Kepulan asap cerutu, deru mesin mobil klasik, dan atmosfer kota kecil Amerika era 1930-an menjadi kanvas bagi Battle Creek Brawl. Film laga legendaris ini bukan sekadar tontonan bela diri biasa, melainkan sebuah perpaduan apik antara komedi khas Jackie Chan dan kerasnya pertarungan jalanan ala Barat.
Film ini dibintangi Jackie Chan sebagai Jerry Kwan. Sejumlah pemeran lain ikut mengisi cerita, seperti Jose Ferrer sebagai Dominici, Kristine DeBell, Mako, dan Rosalind Chao. Kombinasi aktor Barat dan Asia memberi warna berbeda dalam perjalanan film ini. Battle Creek Brawl dijadwalkan tayang di Bioskop Trans TV, Jumat (2/1/2026) pukul 23.00 WIB.
Sinopsis Film Battle Creek Brawl di Bioskop Trans TV
Jerry Kwan dikenal sebagai petarung tangguh yang hidup bersama pamannya. Hidup mereka sederhana, namun kemampuan Jerry dalam bertarung membuat namanya perlahan terdengar di kalangan tertentu. Tanpa banyak ambisi, Jerry hanya ingin hidup tenang dan menjaga orang terdekatnya.
Ketentraman itu mulai terganggu saat sebuah turnamen ilegal bernama Battle Creek Brawl digelar secara rahasia. Ajang ini mempertemukan petarung-petarung brutal dari berbagai latar, dengan uang taruhan besar dan reputasi sebagai hadiah utama. Nama Jerry pun masuk radar penyelenggara.
Tekanan datang dari berbagai arah. Jerry dipaksa terlibat dalam turnamen demi keselamatan pamannya. Dengan setengah hati, ia melangkah ke arena pertarungan bawah tanah yang penuh intrik, kekerasan, dan aturan kejam.
Satu per satu lawan menghadang dengan gaya bertarung berbeda. Setiap duel terasa makin berbahaya, bukan sekadar adu fisik, tapi juga pertaruhan nyawa. Jerry mulai menyadari ajang ini menyimpan agenda gelap yang lebih besar dari sekadar hiburan.
Ketegangan meningkat saat Jerry mencapai babak penting. Kekuatannya diuji, mentalnya diguncang, dan pilihan hidupnya semakin sempit. Di titik ini, pertarungan tak lagi soal menang atau kalah.
Menjelang akhir, satu pertarungan penentuan menanti Jerry, sementara rahasia di balik turnamen mulai terkuak. Apakah ia mampu keluar sebagai pemenang dan membebaskan diri dari lingkaran kekerasan itu, atau justru terjebak lebih dalam sehingga penonton perlu menyaksikan film ini sampai tuntas?
(iqk/iqk)