7 Fakta Uang Rp1,3 M Warga Tiongkok Raib dalam Mobil

7 Fakta Uang Rp1,3 M Warga Tiongkok Raib dalam Mobil

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 30 Sep 2026 07:31 WIB
Ilustrasi uang
Ilustrasi uang (Foto: Getty Images/Andrzej Rostek).
Karawang -

Uang tunai milik seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial CQ (46) raib dari dalam mobil saat siang bolong. Peristiwa dugaan pencurian dengan pemberatan itu terjadi ketika CQ hendak memasuki Gerbang Tol Kalihurip, Desa Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Uang tersebut diketahui baru dibawa CQ dari bank sebelum akhirnya hilang dari dalam mobil. Polisi kini menangani laporan dugaan pencurian tersebut dan menyelidiki bagaimana uang tunai milik korban bisa raib di kawasan gerbang tol.

Berikut fakta-faktanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Disusul Dua Motor

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STTLP) Polresta Karawang, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026), sekitar pukul 11.30 WIB. Kasus itu telah dilaporkan ke Polresta Karawang pada hari yang sama sekitar pukul 19.06 WIB.

Kuasa hukum CQ, Alek Safri Winando, mengatakan kliennya mengalami pencurian saat dalam perjalanan pulang menuju Jakarta setelah mengambil uang sebesar Rp 1,3 miliar dari salah satu bank di Cikampek.

ADVERTISEMENT

Usai keluar dari bank beberapa ratus meter menuju Gerbang Tol Kalihurip, mobil yang dikendarai kliennya disusul tiga orang menggunakan dua sepeda motor.

"Kemudian (pemotor) mengetuk kaca mobil di samping sopir dan memberitahukan bahwa ban mobil yang ditumpangi klien kami kempes," ujar Alek saat ditemui di Mapolresta Karawang, Senin (28/9/2026) malam.

2. Raib dalam Hitungan Detik

Setelah kaca mobil diketuk, korban, staf, dan sopirnya kemudian turun dari mobil BYD M6 bernomor polisi T-1399-RJ yang ditumpangi mereka, lalu melihat kondisi ban kendaraan.

Saat itulah ketiga orang pelaku yang sedari tadi menguntit, kemudian memecahkan kaca bagian penumpang sebelah kanan, lalu menggondol tas berisi uang tunai sejumlah Rp1,3 miliar yang baru saja diambilnya dari bank.

"Kejadian hanya berlangsung beberapa detik, dan uang yang baru 10 menit diambil klien oleh klien kami hilang diambil 3 orang pencuri yang menggunakan sepeda motor," imbuhnya.

3. Minta Polisi Turun Tangan

Atas laporan tersebut, Alek meminta kepolisian bekerja maksimal serta memeriksa sejumlah pihak dalam rentetan kejadian, termasuk pada saat di bank. Terlebih, peristiwa ini berlangsung di siang bolong.

"Saya minta polisi segera bertindak, memeriksa beberapa orang yang ada dalam rentetan kejadian termasuk pegawai bank, apa lagi peristiwa ini terjadi siang hari, para pencuri itu sangat berani," ucap Alek.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jupri membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya saat ini tengah menangani perkara yang dilaporkan.

"Iya benar, laporannya sudah kita terima dan saat ini dalam penanganan. Kami mohon doa agar perkara ini segera terungkap," ujar Ali saat dihubungi.

4. Pelaku Diburu

Satreskrim Polresta Karawang tengah memburu komplotan perampok spesialis pecah kaca yang menyasar seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa tiga orang saksi guna mengidentifikasi para pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri, menegaskan bahwa kasus yang terjadi pada Senin (28/9) siang ini menjadi atensi utama pihaknya.

"Untuk peristiwa pencurian yang terjadi kemarin sekitar pukul 11.30 di kawasan industri Kalihurip tersebut, tengah kami tangani. Laporan sudah diterima dan saksi sudah diperiksa sebanyak tiga orang," kata Ali.

5. Ditipu Ban Kempis

Peristiwa bermula saat korban baru saja mencairkan uang tunai dalam jumlah besar di bank daerah Cikampek. Berdasarkan keterangan polisi, korban membawa total uang Rp1,9 miliar yang dipisahkan ke dalam dua tas.

Aksi kejahatan ini terjadi saat kendaraan korban melintas di jalur menuju Gerbang Tol Kalihurip. Seorang pengendara motor tiba-tiba memepet mobil korban dan memberikan isyarat palsu bahwa ban kendaraan tersebut kempis.

"Korban bersama satu orang staf sekaligus sopir, dan seorang penerjemah, ada bertiga di dalam mobil disusul sepeda motor yang mengetuk kaca mobil memberitahukan bahwa ban kendaraan kempis. 20 meter kemudian korban berhenti tepat di dekat tambal ban," kata dia.

6. Komplotan Terorganisir

Lengah oleh siasat pelaku, seluruh penumpang turun untuk memeriksa ban. Di saat itulah, pelaku lain yang sudah mengintai langsung beraksi.

"Setelah semua orang di dalam mobil keluar mengecek ban, ada 2 orang berbocengan di 1 sepeda motor FU, lalu memecahkan kaca bagian penumpang tengah, dan mengambil tas berisi uang sejumlah Rp1,3 miliar," ungkap Ali.

Hasil penyelidikan sementara menduga aksi ini dilakukan oleh satu komplotan yang terorganisir dengan peran yang berbeda-beda. Polisi memperkirakan pelaku berjumlah antara tiga hingga empat orang.

"Jadi ada 2 sepeda motor tadi, yang 1 memberitahu ban kempes, yang satu yang memecah kaca dan mengambil uang. Ini diperkirakan satu komplotan yang sama, pelaku diperkirakan berjumlah 3-4 orang," paparnya.

7. Periksa CCTV

Saat ini, penyidik masih mendalami berbagai bukti di lapangan, termasuk menyisir rekaman CCTV di sepanjang rute perjalanan korban untuk melacak pelarian pelaku.

"Ini kan masih berjalan, beberapa saksi sudah diperiksa, saksi dari pihak lain juga kita sudah surati untuk dimintai keterangan. CCTV dan alat bukti lain kami sedang berupaya mengumpulkan, mudah-mudahan upayanya berjalan maksimal dan pelaku dapat terungkap," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Bisnis Penjualan Data Pribadi Dibongkar Polisi di Jawa Barat"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads