Adrenalin menjadi napas, listrik menjelma nyawa, dan waktu berubah musuh paling kejam. Chev Chelios kembali terbangun dalam kondisi terburuk setelah kematian sempat merenggutnya. Tubuhnya masih hidup, tetapi jantungnya bukan lagi miliknya, memaksa Chev berlari tanpa henti di kota yang tak pernah memberi ampun.
Film Crank 2: High Voltage menghadirkan Jason Statham sebagai Chev Chelios dengan energi brutal yang lebih gila dari sebelumnya. Amy Smart kembali memerankan Eve, kekasih Chev yang terjebak dalam kekacauan. Clifton Collins Jr. tampil sebagai El Huron, sosok bengis dengan rencana gelap. Efren Ramirez berperan sebagai Venus, sahabat setia Chev, sementara Dwight Yoakam hadir sebagai Doc Miles. David Carradine juga muncul sebagai Poon Dong, tokoh misterius yang mengendalikan konflik utama.
Sinopsis Film Crank 2: High Voltage di Bioskop Trans TV
Chev tersadar setelah diculik kelompok kriminal. Jantungnya dicabut lalu diganti mesin buatan. Alat itu hanya bisa membuatnya hidup jika tubuhnya terus mendapat aliran listrik. Tanpa daya, nyawa Chev akan padam dalam hitungan detik.
Misi hidup pun dimulai. Chev harus menemukan jantung aslinya sambil menjaga tubuh tetap teraliri listrik. Setiap sudut kota menjadi sumber energi darurat, mulai dari baterai mobil hingga kejutan listrik tak terduga.
Di tengah pelarian brutal, Chev bertemu Eve. Hubungan mereka berubah aneh sekaligus nekat, sebab cara mempertahankan nyawa kali ini jauh dari masuk akal. Adegan demi adegan bergerak cepat, nyaris tanpa jeda, seolah kota Los Angeles ikut memacu denyut jantung penonton.
Musuh utama muncul lewat El Huron, gangster sadis yang memegang kendali jantung Chev. Kejar-kejaran berubah menjadi pertarungan terbuka. Kekerasan disajikan liar, penuh gaya, dan kadang terasa absurd namun tetap tegang.
Chev mulai menyusun rencana balasan. Dengan bantuan Venus dan Doc Miles, ia melacak lokasi jantungnya. Namun kondisi tubuh semakin tak stabil, membuat setiap keputusan terasa seperti perjudian hidup dan mati.
Saat Chev akhirnya berhadapan langsung dengan El Huron, situasi mencapai titik paling kacau. Arus listrik, dendam, dan ambisi bertabrakan dalam satu momen penentuan. Apakah Chev berhasil merebut kembali jantungnya atau justru terjebak dalam akhir yang lebih gila?