Mengenal Siklus Menstruasi dan Cara Menghitungnya

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 07:37 WIB
Ilustrasi menstruasi
Foto: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79

Siklus menstruasi adalah rangkaian perubahan yang terjadi setiap bulan pada tubuh perempuan sebagai persiapan untuk kemungkinan kehamilan. Karena terjadi setiap bulan secara berulang, maka dikenal dengan istilah siklus.

Rata-rata perempuan yang sehat dan fungsi tubuhnya normal akan mengalami siklus menstruasi secara rutin. Bahkan siklus menstruasi bisa dihitung, sehingga perempuan bisa mengantisipasi kapan dirinya akan mengalami menstruasi. Bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel ini.

Apa Itu Siklus Menstruasi?

Siklus menstruasi adalah serangkaian perubahan bulanan yang dialami tubuh perempuan sebagai persiapan untuk kemungkinan kehamilan, dikutip dari situs Mayo Clinic. Menstruasi terjadi ketika salah satu ovarium melepaskan sel telur. Proses pelepasan sel telur ini disebut juga dengan ovulasi. Sel telur yang tidak dibuahi hingga masa ovulasi, lapisan rahim akan luruh dan keluar melalui vagina.


Siklus menstruasi bersifat kompleks dan dikendalikan oleh berbagai kelenjar dan hormon. Dilansir Better Health Channel, hipotalamus dalam otak menyebabkan kelenjar pituitari memproduksi zat kimia yang mendorong ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Bagaimana Menstruasi Terjadi

Dilansir situs NHS UK, menstruasi terjadi karena adanya peran hormon. Utamanya hormon estrogen yang mendorong ovarium berkembang, melepaskan sel telur, dan menebalkan lapisan dinding rahim untuk menyangga janin apabila terjadi kehamilan. Selain itu, ada hormon progesteron yang berperan mempersiapkan rahim untuk implantasi embrio atau terjadinya kehamilan.

Sel telur akan masuk menyusuri saluran tuba falopi untuk dibuahi. Namun, apabila tidak terjadi pembuahan, sel telur akan diserap kembali ke dalam tubuh. Hormon estrogen dan progesteron akan menurun dan menyebabkan lapisan dinding rahim yang tebal pun luruh dan keluar dari vagina.

Fase dalam Siklus Menstruasi

Ketika menstruasi berlangsung, ada beberapa fase yang dilalui seorang perempuan. Mengutip Healthline, berikut 4 fase dalam siklus menstruasi.

1. Fase Menstruasi

Ini merupakan fase pertama ketika menstruasi terjadi. Fase menstruasi dimulai ketika lapisan dinding rahim luruh akibat sel telur tidak dibuahi dan hormon estrogen serta progesteron berkurang.
Fase menstruasi biasanya berlangsung antara 3-7 hari. Namun, beberapa perempuan mengalami fase menstruasi yang lebih panjang. Selama fase ini, biasanya perempuan mengalami beberapa gejala seperti kram, sakit kepala, lesu, dan mood swing.

2. Fase Folikuler

Fase ini juga dimulai bersamaan dengan fase menstruasi, sehingga ada tumpang tindih. Fase folikuler ditandai dengan proses hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon perangsang folikel. Berkat hormon ini, ovarium menghasilkan 5-20 kantong kecil berisi sel telur yang belum matang (folikel).

Salah satu atau dua telur yang paling sehat akan menjadi sel telur matang dan siap dibuahi. Sisanya yang belum matang akan diserap kembali ke dalam tubuh. Fase folikuler biasanya berlangsung antara 11-27 hari dan berakhir saat seseorang berovulasi.

3. Fase Ovulasi

Fase ovulasi terjadi saat ovarium melepaskan sel telur yang matang. Sel telur akan masuk dan menuruni tuba falopi menuju rahim, siap dibuahi oleh sperma. Selama fase ini, kemungkinan kehamilan sangat tinggi.

Beberapa gejala dirasakan perempuan selama fase ini, antara lain suhu tubuh basal yang sedikit naik dan keputihan kental dengan tekstur seperti putih telur. Fase ovulasi biasanya berlangsung sekitar hari ke-14 jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari. Ovulasi hanya berlangsung selama kurang lebih 24 jam.

4. Fase Luteal

Pada fase ini, folikel yang telah melepaskan sel telurnya berubah menjadi korpus luteum. Struktur ini meningkatkan hormon estrogen dan progesteron yang mempersiapkan organ-organ seperti dinding rahim untuk kemungkinan kehamilan.

Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan menyusut dan diserap kembali oleh tubuh. Selama fase ini pula, perempuan akan mengalami pre menstruation syndrome (PMS) sebelum memasuki fase menstruasi. Fase luteal berlangsung antara 11-17 hari.

Kapan Siklus Menstruasi Dianggap Normal

Siklus menstruasi yang normal dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya, dilansir Mayo Clinic. Umumnya siklus berlangsung selama 21-35 hari, termasuk fase menstruasi yang berlangsung 3-7 hari.

Namun, siklus menstruasi setiap perempuan berbeda-beda. Ada pula yang mengalami siklus menstruasi berubah-ubah setiap bulan. Selama tidak mengganggu dan tidak ada tanda-tanda penyakit, dan selama perempuan tersebut nyaman menjalaninya, maka siklus menstruasi masih dianggap normal.

Dokter RSPI Pondok Indah dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOG-KFER, MSc, menerangkan bahwa durasi menstruasi normal adalah sekitar 3-8 hari. Jumlah darah menstruasi yang dikeluarkan berkisar antara 25-80 cc.

"Tapi bagaimana bisa memperkirakan? Dengan dilihat pembalutnya, berapa kali dia ganti pembalut. Pembalut bisa menampung sekitar 3-10 cc satu kali. Umumnya 3-4 kali ganti pembalut itu normal," jelas dr Yassin.

Perbedaan Antara Siklus Menstruasi Normal dan Tidak

Menyambung penjelasan di atas, dr Yassin menilai jika menstruasi terjadi kurang atau lebih daripada rata-rata normal itu, artinya ada kemungkinan menstruasi tidak normal. Misalnya fase menstruasi kurang dari 3 hari atau lebih dari 8 hari.

Dilansir situs Very Well Family, berikut ciri-ciri siklus menstruasi tidak normal.

1. Kram Perut Berlangsung Terlalu Lama

  • Normal: Kram perut biasa terjadi antara 2-3 hari pada awal menstruasi.
  • Tidak normal: Kram perut terjadi sepanjang menstruasi.

2. Aktivitas Terganggu

  • Normal: Masih bisa beraktivitas seperti biasanya meskipun ada sedikit ketidaknyamanan.
  • Tidak normal: Sulit hingga tidak bisa beraktivitas.

3. Kram Disertai Mual dan Muntah

  • Normal: Gejala yang dirasakan hanya kram.
  • Tidak normal: Gejala kram disertai rasa mual dan ingin muntah.

4. Darah yang Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit

  • Normal: Darah yang keluar antara 25-30 cc selama menstruasi.
  • Tidak normal: Darah yang keluar kurang dari atau lebih dari 25-30 cc selama menstruasi.

5. Pinggul Terasa Sakit di Luar Fase Menstruasi

  • Normal: Rasa sakit di pinggul hanya terjadi selama menstruasi.
  • Tidak normal: Rasa sakit di pinggul terjadi di luar masa menstruasi.

Cara Menghitung Siklus Menstruasi

Menghitung siklus menstruasi penting dilakukan untuk mengetahui kapan masa subur dan tidak, terutama bagi perempuan yang menginginkan kehamilan. Dilansir LAIVF Clinic, siklus menstruasi berlangsung selama 21-35 hari, dihitung sejak hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Salah satu yang paling penting diketahui dalam siklus menstruasi adalah fase ovulasi. Ovulasi biasanya berlangsung antara hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam satu siklus menstruasi.

Jika siklus menstruasi Anda 28 hari, maka ovulasi terjadi di hari ke-14. Jika siklus menstruasi 26 hari, maka ovulasi terjadi di hari ke-12. Jika siklus menstruasi 30 hari, maka ovulasi terjadi di hari ke-16. Begitu seterusnya.

Untuk mengetahui siklus menstruasi Anda, catat masa menstruasi setiap bulan selama 3 bulan. Dari situ, Anda akan mengetahui siklus rutin Anda. Durasi harinya bisa berbeda-beda, misalnya bulan pertama 24 hari dan bulan kedua 26 hari. Namun, hal ini masih terhitung normal.

dr Yassin pun mengungkapkan bahwa ada kemungkinan siklus menstruasi maju atau mundur. "Siklus haid bisa maju mundur sampai 7 hari. Misalnya bulan ini 24 hari, bulan depannya 30 hari, bulan depannya lagi jadi 21 hari. Maju mundurnya kurang lebih 7 hari," jelasnya.

Ciri Menstruasi Tidak Normal

Lebih lanjut, dr Yassin menjelaskan beberapa ciri-ciri yang menunjukkan menstruasi tergolong tidak normal.

1. Siklus

Siklus menstruasi kemungkinan maju atau mundur sekitar 7 hari. Namun, jika waktu maju dan mundur tersebut jauh dari 7 hari, maka ada kemungkinan siklus menstruasi tidak normal.

2. Durasi

Dilihat dari durasinya, jika menstruasi berlangsung kurang dari 3 hari atau lebih dari 8 hari, maka ada kemungkinan siklus menstruasi tidak normal dan ada masalah pada organ reproduksi.

3. Jumlah Darah

Darah yang normal dikeluarkan selama masa menstruasi antara 25-30 cc. Lebih dari itu bisa jadi menandakan siklus menstruasi tidak normal.

4. Nyeri yang Muncul

Jika selama masa menstruasi, perempuan merasakan nyeri yang hebat sampai mengganggu aktivitas, maka siklus menstruasinya mungkin tergolong tidak normal.

5. Tidak Haid sampai Berbulan-bulan

Jika tidak hamil tetapi tidak menstruasi sampai 3-4 bulan, kemungkinan ada masalah pada siklus menstruasi. dr Yassin menyebutkan kemungkinan adanya gangguan ovulasi atau gangguan pada pematangan sel telur.

Nah, sekarang detikers sudah lebih memahami tentang siklus menstruasi dan bagaimana cara menghitungnya. Apakah siklus menstruasi Anda normal? Jika tidak, segera konsultasikan dengan dokter.



Simak Video "Ini Alasan Anindita Hidayat Jadi Influencer"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)