Apa Itu Gentengisasi? Program Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Tanah Liat

Apa Itu Gentengisasi? Program Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Tanah Liat

Firyal Hanan Maulida - detikJabar
Rabu, 04 Feb 2026 20:29 WIB
Apa Itu Gentengisasi? Program Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Tanah Liat
Program Gentengisasi Presiden Prabowo (Foto: Istimewa)
Bandung -

Presiden Prabowo Subianto merancang program baru yang disebut "gentengisasi" dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Senin (2/2/2026). Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga dikenalkan Prabowo dalam acara tersebut.

Program Gentengisasi salah satu langkah pemerintah untuk memperbaiki standar rumah penduduk serta mengatasi isu kekurangan perumahan, dimana saat ini terdapat 9,9 juta kepala keluarga yang masih belum memiliki hunian pribadi.

Apa Itu Gentengisasi?

Program Gentengisasi adalah rencana gerakan nasional untuk mengganti atap rumah berbahan seng menjadi genteng, terutama genteng dari tanah liat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prabowo, tujuan utamanya bukan hanya sekedar mengganti material atap, namun untuk memperindah wajah Indonesia, meningkatkan kenyamanan hunian, memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dari tingkat desa.

Penggunaan seng yang masih banyak dipakai di berbagai kawasan dianggap kurang cocok untuk iklim tropis dan mempengaruhi kenyamanan para penghuni rumah, seperti panas berlebih, mudah berkarat, tampilan yang kurang rapi sehingga dianggap tidak mencerminkan kemajuan bangsa.

ADVERTISEMENT

Prabowo menginginkan setiap rumah di Indonesia menggunakan atap genteng. Konsep ini disebut dengan proyek gentengisasi, Prabowo mengungkapkan bahwa Koperasi Merah Putih akan disertai dengan pabrik produksian genteng.

Program Gentengisasi Akan Ambil Cadangan Dana MBG?

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa saat ini pemerintah sedang menyusun rencana pembiayaan dan pelaksanakan program secara rinci bersama dengan kementerian dan lembaga terkait.

Gentengisasi tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara atau daerah, karena pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dan sektor swasta agar program ini menjadi gerakan bersama, bukan hanya proyek yang dikerjakan oleh pemerintah.

Program ini tidak memerlukan anggaran besar karena target utamanya adalah rumah-rumah yang masih memiliki atap seng, bukan semua rumah di Indonesia. Dengan kata lain, hanya sebagian dari total tempat tinggal yang akan dijangkau oleh program ini, sehingga biaya yang diperlukan cukup terbatas dan bisa dikendalikan

Mengenai sumber pendanaan, Menkeu menyatakan bahwa pemerintah memiliki keleluasaan fiskal yang dapat digunakan. Salah satu pilihan yang sedang dievaluasi adalah cadangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) disamping kemungkinan sumber pendanaan lainnya

Memperkuat Pariwisata

Program gentengisasi juga memperkuat sektor pariwisata, karena tempat tinggal yang memiliki atap seng yang berkarat tidak memberikan citra yang baik untuk para pengunjung. Melalui gerakan ini Prabowo menargetkan perubahan wajah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dan mengajak kepala daerah yang memiliki pandangan untuk pengembangan lingkungan agar ikut dalam gerakan itu.




(tya/tya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads