Apa Itu Jumat Agung? Ini Sejarah, Makna, dan Rangkaian Ibadatnya

Apa Itu Jumat Agung? Ini Sejarah, Makna, dan Rangkaian Ibadatnya

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Jumat, 03 Apr 2026 09:40 WIB
Ilustrasi Jumat Agung
Foto: Pixabay/Pexels
Bandung -

Hari Jumat Agung menjadi salah satu momen penting dalam kalender umat Kristiani. Pada tahun 2026, peringatan ini jatuh pada Jumat, 3 April 2026. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Jumat Agung, dan mengapa hari ini begitu sakral bagi umat Kristen?

Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang pengertian Jumat Agung, sejarahnya, makna teologis, hingga rangkaian ibadat yang biasa dilakukan.

Apa Itu Jumat Agung?

Jumat Agung merupakan hari peringatan dalam agama Kristen untuk mengenang peristiwa penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di bukit Kalvari. Dalam bahasa Inggris, hari ini dikenal sebagai Good Friday, sementara dalam beberapa tradisi lain juga disebut sebagai Holy Friday atau Great Friday.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Suci yang berlangsung menjelang Hari Paskah. Jumat Agung diperingati setelah Kamis Putih dan sebelum Hari Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah).

Bagi umat Kristiani, Jumat Agung bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan momentum spiritual yang sarat makna pengorbanan, kasih, dan penebusan dosa manusia.

ADVERTISEMENT

Sejarah dan Makna Jumat Agung

Secara historis, Jumat Agung merujuk pada peristiwa penyaliban Yesus Kristus oleh otoritas Romawi pada masa itu. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam ajaran Kristen karena diyakini sebagai bentuk pengorbanan Yesus untuk menebus dosa umat manusia.

Dalam ajaran Kristen, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci (1 Korintus 15:3-4), Yesus mati karena dosa manusia, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga. Kebangkitan inilah yang kemudian diperingati dalam Hari Paskah.

Makna Jumat Agung tidak hanya terletak pada penderitaan, tetapi juga pada kasih yang tak terbatas. Pengorbanan Yesus dianggap sebagai bentuk cinta terbesar kepada umat manusia, sekaligus membuka jalan keselamatan bagi mereka yang percaya.

Hari ini juga menjadi waktu refleksi mendalam bagi umat untuk merenungkan kehidupan, memperbaiki diri, serta memperkuat iman dan hubungan dengan Tuhan.

Mengapa Disebut Jumat Agung?

Istilah "Jumat Agung" atau Good Friday seringkali menimbulkan pertanyaan. Mengapa hari yang memperingati penderitaan dan kematian justru disebut "baik" atau "agung"?

Dalam beberapa tradisi, istilah ini memiliki makna teologis yang mendalam. Ada yang meyakini bahwa Good Friday berasal dari istilah "God's Friday" atau "Hari milik Tuhan".

Meski peristiwa yang diperingati adalah penderitaan, Jumat Agung tetap disebut "agung" karena menjadi bagian dari rencana keselamatan Tuhan. Melalui pengorbanan tersebut, umat manusia diyakini memperoleh pengampunan dosa dan harapan akan kehidupan kekal.

Dengan kata lain, di balik penderitaan terdapat kasih dan keselamatan, yang menjadi inti dari peringatan Jumat Agung.

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah

Jumat Agung dan Paskah merupakan dua perayaan penting dalam agama Kristen yang saling berkaitan, namun memiliki makna yang berbeda.

Jumat Agung diperingati pada hari Jumat sebelum Paskah, sebagai momen mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus.
Paskah dirayakan pada hari Minggu, sebagai peringatan kebangkitan Yesus dari kematian.

Jika Jumat Agung melambangkan pengorbanan dan penderitaan, maka Paskah menjadi simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Keduanya membentuk satu rangkaian utuh dalam ajaran iman Kristiani.

Rangkaian Ibadat Jumat Agung

Dalam tradisi Gereja Katolik, ibadat Jumat Agung memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan misa biasa, perayaan ini bukanlah Ekaristi, melainkan ibadat khusus yang penuh suasana hening dan reflektif.

Berikut tiga bagian utama dalam ibadat Jumat Agung:

1. Ibadat Sabda

Ibadat dimulai dalam suasana hening. Imam dan petugas liturgi berjalan menuju altar tanpa iringan lagu, lalu berlutut sebagai tanda penghormatan dan duka.

Setelah itu, dibacakan beberapa bagian Kitab Suci, termasuk kisah sengsara Yesus. Umat diajak untuk merenungkan makna penderitaan dan wafat Kristus melalui bacaan dan khotbah.

Pada bagian ini juga terdapat doa umat yang mencakup berbagai intensi, mulai dari gereja, pemimpin dunia, hingga keselamatan seluruh umat manusia.

2. Penghormatan Salib

Bagian ini menjadi salah satu momen paling sakral. Salib yang sebelumnya ditutupi kain dibuka secara bertahap dan diperlihatkan kepada umat.

Imam, diakon, dan umat kemudian memberikan penghormatan dengan mencium atau menyentuh salib sebagai simbol iman dan penghargaan atas pengorbanan Yesus.

Selama prosesi ini, biasanya dinyanyikan lagu-lagu liturgi yang mendukung suasana perenungan.

3. Komuni

Bagian terakhir adalah komuni. Hosti yang dibagikan bukan dikonsekrasi pada hari itu, melainkan telah disiapkan sejak Kamis Putih.

Upacara komuni berlangsung sederhana tanpa ritus lengkap seperti dalam misa biasa. Tidak ada salam damai, dan suasana tetap dijaga dalam keheningan.

Setelah komuni selesai, ibadat ditutup tanpa nyanyian, dan umat meninggalkan gereja dalam suasana reflektif.

Tradisi Lain saat Jumat Agung

Selain mengikuti ibadat di gereja, umat Katolik juga dianjurkan untuk menjalankan puasa dan pantang sebagai bentuk pengendalian diri dan solidaritas terhadap penderitaan Kristus.

Beberapa umat juga melakukan Jalan Salib, yaitu doa yang mengenang perjalanan Yesus menuju penyaliban melalui 14 perhentian.

Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperdalam iman, memperbaiki diri, serta menumbuhkan sikap kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.

Jumat Agung bukan hanya sekadar hari libur nasional, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi umat Kristiani. Peringatan ini mengajak setiap orang untuk merenungkan pengorbanan, kasih, dan pengampunan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus.

Melalui peringatan ini, umat diharapkan dapat memperkuat iman, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menjalani kehidupan dengan lebih penuh kasih dan makna.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads