Dugaan Sosok di Balik Penembakan Airgun Remaja Garut

Dugaan Sosok di Balik Penembakan Airgun Remaja Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 16:30 WIB
Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Foto: Getty Images/iStockphoto/ugurhan)
Garut -

Polisi sedang memburu seorang pria yang diduga melakukan aksi penembakan menggunakan pistol airgun terhadap PP, remaja 15 tahun asal Garut. Pelaku disinyalir bukan merupakan anak di bawah umur.

Menurut Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra, saat ini Polres Garut telah mengantongi identitas terduga pelaku. Terduga pelaku itu, diduga kuat berstatus orang dewasa.

"Korbannya anak-anak. Untuk pelaku, sedang kami cari. Pelakunya kemungkinan besar sudah dewasa," kata Herman kepada wartawan, Selasa, (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, kata Herman, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban. Dari keterangan para pihak diketahui, jika pelaku sempat beberapa kali menembakkan pistol airgun tersebut sembarangan.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku," katanya.

Aksi penembakkan yang dialami remaja berinisial PP tersebut diketahui berlangsung pada Sabtu, (26/9/2026) lalu, saat korban dan sejumlah temannya sedang berlibur di sebuah villa di kawasan Sukawening, Garut.

Menurut ibu korban, Fitri Setiawati, kejadian bermula saat anaknya sedang berenang. Namun, pelaku tiba-tiba datang dan berlagak seperti cowboy, dengan menembakkan pistol tersebut beberapa kali.

Salah satu tembakkan mengenai PP, dan pelurunya hingga kini bersarang di mata sebelah kiri. Menurut Fitri, semula keluarga tidak mengetahui jika PP ditembak. Korban hanya mengaku matanya cedera karena terkena bola.

"Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata ada benda asing di mata sebelah kiri. Yang belakangan kami tahu bahwa itu peluru," ungkap Fitri.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian sejumlah pihak. Bupati Garut Syakur Amin berharap agar kasusnya bisa ditangani dengan cepat dan korban mendapatkan keadilan.

"Sudah bertemu juga dengan korban. Pihak rumah sakit juga sudah kami hubungi, supaya korban mendapatkan penanganan medis yang optimal," ungkap Syakur.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads