Polisi meringkus seorang perempuan berinisial H (23) setelah nekat membakar dua rumah milik orang tuanya di BTN Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur. Aksi destruktif ini diduga dipicu oleh rasa sakit hati mendalam serta pengaruh obat-obatan terlarang.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan tindakan tersebut karena merasa kecewa dan marah terhadap orang tuanya.
"Motifnya karena sakit hati, bukan karena ada sesuatu permintaan yang tidak dipenuhi," ujar Alexander, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menambahkan bahwa rasa sakit hati pelaku berakar dari kecemburuan sosial terkait nafkah. H merasa ayahnya lebih royal kepada orang lain dibandingkan kepada dirinya dan adiknya.
"Pelaku merasa cemburu dan kesal, karena ayahnya lebih memilih memberi uang pada orang lain. Meskipun kerap memberikan biaya hidup, tetapi dirasa pelaku nilainya tidak cukup dan tak sebanding dengan yang diberikan sang ayah pada orang lain," kata Bagus.
Emosi yang tidak terkendali membuat pelaku gelap mata hingga memutuskan untuk menghanguskan aset orang tuanya sendiri.
"Rumah tersebut dibakar agar orangtuanya tidak bisa menempati lagi rumah tersebut," lanjut Bagus.
Selain faktor emosional, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pelaku sedang dalam pengaruh zat adiktif saat melakukan aksinya.
"Hasil tes urine menunjukkan positif BZO atau benzodiazepine. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani rehabilitasi. Namun, proses pemeriksaan tetap berjalan dan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan yang bersangkutan, para saksi, korban maupun barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut," tegas Bagus.
Atas perbuatannya, H kini terancam jeratan Pasal 308 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (29/9/2026) petang. Sehari sebelum pembakaran, H dilaporkan sempat terlibat perselisihan sengit dengan ayahnya. Ia bahkan sempat terlihat membawa senjata tajam sebelum akhirnya dilerai oleh warga sekitar.
Pada Selasa sore, H kembali mendatangi lokasi kejadian. Saat berpapasan dengan tetangga, ia sempat melontarkan ancaman dingin bahwa dirinya akan membakar rumah tersebut. Warga awalnya menganggap ucapan itu hanya gertakan belaka, namun tak lama kemudian api benar-benar berkobar dan menghanguskan dua bangunan milik orang tuanya.
