Deru knalpot dan kilatan senjata tajam kembali mencoreng keheningan malam di sudut Kota Bandung.
Dua orang pemuda bersimbah darah setelah diserang secara membabi buta oleh sekelompok anggota geng motor di ruas Jalan Bojong Raya, Kecamatan Bandung Kulon, Senin (19/10/2026) dini hari sekitar pukul 00.35 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar penyerangan brutal itu seketika viral di jagat media sosial setelah rekaman pascakejadian memperlihatkan korban mengalami pendarahan hebat di sejumlah bagian tubuhnya.
Dua korban yang menjadi sasaran sabetan celurit tersebut diketahui berinisial MA (17), seorang pelajar, serta rekannya S (19) yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang.
Kapolsek Bandung Kulon Kompol Yusuf Tojiri mengonfirmasi peristiwa berdarah tersebut serta membeberkan kondisi fisik kedua korban usai mendapatkan pertolongan medis.
"MA, mengalami luka bacok lengan kanan dan luka di bagian paha kanan dan korban S mengalami luka bacok lengan kiri," kata Kapolsek Bandung Kulon Kompol Yusuf Tojiri, Selasa (20/10/2026).
Insiden mencekam itu bermula saat dua orang pemuda lain, yakni saksi MR (17) dan MS (22), tengah berboncengan sepeda motor usai mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Niat bergegas pulang menuju kediaman di Jalan Bojong Raya mendadak dibayangi ketakutan ketika mereka berpapasan dengan konvoi mencurigakan tepat di depan kawasan Ganesa.
Di tengah pekatnya malam, gerombolan bermotor yang ditaksir berjumlah sekitar sepuluh kendaraan itu semula melaju ke arah Jalan Cijerah. Namun, situasi seketika berbalik mencekam saat sorot lampu motor saksi menarik perhatian para pelaku.
"Tiba-tiba kelompok motor tersebut melihat MR dan MS di belakang dan mereka putar balik dan mengejar, melihat pelaku mutar balik kedua saksi masuk ke gang H Sanusi dan pada saat didalam gang ketemu korban MA yang sedang main HP, lalu saksi MR memberitahu ke korban MA bahwa ada kelompok motor yg mengejar mereka dengan membawa senjata tajam berupa celurit, lalu kedua menyimpan kendaraan di rumah," ungkapnya.
Alih-alih berlindung dan bertahan di dalam gang, kabar adanya sekelompok orang bersenjata tajam justru memantik rasa penasaran MA. Pemuda 17 tahun itu lantas melangkah ke arah mulut gang untuk memastikan situasi.
Namun, kehadiran MA di tepi jalan langsung direspons beringas oleh kawanan bermotor yang mengejarnya hingga masuk ke lorong permukiman, beruntung saat itu ia sempat menyelamatkan diri.
Akan tetapi, situasi memanas ketika rekan korban lainnya mendadak keluar gang hingga memicu kenekatan untuk mengejar balik gerombolan tersebut ke jalan raya. Tindakan itu berakhir petaka tatkala para pelaku berbalik menyerang dengan senjata tajam yang telah disiapkan.
"Kedua korban di bacok oleh pelaku, atas kejadian tersebut korban MA mengalami luka bacok di lengan kanan dan paha kanan sedangkan korban S mengalami luka bacok di lengan kiri," tuturnya.
Usai melukai kedua korban hingga terkapar dan bersimbah darah di jalanan, gerombolan bermotor tersebut langsung memacu kendaraannya melarikan diri ke dalam gelapnya malam.
Yusuf memastikan aparat kepolisian tidak tinggal diam dan telah mengerahkan jajaran Unit Reskrim Polsek Bandung Kulon untuk memburu serta meringkus komplotan bersenjata celurit tersebut demi memulihkan rasa aman warga.
(ral/sud)
