Film No Way Up akan menemani pemirsa Bioskop Trans TV pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 21.00 WIB. Mengusung genre survival thriller, film ini menyajikan ketegangan ekstrem yang memadukan kecelakaan pesawat, keterjebakan di dasar laut, dan ancaman mematikan dari hiu.
No Way Up pertama kali dirilis pada tahun 2024. Film ini disutradarai oleh Claudio FΓ€h, sineas yang dikenal lewat karya-karya bertema aksi dan bencana. Adapun rumah produksi yang berada di balik film ini adalah Altitude Film Entertainment, bekerja sama dengan sejumlah studio internasional untuk menghadirkan visual laut dalam yang mencekam.
Deretan pemain yang terlibat dalam No Way Up di antaranya Sophie McIntosh, Will Attenborough, Jeremias Amoore, Grace Nettle, Phyllis Logan, serta aktor senior Colm Meaney. Masing-masing karakter memiliki latar belakang berbeda yang memperkaya konflik dan emosi sepanjang cerita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu fakta menarik dari film ini adalah penggunaan konsep ruang sempit di bawah laut sebagai sumber ketegangan utama. Tidak hanya menghadirkan teror hiu, film ini juga menyoroti perjuangan psikologis para korban saat oksigen menipis dan harapan semakin mengecil, membuat penonton ikut merasakan kepanikan yang sama.
Sinopsis Film No Way Up
Film ini dibuka dengan sebuah penerbangan komersial yang membawa sejumlah penumpang dengan tujuan berbeda. Perjalanan yang awalnya tampak biasa berubah menjadi mimpi buruk ketika pesawat mengalami gangguan serius di udara akibat insiden tak terduga.
Tak lama berselang, pesawat tersebut jatuh dan terhempas ke laut lepas. Sebagian badan pesawat terdampar di dasar laut dalam kondisi rusak parah, menjebak para penumpang yang selamat di dalam kabin yang perlahan terisi air.
Di tengah kepanikan, sekelompok penumpang yang masih hidup berusaha bertahan dengan memanfaatkan sisa ruang udara di dalam pesawat. Waktu menjadi musuh utama, karena oksigen semakin menipis dan tekanan air laut terus meningkat.
Masalah tidak berhenti sampai di situ. Para korban segera menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Gerakan misterius di luar badan pesawat menandakan kehadiran hiu-hiu buas yang mengintai, siap menyerang siapa pun yang mencoba keluar.
Ketegangan semakin meningkat ketika para penyintas harus mengambil keputusan sulit: tetap menunggu bantuan yang belum tentu datang, atau mempertaruhkan nyawa dengan berenang keluar menuju permukaan laut yang jauh.
Konflik antarpenumpang pun tak terhindarkan. Perbedaan pendapat, rasa takut, dan kepentingan pribadi memicu pertikaian di ruang sempit yang kian sesak, memperumit upaya bertahan hidup.
Sementara itu, air terus masuk ke dalam kabin, membuat kondisi semakin kritis. Setiap detik terasa berharga, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada kematian.
Di saat harapan hampir sirna, satu keputusan berani menjadi penentu nasib mereka. Apakah para penyintas mampu meloloskan diri dari dasar laut yang mematikan, atau justru terjebak selamanya bersama para predator laut? Jawabannya akan membuat penonton terpaku hingga akhir film.
(tya/tey)











































