Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah dan Maknanya

Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah dan Maknanya

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Sabtu, 04 Apr 2026 18:32 WIB
Salah satu ciri khas dalam perayaan Paskah adalah tradisi lomba menghias telur untuk anak-anak. Mengapa Paskah identik dengan telur? Simak sejarahnya!
Foto: Istimewa
Bandung -

Perayaan Hari Raya Paskah selalu identik dengan berbagai simbol khas, salah satunya adalah telur berwarna-warni. Dalam beberapa hari ke depan, umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Paskah sebagai momen penting yang menandai kebangkitan Yesus Kristus. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya, mengapa telur menjadi simbol yang begitu melekat dengan perayaan ini?

Untuk memahami hal tersebut, penting menelusuri sejarah, makna, hingga tradisi yang berkembang di berbagai negara terkait telur Paskah.

Pengertian Paskah

Paskah merupakan hari raya besar dalam agama Kristen yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Peristiwa ini diyakini terjadi pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya oleh bangsa Romawi di wilayah Yudea sekitar tahun 26-36 Masehi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, umat Kristiani juga memperingati Jumat Agung sebagai momen wafatnya Yesus di kayu salib. Sementara itu, Paskah menjadi simbol kemenangan atas kematian serta harapan akan kehidupan baru.

Perayaan ini juga menjadi puncak dari masa Prapaskah, yakni periode refleksi dan puasa selama 40 hari. Karena menggunakan penanggalan lunar (berdasarkan bulan), tanggal Paskah setiap tahunnya berbeda, biasanya jatuh antara 22 Maret hingga 25 April.

ADVERTISEMENT

Sejarah Telur Paskah

Tradisi telur Paskah ternyata sudah ada sejak abad ke-13. Pada masa itu, umat Kristiani dilarang mengonsumsi telur selama masa Prapaskah sebagai bagian dari praktik puasa.

Sebagai gantinya, telur-telur yang tidak dikonsumsi akan disimpan, lalu dihias atau dilukis menjelang hari Paskah. Ketika hari raya tiba, telur tersebut kemudian dimakan sebagai simbol berakhirnya masa pantang dan dimulainya perayaan.

Tradisi ini lambat laun berkembang menjadi kebiasaan yang terus dilestarikan hingga sekarang, bahkan dengan variasi yang lebih modern seperti telur cokelat.

Makna Filosofis Telur dalam Paskah

Telur bukan sekadar hiasan, tetapi memiliki makna simbolis yang mendalam dalam tradisi Paskah. Sejak zaman kuno, telur telah dianggap sebagai lambang kehidupan baru, kesuburan, dan kelahiran.

Dalam konteks Kekristenan, makna tersebut kemudian diadaptasi sebagai simbol kebangkitan Yesus Kristus. Cangkang telur yang keras melambangkan makam Yesus yang tertutup, sementara bagian dalam telur yang keluar menggambarkan kebangkitan-Nya dari kematian.

Pada masa awal, telur Paskah umumnya hanya dicat dengan warna merah yang melambangkan darah Kristus yang tertumpah di kayu salib. Namun, seiring waktu, warna dan bentuk telur menjadi lebih beragam, mencerminkan sukacita dan kreativitas dalam merayakan Paskah.

Tradisi Telur Paskah di Berbagai Negara

Tradisi telur Paskah berkembang secara luas di berbagai negara, khususnya di Eropa, dengan ciri khas masing-masing.

1. Polandia

Di Polandia, telur Paskah dikenal dengan sebutan pisanki. Telur-telur ini dihias dengan motif artistik dan warna-warna cerah. Biasanya, pisanki dijadikan sebagai hadiah untuk keluarga dan teman sebagai simbol kasih dan kebersamaan.

2. Jerman

Di Jerman, tradisi telur Paskah dikenal dengan istilah Osterhase. Telur-telur dihias kemudian disembunyikan di taman atau halaman rumah. Anak-anak akan mencari telur tersebut dalam permainan yang dikenal sebagai Easter Egg Hunt.

Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara lain dan menjadi salah satu aktivitas yang paling ditunggu saat Paskah.

3. Negara Barat

Di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, telur Paskah sering hadir dalam bentuk cokelat. Selain menjadi simbol religius, telur cokelat juga menjadi bagian dari perayaan yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak.

Mengapa Telur Tetap Menjadi Simbol Paskah?

Meski zaman terus berubah, telur tetap menjadi simbol utama dalam perayaan Paskah. Hal ini karena maknanya yang sangat kuat dan relevan, yaitu kehidupan baru, harapan, dan kebangkitan.

Simbol telur juga mampu menjembatani nilai spiritual dan budaya. Di satu sisi, telur mengandung makna religius yang dalam, sementara di sisi lain, tradisi menghias dan berburu telur menghadirkan kebahagiaan dan kebersamaan dalam keluarga.

Dengan demikian, tidak heran jika telur Paskah tetap menjadi ikon yang tak terpisahkan dari perayaan ini di berbagai belahan dunia.

Telur Paskah bukan sekadar tradisi, tetapi simbol yang sarat makna tentang kehidupan baru dan harapan. Dari sejarah panjang hingga berbagai tradisi unik di berbagai negara, telur menjadi representasi sederhana namun mendalam dari pesan utama Paskah.

Melalui simbol ini, umat Kristiani diajak untuk merenungkan kembali arti kebangkitan, memperkuat iman, serta menumbuhkan kasih kepada sesama




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads