10 Cara Mengatasi Keputihan Secara Alami dan Aman

Kholida Qothrunnada - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 11:46 WIB
ilustrasi vagina
Foto: iStock

Keputihan atau flour albus adalah kondisi adanya cairan atau lendir selain darah dari liang vagina. Cairan keputihan yang normal itu cenderung jernih dan tidak berbau menyengat.

Keputihan berasal dari kelenjar dalam vagina dan leher rahim. Keputihan sendiri bukan termasuk golongan penyakit, tapi memang bisa jadi salah satu tanda dan gejala dari suatu penyakit organ reproduksi wanita.

Keputihan yang terjadi secara normal biasanya karena dipengaruhi oleh hormon tertentu. Namun jika keputihan itu dirasa tidak normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan medis ke laboratorium.


Dikutip dari laman Health Line, jumlah keputihan bisa meningkat akibat dari ovulasi, gairah seksual, pil KB, maupun saat kehamilan. Normal atau tidaknya keputihan juga bisa dilihat dari warna, bau, dan tekstur cairan keputihan.

Mengalami keputihan mungkin akan mengganggu dan terasa kurang nyaman bagi sebagian besar wanita. Adanya keputihan juga bisa menunjukkan kondisi ketidakseimbangan bakteri sehat di vagina kamu lho.

Nah buat kamu para ciwi-ciwi, penting banget nih buat tahu cara mengatasi keputihan secara alami dan aman. Sebelum mengetahui cara mengatasi keputihan, ada baiknya kita tahu dulu apa saja penyebab keputihan di bawah ini!

Penyebab Keputihan

Menurut Setyana (2012) dalam repository Poltekkes Denpasar, berikut adalah 4 faktor penyebab utama keputihan antara lain:

Penyebab Keputihan Fisiologis

  1. Masa sekitar pertama kalinya haid datang (menarche), keadaan ini disebabkan oleh hormon estrogen
  2. Masa sekitar ovulasi (karena produksi kelenjar-kelenjar rahim dan pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron)
  3. Seorang wanita yang sedang terangsang secara seksual
  4. Akseptor kontrasepsi pil yang mengandung hormon estrogen dan progesteron (karena bisa meningkatkan lendir servik menjadi lebih encer).

Penyebab Keputihan Faktor Konstitusi

  1. Kelelahan fisik
  2. Stres emosional (misal masalah keluarga atau masalah pekerjaan)
  3. Status imun yang menurun
  4. Penggunaan obat - obatan.

Penyebab Keputihan Akibat Iritasi

  1. Penggunaan sabun organ intim
  2. Penggunaan pembilas atau pengharum vagina
  3. Teriritasi karena pemakaian celana.

Penyebab Keputihan Patologis

  1. Benda asing yang masuk dalam vagina
  2. Infeksi vagina oleh jamur, virus, parasit, tumor, atau kanker pada alat kelamin.

Ciri-ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal

Ciri Keputihan Normal

  1. Cairannya berwarna jernih (transparan), atau warnanya menyerupai susu (masih normal)
  2. Tekstur cairannya tidak terlalu kental
  3. Tidak disertai rasa nyeri atau gatal
  4. Cairan tidak keluar secara berlebihan.

Keputihan yang normal itu terjadi pada masa menjelang dan sesudah menstruasi, yakni sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 menstruasi. Sebenarnya, cairan saat keputihan itu juga bisa berfungsi sebagai pelindung vagina agar tetap lembab.

Ciri-ciri Keputihan Tidak Normal

  1. Cairan berwarna kuning kehijauan, cokelat
  2. Tekstur cairannya kental
  3. Ada keluhan nyeri dan rasa gatal
  4. Berbau busuk
  5. Cairannya keluar secara berlebihan.

Keputihan tidak normal (abnormal) bisa terjadi pada semua infeksi alat kelamin. Misalnya, infeksi bibir kemaluan, liang senggama, mulut rahim, serta infeksi yang disebabkan karena penyakit menular seksual.

10 Cara Mengatasi Keputihan Secara Alami

1. Cuci Bersih Sekitar Vagina

Cara mengatasi keputihan secara alami yang aman dan mudah yaitu dengan mencuci vagina cukup dengan air, secara lembut. Hal ini akan membantu vagina kamu bersih dari keputihan.

Setelah dari kamar mandi, jangan lupa untuk selalu mengusap dari depan ke belakang ya. Itu merupakan cara untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina.

2. Jangan Sembarangan Pakai Produk Kewanitaan

Jangan pernah menggunakan sabun beraroma, produk feminin atau douche ke vagina. Saat membersihkan vagina, kamu juga tidak perlu memasukkan sabun langsung ke dalam ya.

3. Pakai Kondom saat Berhubungan Seksual

Saat melakukan aktivitas seksual, kamu perlu pertimbangkan untuk menggunakan kondom atau metode penghalang lainnya. Mintalah kepada pasangan untuk memakai kondom, hal itu dilakukan untuk menghindari infeksi menular seksual (IMS).

Kamu juga perlu membersihkan mainan seks secara menyeluruh, untuk mengurangi risiko infeksi. Hal-hal tadi juga bisa untuk membantu memaksimalkan pengobatan keputihan.

4. Rutin Mengganti Tampon atau Pembalut

Rutin mengganti tampon atau pembalut menjadi untuk menjaga vagina kita tetap bersih. Hal tersebut termasuk cara untuk mengatasi keputihan agar terhindar dari jamur.

5. Menggunakan Minyak Pohon Teh

Minyak pohon teh adalah minyak esensial bisa digunakan untuk membantu membunuh jamur, bakteri, dan virus. Sebuah riset tahun 215 oleh Maura Di Vito, dkk, dalam National Center of Biotechnology Information, menunjukkan minyak pohon teh bisa membantu mengobati infeksi vagina.

Menggunakan suppositoria (obat padat) vagina pohon teh boleh digunakan sesekali. Jika kamu memiliki kulit sensitif, jangan banyak gunakan minyak pohon teh ini ya. Hentikan penggunaan apabila terjadi ketidaknyamanan.

6. Mengkonsumsi Yoghurt

Yogurt dianggap bisa sebagai probiotik karena mengandung bakteri hidup, seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri itu sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat di sekitar vagina.

Untuk mendapatkan manfaatnya, kamu bisa memakan yogurt atau mengoleskannya ke vulva di sekitar vagia. Kalau kamu nggak suka yogurt, kamu bisa mengkonsumsi suplemen probiotik atau mencoba makanan probiotik lainnya. Ketika menggunakan yogurt untuk infeksi jamur, kamu pilih yogurt Yunani.

7. Mengkonsumsi Bawang Putih

Studi tahun 2005 oleh Jennifer A. Shuford, dkk, dari Mayo Clinic College of Medicine Department, kalau bawang putih mampu membunuh jamur Candida, walaupun tidak seefektif obat anti jamur lain seperti nistatin (Nystop).

Jika kamu ingin mencoba bawang putih untuk mengobati infeksi jamur, kamu bisa tambahkan lebih banyak bawang putih ke dalam makanan. Ada beberapa situs web yang merekomendasikan memasukkan bawang putih ke dalam vagina, tapi itu tidak disarankan ya.

Ketika dioleskan pada kulit atau mukosa, senyawa aktif dalam bawang putih bisa menyebabkan luka bakar dan terasa nyeri. Mukosa atau selaput lendir merupakan jenis jaringan lembab yang melapisi dinding vagina.

8. Mengkonsumsi Vitamin C

Vitamin C bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh, yang juga berperan dalam kesehatan kulit. Vitamin C juga disebut asam askorbat, yang memiliki komponen antimikroba.

Beberapa orang menambahkan vitamin C ke dalam makanan mereka, untuk mengobati pertumbuhan berlebih Candida. Kamu bisa meningkatkan asupan vitamin C, untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengalahkan infeksi jamur. Ingat, jangan mengoleskan vitamin C jaringan vagina yang sensitif.

9. Mengkonsumsi Vitamin E

Beberapa dokter merekomendasikan untuk mengkonsumsi vitamin E untuk jenis vaginitis tertentu. Faktanya, penelitian tahun 2020 Silvana Barros, dkk, dari University of North Carolina, menemukan kalau vitamin E membantu mengurangi peradangan pada Candida albicans.

Suppositoria vitamin E juga membantu mengurangi risiko vaginitis atrofi yang merupakan kondisi penipisan dinding vagina. Vaginitis atrofi disebabkan oleh kekurangan estrogen.

Vaginitis atrofi akan menyebabkan perubahan pada lingkungan asam vagina, sehingga meningkatkan risiko infeksi bakteri dan jamur. Supositoria vitamin E atau minyak vitamin E bisa digunakan sekali atau dua kali sehari, selama 3-14 hari untuk menenangkan selaput lendir vagina dan vulva.

10. Mengenakan Pakaian Dalam Berbahan Katun

Saat sedang keputihan, ada baiknya kamu mengenakan pakaian dalam berbahan katun. Sifat bahan katun bisa membuat vagina kamu terasa lebih nyaman. Hindari juga pemakaian celana dalam yang terlalu ketat ya.

Cara Mencegah Keputihan

Walaupun keputihan itu alami, tapi kamu bisa mencegah agar kamu tidak mengalami keputihan yang tidak normal atau untuk mengurangi kemungkinan infeksi. Dikutip dari repository Poltekkes Yogyakarta, tindakan atau cara mencegah keputihan adalah sebagai berikut:

1. Pola Hidup Sehat

Cara untuk mencegah keputihan adalah dengan punya pola hidup sehat. Misalnya, rutin berolahraga, istirahat cukup, menghindari rokok dan alkohol. Selain itu, kamu juga perlu menghindari stres berkepanjangan.

2. Menjaga Kebersihan

Keputihan bisa dicegah dengan dengan menjaga kebersihan di sekitar area pribadi tubuh kita. Biasakan untuk membersihkan atau membasuh alat kelamin tiap kali buang air.

Selain itu, kamu juga perlu menghindari meminjam perlengkapan mandi. Jika berada di toilet umum, biasakan untuk mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya ya.

3. Hindari Promiskuitas

Promiskuitas adalah istilah untuk orang yang sering melakukan seks bebas, dengan pasangan yang berbeda. Oleh karena itu, kamu perlu hindari promiskuitas untuk mencegah kemungkinan penularan penyakit seksual.

4. Hindari Menggunakan Celana Ketat

Cara mencegah keputihan salah satunya adalah dengan menghindari pemakaian celana yang terlalu ketat. Kamu bisa menggunakan celana yang bahannya bisa menyerap keringat. Selain itu, biasakan untuk mengganti pembalut dan pantyliner rutin, untuk mencegah penumpukan bakteri.

5. Memperhatikan Penggunaan Produk Kewanitaan

Penggunaan produk pembersih vagina sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Penggunaan yang berlebihan, bisa mematikan flora normal vagina. Jika ingin tetap memakainya, kamu perlu konsultasi secara medis ke dokter.

Selain itu, penting juga untuk menghindari penggunaan bedak talcum, sabun, atau pewangi pada daerah vagina lainnya. Hal-hal itu bisa menyebabkan kemungkinan iritasi.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Kondisi keputihan tidak boleh dianggap remeh, karena setiap wanita berbeda kamu juga perlu memperhatikan siklus keputihan. Apabila saat mengalami keputihan kamu mengalami ciri-ciri kondisi keputihan yang tidak normal, kamu perlu bicarakan kondisi tersebut ke dokter.

Demikian informasi bagaimana cara mengatasi keputihan secara alami. Semoga bermanfaat!



Simak Video "Ini Alasan Anindita Hidayat Jadi Influencer"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)