Niat awal I Gede Dana (39) sebenarnya sederhana, yakni sekadar menemani sang sahabat, I Ketut Selamat (49), yang bersikeras ingin mencari keberadaan seorang wanita. Namun, pencarian itu berujung sia-sia setelah menyadari bahwa sosok perempuan yang terus dicari Selamat ternyata cuma imajinasi alias fiktif.
Lelah dan merasa dipermainkan oleh ilusi rekannya sendiri, amarah Dana akhirnya meledak. Kekesalan yang memuncak itu berujung pada aksi penganiayaan maut di kawasan Kintamani, Bangli, Bali.
Jasad Selamat kemudian ditemukan dalam posisi tertindih sepeda motor di area Pondokan Dadem, Desa Sukawana, Kintamani, pada Selasa (6/10/2026). Dugaan kuat polisi mengarah pada Dana, yang disinyalir menghantam kepala korban menggunakan sebatang kayu hingga tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka atas nama I Gede Dana. Tersangka ini membunuh korban dengan sebatang kayu," kata Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra saat konferensi pers di Mapolsek Kintamani, Selasa (13/10/2026).
Anggun mengatakan pembunuhan itu bermula sehari sebelum Selamat ditemukan tewas. Sejak pagi hingga pukul 16.00 Wita, Dana diajak Selamat berkeliling untuk menemui seorang perempuan. Keduanya juga sempat berpesta minuman keras (miras).
Namun, hasil penyelidikan menunjukkan perempuan yang dicari Selamat tidak pernah ada. Sosok tersebut hanya ada dalam imajinasi Selamat akibat gangguan mental berupa halusinasi yang dialaminya setelah bercerai dengan istrinya.
Sementara itu, Dana dianggap Selamat sebagai teman curhat karena memiliki dua istri. "Jadi tersangka ini dianggap semacam guru karena istrinya dua," kata Adhika.
Dana yang telanjur ikut berkeliling dengan sepeda motor akhirnya merasa lelah menuruti tingkah laku Selamat. Kekesalan Dana memuncak pada Selasa pagi.
Namun, kekesalan itu justru dibalas amarah Selamat. Petani tersebut melempari Dana dengan batu dan potongan kayu. Meski semua lemparannya meleset, Selamat kemudian mencoba kabur.
"Mungkin karena ada masalah dengan motor korban karena dinyalakan tidak menyala, tersangka mendekat. Selamat dapat didekati dan dihantam dua kali di kepala Dana bagian belakang Dana, pakai sebatang kayu yang ia temukan di jalan itu," ungkapnya.
Anggun mengatakan posisi jasad Selamat yang tertindih motor bukan rekayasa Dana untuk menutupi pembunuhan. Selamat jatuh tersungkur ke sisi kanan setelah dihantam, kemudian tertimpa motornya sendiri yang juga ambruk ke sisi kanan.
"Kami sempat interogasi tersangka, dia mengaku sempat memukul motor korban. Karena, posisi motor rubuh ke kanan, tapi kaca spion sebelah kirinya rusak," katanya.
"Tapi, karena korban jatuh duluan, jasadnya tertindih stang motornya," imbuhnya.
Sebelumnya, Selamat diduga tewas akibat kecelakaan saat jasadnya ditemukan seorang warga asing asal Inggris di jalan tersebut. Namun, pemeriksaan kondisi jasad di lokasi kejadian dan hasil autopsi menemukan luka di bagian belakang kepala Selamat yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
Artikel ini telah tayang di detikBali. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
