrasi Sedunia.
Kegiatan tersebut meliputi festival burung, edukasi lingkungan, pameran, seminar, hingga pengamatan burung di alam terbuka.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberadaan burung migran memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dunia.
Demikian ulasan mengenai peringatan yang jatuh pada tanggal 11 Mei 2026 lengkap dengan sejarah dan maknanya. Semoga bermanfaat!
(tya/tey)
