Dentuman senjata kembali menggema saat The Expendables 4 membuka babak baru bagi tim tentara bayaran legendaris. Film aksi ini langsung menyuguhkan atmosfer keras, penuh ledakan, dan adrenalin tinggi, menandai kembalinya misi berbahaya yang taruhannya jauh lebih besar dari sebelumnya.
Deretan bintang laga lintas generasi kembali berkumpul. Jason Statham tampil dominan sebagai Lee Christmas. Sylvester Stallone hadir sebagai Barney Ross, sosok pemimpin karismatik. Dolph Lundgren kembali sebagai Gunner Jensen, Randy Couture sebagai Toll Road, dan Andy Garcia memerankan CIA Agent Marsh. Wajah baru ikut meramaikan, seperti Megan Fox sebagai Gina, Curtis "50 Cent" Jackson sebagai Easy Day, Tony Jaa sebagai Decha, Iko Uwais sebagai antagonis utama, serta Jacob Scipio sebagai Galan.
The Expendables 4 dijadwalkan tayang di Bioskop Trans TV, hari ini, Kamis (19/2/2026) pukul 21.00 WIB.
Sinopsis Film The Expendables 4 di Bioskop Trans TV
Kisah bermula saat The Expendables menerima misi sensitif untuk menghentikan transaksi senjata berbahaya. Operasi yang awalnya tampak terkontrol berubah kacau, memaksa tim menghadapi situasi di luar perhitungan. Risiko kehilangan anggota menjadi nyata sejak awal.
Lee Christmas muncul sebagai pusat cerita. Ketika struktur tim mulai goyah, ia didorong untuk mengambil peran lebih besar. Keputusan-keputusan cepat harus diambil di tengah baku tembak tanpa ampun, sementara musuh bergerak dengan strategi rapi dan kejam.
Ancaman utama datang dari sosok misterius yang diperankan Iko Uwais. Karakternya dingin, terlatih, dan memimpin pasukan dengan disiplin tinggi. Bentrokan fisik tak terhindarkan, menghadirkan duel brutal yang menjadi salah satu daya tarik utama film ini.
Di sisi lain, kehadiran Gina membawa dinamika baru. Hubungan masa lalu dengan Lee Christmas memunculkan konflik emosional di tengah misi. Ketegangan personal bercampur dengan tekanan perang, membuat setiap adegan terasa lebih intens.
Perjalanan membawa tim ke berbagai lokasi berbahaya. Ledakan, pengkhianatan, dan perubahan rencana terjadi silih berganti. Tidak semua anggota berada pada visi yang sama, memicu perpecahan internal saat waktu terus menipis.
Ketika misi mencapai fase paling berisiko, sebuah kejutan besar mengubah arah permainan. Loyalitas diuji, keberanian dipertaruhkan, dan kesalahan kecil bisa berujung fatal bagi seluruh tim.
Apakah The Expendables mampu menyelesaikan misi ini tanpa kehilangan lebih banyak anggota, atau justru harus membayar harga paling mahal demi menghentikan ancaman global tersebut?
(iqk/iqk)