Pengobatan Tak Biasa Ala Padepokan di Cianjur, Pasien Direbus dalam Drum

Pengobatan Tak Biasa Ala Padepokan di Cianjur, Pasien Direbus dalam Drum

Ikbal Selamet - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 05:46 WIB
Pasien diobati dengan cara direbus
Pasien diobati dengan cara direbus (Foto: Ikbal Slamet/detikJabar).
Cianjur -

Setelah sempat heboh dengan ritual mandi celup yang diklaim bisa mendatangkan kekayaan dan jodoh, kini muncul metode ritual 'mandi godog' atau rebus. Ritual ini diklaim mampu menyembuhkan kiriman sihir hingga berbagai penyakit medis.

Pengobatan di Padepokan Lahir Batin ini menggunakan ritual mandi sebagai sarana utamanya. Sesuai namanya, pasien akan dimandikan di dalam sebuah drum berisi air yang dipanaskan menggunakan tungku api, layaknya tengah merebus.

Pasien akan dimandikan dalam air yang secara bertahap memanas selama 10-20 menit. Setelahnya, pasien akan dipijat, kemudian 'direbus' kembali. Usai mandi rebus kedua, pasien dipersilakan mengenakan kembali pakaian keringnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pimpinan Padepokan Lahir Batin, Idim Dimyati, mengatakan bahwa metode pengobatan di pondok yang berlokasi di Kampung Cikole, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, Cianjur ini memang terbilang ekstrem.

"Memang cara pengobatannya dengan direbus. Makanya disebutnya mandi godog atau mandi rebus. Tapi tidak direbus dalam air mendidih, melainkan mandi pakai air hangat secara langsung di druk air yang dipanaskan oleh tungku gas," ujar dia belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, metode pengobatan tersebut dipelajarinya sejak 25 tahun lalu dari gurunya di wilayah Bayah, Banten.

"Setelah belajar beberapa bulan, saya coba buka praktik sendiri di Cianjur dengan metode rebus ini," kata dia.

Idim mengklaim mandi rebus ini dapat merelaksasi tubuh sehingga peredaran darah lancar dan mempercepat penyembuhan penyakit.

Namun bagi yang terkena sihir, dirinya akan menambahkan garam ke dalam air. Reaksinya akan berbeda-beda, mulai dari tak sadarkan diri, tidak merasa kepanasan, hingga merasa sangat panas padahal air masih dingin.

"Kalau yang kena sihir, kan kita sembuhkan pakai air laut. Salah satunya dengan ditambahkan garam. Reaksinya berbeda, tergantung dari jenis sihirnya," kata dia.

Dia menyebut, setelah direbus, khusus pasien yang terkena sihir akan menjalani tahapan rukiah lainnya.

"Saat direbus akan dibacakan ayat penangkal sihir. Setelahnya juga. Jadi sebenarnya sama dengan rukyah, tapi metodenya mandi rebus," kata dia.

Dia menegaskan bahwa metode pengobatannya tidak menyimpang karena dapat dijelaskan secara agama maupun ilmiah.

"Kan jelas direbus ini untuk relaksasi tubuh. Bahkan setelahnya ada metode setrum, dimana mengalirkan listrik ke tubuh. Memicu reaksi otot agar tidak kaku. Jadi tidak mistis," jelasnya.

Menurut Idim, padepokan yang sudah berjalan sejak tahun 2000 ini awalnya didatangi banyak pasien dengan jumlah mencapai puluhan orang dalam sehari.

"Kalau sekarang tidak banyak. Karena saya ajarkan metode pengobatan ini ke banyak orang, sehingga pasiennya tersebar," kata dia.

Dalam praktiknya, pria berusia 70 tahun ini tidak mematok tarif. Bahkan, untuk pasien tidak mampu, dirinya menggratiskan biaya pengobatan.

"Seikhlasnya saya bayarnya, kalau memang tidak mampu saya gratiskan tidak usah bayar sepeserpun. Karena tujuannya membantu agar bisa sembuh dengan seizin yang Maha Penyembuh," kata dia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kepergok Bermesraan Sesama Jenis, 2 Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads