Gaya Garis-garis Penuh Warna yang Tak Lekang Waktu

Jabar Ngagaya

Gaya Garis-garis Penuh Warna yang Tak Lekang Waktu

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Minggu, 08 Feb 2026 18:00 WIB
Rifki Rachman Fauzi (30) membangun brand fesyen miliknya, Mixmacs.
Rifki Rachman Fauzi (30) membangun brand fesyen miliknya, Mixmacs (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar
Bandung -

Bila mencari gaya pakaian yang tak pernah ketinggalan zaman, motif garis-garis adalah salah satunya. Gaya pakaian bermotif garis-garis atau stripes sudah diadaptasi oleh berbagai orang di dunia bahkan sejak lebih dari satu abad lalu, dan masih eksis hingga saat ini.

Motif ini terbilang fleksibel, mudah dipadu-padankan dengan berbagai gaya, juga bisa digunakan oleh lintas usia. Hal ini pulalah yang menjadi dasar ide bagi pemuda asal Kota Bandung, Rifki Rachman Fauzi (30) untuk membangun brand fesyen miliknya, Mixmacs.

Berdiri pada Februari 2023, Mixmacs mengedepankan fesyen motif stripes yang universal sebagai salah satu produk utamanya. Potongan tiap itemnya pun didesain unisex alias bisa digunakan baik oleh wanita maupun pria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Garis-garis itu usianya panjang sehingga masa pakainya lama. Dari dulu pun motif ini kan sudah ada. Evolusinya lebih ke variasi warna-warnanya saja, jadi lebih mudah juga pengembangan produknya," ungkap Rifki ketika ditemui detikJabar belum lama ini.

Bagi pecinta motif stripes, Mixmacs bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk berbelanja. Tak hanya karena motifnya, tetapi juga karena paduan warna yang tidak umum dan unik. Rifki juga menyebut kombinasi warna menjadi salah satu kekuatan utama brand miliknya tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kalau baju stripes kan banyak brand lain yang juga punya, tapi keunggulan kita dari warna-warnanya. Kita banyak pakai kombinasi warna yang tidak umum," jelasnya.

Selain warna yang netral seperti navy, hitam dan abu, terdapat pula kombinasi warna yang lebih terang dan berani. Seperti kuning dan pink, hijau dan ungu, atau putih terang dengan garis-garis penuh warna. Sehingga, gayanya pun bisa diadaptasi dari dewasa hingga anak-anak.

Ketika detikJabar menyambangi offline store Mixmacs yang terletak di bilangan Jalan Kancra, deretan baju stripes dengan berbagai ukuran langsung mencuri perhatian. Meski tidak terlalu luas, toko ini cukup untuk mendisplay berbagai produk andalan yang menjadi identitas brand.

Selain baju stripes, terdapat pula deretan koleksi lainnya. Seperti vest berbahan nilon dan korduroi dengan aneka warna, celana pendek dan panjang dengan warna yang tak kalah terang, jaket puffer boxy, hingga tas dan beragam aksesori.

Beberapa pengunjung tampak datang dan pergi. Tak hanya dewasa muda, terdapat pula pengunjung keluarga yang berbelanja bersama anak-anak. Menariknya, pilihan yang dibawa ke kasir tetap didominasi baju garis-garis.

Rifki Rachman Fauzi (30) membangun brand fesyen miliknya, Mixmacs.etalase Mixmacs Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

Rifki mengatakan, motif stripes dipilih karena bisa menjangkau banyak segmen. Ia bahkan memiliki koleksi untuk anak hingga dewasa. Potongan bajunya lurus dan cenderung oversize, sehingga terbilang aman untuk digunakan siapa saja.

"Awalnya sih memang hanya menyediakan baju untuk dewasa, tapi lama kelamaan banyak yang nanya baju untuk anak-anaknya ada enggak. Akhirnya baru-baru ini dibuat juga koleksi untuk anak-anak," terangnya.

Hal ini pulalah yang kemudian melahirkan tagline "Past, Present, Future" yang diusung Mixmacs. Hal tersebut, Rifki memaparkan, menjadi cerminan produk yang unggulan Mixmacs yang diharapkan tak akan lekang oleh waktu.

"Baju garis-garis itu kan sudah ada dari dulu, sekarang masih digunakan, dan ke depannya masih bisa dipakai. Makanya milih (tagline) Past, Present, Future," ujarnya.

Konsumen juga bisa memadupadankan baju stripes tersebut dengan teknik layering yang belakangan tengah digandrungi. Ditumpuk dengan vest ataupun jaket boxy, kesemuanya bisa memberikan kesan kasual dan colorful yang kekinian pada siapapun yang mengenakannya.

Vest aneka warna menjadi salah satu artikel unggulan di Mixmacs. Dengan bahan nilon yang ringan, vest ini bisa menjadi opsi untuk menyimpan dompet, kartu, dan ponsel tanpa perlu membawa tas tambahan.

Versi anak-anak pun tersedia dan bisa digunakan untuk menahan angin. Jika biasanya vest identik dengan kegiatan outdoor dan warna-warna bumi yang maskulin, Mixmacs mencoba menggeser fungsinya menjadi lebih fashionable.

"Vest itu kan biasanya terbayang seperti pakaian outdoor untuk ke gunung, untuk mancing. Kita coba modifikasi warna-warnanya agar vest itu bisa dipakai ke acara seperti konser atau sepedahan," ujar Rifki.

Jaket Boxy yang Populer

Selain kaos stripes dan vest, jaket puffer aneka warna juga menjadi salah satu item Mixmacs yang paling banyak diminati,terutama di kalangan warga Bandung. Potongan boxy-nya membuat jaket ini mudah dipadukan dengan berbagai pakaian, termasuk celana baggy yang sedang tren.

Warna-warnanya yang didominasi oleh warna terang mencolok menjadikan jaket ini banyak dipilih perempuan, meski tetap bersifat unisex. Mengenakannya memberi kesan santai namun tetap 'skena'.

Rifki mengaku tidak pernah menyangka jaket tersebut akan ramai diburu. Prosesnya berjalan organik tanpa riset atau strategi khusus. Jaket dengan warna-warna terang ini salah satunya dibuat untuk menguatkan identitas brand dengan pakaian serba warna-warninya.

Rifki Rachman Fauzi (30) membangun brand fesyen miliknya, Mixmacs.Jaket Boxy Mixmacs Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

"Enggak kepikiran bakal ramai sih, tidak terlalu dipikirin matang-matang juga. Karena dapat katalog yang warna-warni, jadi dibuat saja. Tapi karena kita punya identitas brand di warna, jadi memang yang kita sediakan itu warna-warnanya enggak umum," paparnya.

"Kalau biasanya hanya ada biru navy, di kita itu ada warna seperti steel blue, sky blue, dan lain-lain," lanjutnya. Beberapa warna lain yang tersedia seperti lavender, ungu muda, kuning terang, hingga hijau botol.

Ia mengatakan, permintaan jaket puffer yang dinamai "Tammy" ini meningkat seiring musim hujan. Banyak pembeli memilih jalur online dan meminta pengiriman instan.

"Sekarang alhamdulillah makin banyak yang pakai. Apalagi di musim hujan dingin ini, di Bandung banyak masuk orderan instant. Malah ada yang sekali pesan itu dua, tiga buah," ungkapnya.

Aksesori Pesepeda

Tak hanya fokus pada pakaian, Mixmacs juga menghadirkan berbagai aksesori seperti tas, keychain, topi, hingga box penyimpanan berbahan plastik. Box ini bisa dilipat dan bentuknya menyerupai kontainer kecil dengan warna-warna cerah.

Produk tersebut merupakan barang impor dengan ukuran yang beragam. Ukuran kecilnya kerap digunakan sebagai bagasi tambahan sepeda, sementara ukuran lain juga dipakai untuk aksesori sepeda motor.

"Boks yang ukuran kecil itu sempat viral dan banyak dipakai di depan sepeda sebagai penyimpanan tambahan," jelasnya.

Rifki Rachman Fauzi (30) membangun brand fesyen miliknya, Mixmacs.Aksesori Mixmacs Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

Awalnya, Rifky kepincut dengan warna-warni terang boks penyimpanan tersebut yang senada dengan artikel pakaian yang ia jual selama ini. Ia kemudian mengimpornya beberapa buah dan mencoba untuk menjualnya.

"Ternyata ramai, orang tahunya itu secara organik aja, sebagai aksesori sepeda. Puncaknya itu tahun lalu, sekarang sudah mulai berkurang sih. Kalau boks yang lebih besar juga ada yang ditaruh di motor," paparnya.

Dari barang yang tidak sengaja viral itulah, Rifki kemudian berpikir bahwa fesyen ternyata bisa berkembang lebih luas menjadi barang yang dikenakan pada berbagai hobi dan kegiatan. Oleh karenanya, ia saat ini tengah merancang aksesori sepeda lainnya seperti tas frame sepeda.

"Rencananya akan bikin tas untuk frame sepeda, jadi seperti tas berbentuk segitiga," terangnya.

Menghidupkan Ekosistem Offline

Saat gempuran tren belanja online di marketplace semakin masif, Mixmacs justru hadir dalam bentuk toko fisik. Hal yang mungkin tidak banyak dilakukan oleh pengusaha retail lainnya di tengah situasi ekonomi saat ini.

Setelah berjibaku berjualan online sejak 2023, sejak enam bulan lalu Mixmacs resmi hadir dalam versi toko fisik. Rifki mengatakan langkah tersebut diambil untuk menghidupkan kembali ekosistem belanja offline. Menurutnya, banyak brand lokal yang mulai kembali melirik offline store seperti era distro di awal 2000-an.

"Sekarang teman-teman brand juga banyak yang mulai menghidupkan lagi belanja offline, seperti era distro-distro di Trunojoyo," ungkapnya.

Selain itu, berjualan offline dinilai lebih leluasa karena tidak terbebani potongan marketplace yang cukup besar. Mixmacs pun mencoba membangun ekosistem dengan merangkul komunitas dan menghadirkan produk yang dapat bermanfaat untuk hobi mereka.

"Salah satu caranya itu dengan merangkul komunitas. Untuk Mixmacs sendiri fokusnya memang di komunitas sepeda," jelasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads