Jejak Misterius Mayat Terbungkus Karung di Tol Bocimi

Round-up

Jejak Misterius Mayat Terbungkus Karung di Tol Bocimi

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 01 Okt 2026 08:30 WIB
Penemuan mayat di kolong Tol Bocimi Sukabumi.
Jejak Misterius Mayat Terbungkus Karung di Tol Bocimi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Identitas sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr X) yang ditemukan di bawah jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 69, Kampung Langkob, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (29/9) kemarin masih menyisakan misteri.

Lokasi penemuan mayat yang terbungkus karung dan plastik di bawah jembatan Tol Bocimi KM 69 berada di dasar jurang terjal yang nyaris tak terjamah. Dari kejauhan, lintasan jembatan beton jalan tol tampak menjulang tinggi di atas rimbunnya hutan semak belukar yang menyembunyikan titik dasar TKP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tubuh pria nahas itu ditemukan terbujur kaku di atas tanah lembap, terhalang lebatnya semak belukar dan pohon-pohon mati. Saat ini, petugas telah mensterilkan lokasi penemuan dengan melingkarkan garis polisi yang membentang di antara semak-semak.

Tepat di balik garis polisi, sisa-sisa pembungkus tubuh korban tampak masih berceceran. Di sela-sela rerumputan kering tersebut, terlihat jelas hamparan terpal plastik hitam, robekan kantong plastik, dan bekas karung waring abu-abu yang sebelumnya membalut jasad nahas itu.

ADVERTISEMENT

Ketinggian jembatan tol dari dasar semak-semak tersebut diperkirakan mencapai puluhan meter. Salah seorang warga setempat, Hendi, menyebut jurang tempat ditemukannya jasad memang sangat dalam dan berjarak cukup jauh dari permukiman maupun area makam keramat.

"Memang tinggi, kurang lebih pas di bawah jembatan itu antara 20 meteran ketinggiannya. Kalau dari Makam Keramat (Raden Boros Ngora) sampai ke TKP itu sekitar 600 meteran, memang lumayan jauh," kata Hendi saat menceritakan kondisi lokasi kejadian, Rabu (30/9).

Hendi juga membenarkan warga pertama yang melihat jasad tersebut langsung lari ketakutan begitu mencium bau menyengat dan melihat bungkusan mencurigakan di semak-semak.

"Yang menemukan itu tukang ngambil rumput, dia kaget langsung kabur," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Linmas Desa Cibunarjaya, Taufik Hidayat alias Opik (60), yang ikut turun langsung ke dasar jurang, menduga kuat jasad sengaja dilempar oleh pelaku dari atas jembatan tol.

"Karena itu lempar dari atas jalan tol. Kalau tidak dibungkus, semua hancur," ujar Taufik kepada detikJabar saat ditemui di lokasi kejadian sambil mengenakan caping dan penutup wajah.

Taufik menggambarkan posisi korban saat pertama kali ditemukan tergeletak membujur di dasar jurang. "Kepalanya ceritanya ke arah Sukabumi, kakinya ke arah Bogor. Posisinya telungkup," terangnya.

Saat dilihat dari dekat, bagian kepala hingga badan dibalut karung bekas bawang, sementara bagian bawahnya menggunakan karung berukuran jumbo serta plastik hitam.

Selain itu, jasad pria yang diperkirakan memiliki postur tinggi sekitar 170 sentimeter itu juga diikat kencang di beberapa titik.

"Itu terikat tiga ikatan. Kaki, tangan, sama kepala," ungkap Taufik.

Untuk kondisi jenazah, sudah membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat membuat ikatan tali pada tubuh korban sebagian tersamarkan cairan serta belatung.

Area dasar jurang tol yang sepi dan tertutup rapat vegetasi liar tersebut kini menyisakan tanda tanya besar terkait siapa dalang di balik aksi pembuangan jasad nahas tersebut.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengatakan, karena kondisi fisik jenazah yang sudah membusuk, pihaknya belum dapat melakukan pencocokan sidik jari melalui sistem kepolisian.

"Mencari identitaslah kesulitannya. Kondisi sudah pembusukan, sebagian sudah jadi tengkorak. Wajah sudah tidak terlihat bentuk wajah, terus sidik jari sudah melepuh," kata Dudi saat dihubungi via telepon.

Di tengah sulitnya mengenali wajah dan sidik jari korban, polisi mengantongi petunjuk penting dari pakaian yang melekat pada tubuh korban. Berdasarkan pengecekan awal, pria malang tersebut mengenakan kaos bermotif Barong Bali.

"Petunjuk paling terlihat sekarang hanya menggunakan kaos warna putih bergambar barong bertuliskan Bali, dan celana training hitam ber-list kuning," terangnya.

Selain pakaian tersebut, polisi tidak menemukan tanda khusus lain pada fisik korban. Tak ada tato maupun aksesoris berharga yang melekat di tubuh jasad.

"Tanda di badan juga enggak ada. Tato, cincin, kalung dan lain sebagainya enggak ada yang melekat," jelas Dudi.

Dudi menambahkan, kepolisian belum dapat memastikan usia korban serta taksiran berapa lama pria itu tewas. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta. "Usia belum, nanti setelah hasil autopsi keluar biar pasti. Kita nunggu hasil autopsi," ucapnya.

Terkait dugaan jasad korban sengaja dilempar pelaku dari atas jalan tol, Dudi membenarkan kemungkinan tersebut. Menurutnya, posisi titik penemuan mayat berada persis di bawah jembatan tol dengan ketinggian sekitar 7 meter.

"Kemungkinan besarnya seperti itulah. Itu di pinggir tol di bawah, ketinggian 7 meter itu," pungkas Dudi.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga laki-laki dengan ciri mengenakan kaos Barong Bali untuk segera melapor ke Satreskrim Polres Sukabumi atau kantor polisi terdekat guna membantu proses penyelidikan.

(wip/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads