Bacaan Niat Mandi Keramas Puasa Ramadhan dan Tata Caranya

Iqbal Kukuh - detikJabar
Rabu, 18 Feb 2026 10:45 WIB
Ilustrasi mandi keramas (Foto: Harditaher/Wikimedia Commons)
Bandung -

Menjaga kesucian diri menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadhan. Salah satu bentuknya adalah mandi keramas puasa Ramadhan, yang sebenarnya merupakan mandi wajib bagi mereka yang berada dalam keadaan hadas besar.

Sebelum melakukannya, terdapat bacaan niat mandi keramas puasa Ramadhan yang harus dipahami. Dengan mengetahui niat dan hukumnya, ibadah dapat dijalankan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.

Apa Itu Mandi Keramas Puasa Ramadhan?

Istilah mandi keramas puasa Ramadhan berkembang di masyarakat sebagai sebutan untuk mandi wajib yang dilakukan menjelang atau saat memasuki bulan Ramadhan.

Dalam fikih, mandi wajib adalah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan tata cara tertentu untuk mengangkat hadas besar. Hadas besar dapat terjadi karena:

  • Keluar air mani
  • Hubungan suami istri
  • Selesai haid
  • Selesai nifas
  • Melahirkan

Jika seseorang berada dalam kondisi tersebut, maka ia wajib mandi besar sebelum melaksanakan salat dan ibadah lainnya.

Hukum Mandi Keramas Puasa Ramadhan

Mandi keramas sebelum puasa Ramadhan tidak otomatis menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. Mengutip penjelasan dari NU Online, mandi sebelum Ramadhan termasuk amalan sunnah, kecuali jika seseorang memang berada dalam keadaan hadas besar.

Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri disebutkan adanya beberapa mandi yang disunnahkan, termasuk mandi pada malam-malam bulan Ramadhan. Dijelaskan:

و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة...ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك

Artinya, terdapat sejumlah mandi yang disunnahkan, di antaranya mandi ketika hendak memasuki kota Madinah dan setiap malam di bulan Ramadhan. Sebagian ulama membatasinya bagi yang menghadiri jamaah, namun pendapat yang lebih kuat tidak membatasi hal tersebut.

Dengan demikian, hukum mandi keramas puasa Ramadhan menjadi wajib hanya jika ada sebab hadas besar. Jika tidak, maka hukumnya sunnah sebagai bentuk penyucian diri menyambut bulan suci.

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Belum Mandi?

Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib ketika waktu Subuh tiba, selama ia telah berniat puasa pada malam hari. Namun, ia tetap wajib segera mandi untuk dapat melaksanakan salat dalam keadaan suci.

Bacaan Niat Mandi Keramas Puasa Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya

Bagi yang dalam kondisi hadas besar, berikut bacaan niat mandi keramas puasa Ramadhan yang dapat diamalkan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الاَ كَبَرِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta'ala.

Niat dibaca bersamaan dengan basuhan air pertama ke tubuh. Yang terpenting adalah niat di dalam hati sebagai pembeda antara mandi biasa dan mandi wajib.

Tata Cara Mandi Keramas Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah

Agar mandi wajib sah, terdapat urutan yang dianjurkan sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Membaca Niat

Niat dilakukan saat awal menyiramkan air ke tubuh.

Mencuci Kedua Tangan

Mencuci tangan sebanyak tiga kali untuk memastikan kebersihan.

Membersihkan Bagian yang Kotor

Membersihkan area kemaluan atau bagian tubuh yang terkena najis.

Berwudu

Melakukan wudu seperti hendak melaksanakan salat.

Membasahi Kepala

Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke pangkal rambut.

Menyela Rambut

Bagi laki-laki, menyela rambut hingga air sampai ke kulit kepala hukumnya wajib. Bagi perempuan, tidak wajib mengurai rambut yang terikat kuat selama air dapat mencapai pangkal rambut, sebagaimana riwayat Ummu Salamah tentang mandi junub.

Mengguyur Seluruh Tubuh

Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri, hingga merata.




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork