Ketika sahur, suasana nya selalu punya cerita khas, mulai dari udara yang masih dingin hingga dapur yang mulai ramai. Di tengah rasa kantuk dan persiapan cepat sebelum subuh, jadwal imsak menjadi hal yang penting agar sahur tidak terlewat dan puasa bisa dimulai dengan tenang.
Jadwal Imsak juga membantu kita untuk mengatur rutinitas, mulai dari mempersiapkan makanan, beribadah sampai bersiap melakukan aktivitas sehari - hari. Karena setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda, memastikan jadwal imsak sesuai dengan lokasi menjadi hal yang sangat penting. Dengan informasi yang tepat dan terbaru, puasa pun bisa lebih disiplin.
Jadwal Imsakiyah Kota Sukabumi 20 Maret 2026
Imsak : 04:32 WIB
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subuh : 04:42 WIB
Dzuhur : 12:03 WIB
ADVERTISEMENTAshar : 15:13 WIB
Magrib : 18:10 WIB
Isya : 19:15 WIB
Jadwal Imsakiyah Kabupaten Sukabumi 20 Maret 2026
Imsak : 04:33 WIB
Subuh : 04:43 WIB
Dzuhur : 12:05 WIB
Ashar : 15:15 WIB
Magrib : 18:08 WIB
Isya : 19:16 WIB
Jadwal Imsakiyah Kabupaten Cianjur 20 Maret 2026
Imsak : 04:31 WIB
Subuh : 04:41 WIB
Dzuhur : 12:02 WIB
Ashar : 15:13 WIB
Magrib : 18:05 WIB
Isya : 19:14 WIB
Jadwal Imsak Ramadan 2026 se-Indonesia
Informasi tentang jadwal imsak ini diambil dari Bimas Islam yang merupakan bagian dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Adanya jadwal ini membantu masyarakat mengetahui batas akhir waktu makan sahur sebelum memasuki waktu subuh, serta mengetahui waktu berbuka puasa ketika adzan magrib.
Untuk melihat jadwal imsak Ramadan 2026 di wilayah lainnya, silahkan klik link https://www.detik.com/hikmah/ramadan/jadwal-sholat. Cukup pilih kota yang diinginkan pada kolom "Cari Kota Lainnya" agar jadwal terbaru langsung ditampilkan.
Jadwal imsak ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI)
Niat Sahur Puasa Ramadan
Niat Sahur dianjurkan untuk dibaca sebelum memasuki waktu salat Subuh. Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri dalam Kitab Minhajul Muslim berpendapat, waktu berniatnya sudah bisa dimulai dari malam hari dengan bacaan berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin'an Ada'i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lilahi ta'ala."
Artinya : "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah ta'ala."
Batas waktu sahur berakhir ketika azan Subuh berkumandang. Niat untuk sahur sebelum puasa Ramadan tetap harus dibaca setiap hari. Meski begitu, Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 menyatakan bahwa niat tersebut sudah bisa diwakili oleh seorang muslim saat ia sudah melakukan makan sahur.
(tya/tya)
