Ringkasan Kasus Mayat Wanita dalam Kardus di Babakan Ciparay Bandung

Ringkasan Kasus Mayat Wanita dalam Kardus di Babakan Ciparay Bandung

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 19:35 WIB
Warga Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan dalam kardus pada Selasa (1/9).
Warga Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan dalam kardus pada Selasa (1/9). (Foto: Istimewa)
Bandung -

Selasa (1/9/2026) siang, sepertinya bakal menjadi hari yang takkan bisa dilupakan warga Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Mereka menemukan mayat wanita yang terbungkus kardus, yang ternyata merupakan korban pembunuhan.

Setelah penemuan dilaporkan, penyelidikan kasusnya pun akhirnya mendapat titik terang. Pelakunya, SDS (31), ditangkap saat mencoba kabur ke Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas bagaimana kronologinya? Berikut ringkasan kasusnya:

Terbungkus Kardus Tanpa Identitas

Mayat wanita itu ditemukan tanpa identitas apapun. Jasadnya yang terbungkus kardus dibuang di depan gerbang sebuah pabrik kosong yang berada di bilangan Jalan Soekarno Hatta.

ADVERTISEMENT

Temuan itu tadinya tidak menimbulkan kecurigaan apapun dari warga sekitar. Hingga dari kejauhan, ada yang melihat tangan yang mencuat keluar dari dalam kardus hingga akhirnya menarik perhatian.

Begitu diperiksa, warga langsung dibuat terperanjat. Sosok di dalam kardus itu ternyata seorang wanita.

Diduga Korban Pembunuhan

Dugaan pembunuhan makin menguat berdasarkan penuturan warga lainnya bernama Mukhtar (45). Saat itu, ia mengaku melihat langsung saat mayat itu diturunkan di depan gerbang pabrik kosong tersebut.

Bahkan kata dia, mayat yang terbungkus kardus itu sempat digelindingkan oleh pria yang membawanya. Temuan ini langsung dilaporkan ke polisi, sementara pria yang membuang mayat itu langsung melarikan diri.

"Kalau mayatnya diduga cewek, cewek diduga tadi dari tangan gitu. Saya laporan, tapi dia udah nggak ada," tuturnya.

Polisi Cari Bukti Awal

Untuk kebutuhan penyelidikan, mayat itu lalu dibawa ke RS Sartika Asih untuk kebutuhan otopsi. Polisi lalu mencoba mengumpulkan bukti bukti CCTV dan menggali keterangan saksi di lokasi kejadian.

Menurut Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan, hasil pemeriksaan sementara baru mengungkap usia mayat tersebut. Mayat itu berjenis kelamin wanita dengan usia sekitar 30 tahunan.

"Mayat tersebut perempuan, diperkirakan berusia 30 tahun," katanya.

Dilihat dari kondisi korban, Kurniawan pun menduga kuat jika wanita itu merupakan korban pembunuhan. Namun, polisi masih mengumpulkan bukti agar kasus ini menjadi terang benderang.

"Ya, hasil penyelidikan awal dan olah TKP di lokasi diduga ini ada upaya dari pembunuhan, namun demikian kita masih melakukan penyelidikan dari titik awal TKP," tuturnya.

Petunjuk Kuat dari Tetangga Kontrakan

Petunjuk kuat mengenai kasus pembunuhan pun perlahan mulai terurai. Hal ini muncul lewat pengakuan Daniel, tetangga pelaku di sebuah kontrakan di Kelurahan Dungiscariang, Kecamatan Andir.

Saat itu, Daniel mengaku sempat diminta bantuan oleh pelaku untuk mengangkut sebuah kardus besar yang dikemas rapi menyerupai paket kiriman. Daniel menceritakan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat pelaku mendatanginya di kamar kontrakan lantai dua.

"Sekitar pukul 09.30 pagi. Istri saya antar anak sekolah kan jam 09.00, saya main game sebentar, tiba-tiba dia ketok-ketok. 'Pak, bisa minta tolong?' katanya. 'Angkatin barang,'," kata Daniel menirukan perkataan pelaku.

Mayat Korban Disangka Furnitur

Awalnya, Daniel mengira akan membantu memindahkan furnitur atau perabotan kayu. Namun, ia justru diminta mengangkat kardus besar yang bebannya sangat berat.

"Wah, berat, Pak, enggak ke bawa, saya bilang. Enggak kebawa sendiri, harus banyakan," ujar Daniel.

Lantaran beban yang terlalu berat, pelaku kemudian memanggil tetangga lainnya, Ogi. Meski sudah dibantu tiga orang, kardus tersebut tetap sulit untuk diangkat.

"Bertiga pun diangkat nggak keangkat. Akhirnya saya tanya, ini apa. Kata dia besi dan baju. Terus kata saya bagi dua, direcah, kata dia gak bisa susah sudah dilakban, Kata saya, saya punya banyak lakban, tapi kata dia tanggung," ujarnya.

Aroma Busuk dari Balik Kardus

Daniel mengaku sempat mencium aroma tidak sedap dari arah kardus tersebut, namun ia tidak menaruh curiga karena pelaku memberikan alasan yang masuk akal.

"Ada bau, tapi enggak terlalu menyengat sih. Cuma agak bau-bau enggak enak gitulah. Ya udahlah, saya pikir dari pakaian atau apa, ya. Dari atas ke bawah tuh didorong, digeser-geser, geser-geser, plek-plek-plek sampai ke bawah. Disimpan dulu di pojok sini," jelasnya.

Setelah berhasil diturunkan ke lantai bawah, pelaku mengambil troli galon untuk mengangkut kardus tersebut menuju mobil sewaan yang sudah menunggu. Kepada Daniel, pelaku berdalih barang tersebut akan dikirimkan ke luar daerah.

"Katanya itu paket mau dikirim ke Lampung," tuturnya.

Polisi Tangkap Pelaku

Hingga kemudian, polisi menangkap pelaku pembunuhan itu. Pelaku berinisial SDS (31).

"Pada malam hari ini, kami dari Polrestabes Bandung akan menyampaikan informasi di mana sama-sama kita ketahui tadi siang penemuan mayat dalam kardus, bermula dari pada laporan telpon 110 di mana masyarakat melaporkan adanya kecurigaan bungkusan kardus yag diduga di dalamnya ada jenazah manusia," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi. kepada awak media, Selasa (1/9/2026) malam.

"Dari laporan tersebut polsek dan Inafis datang ke TKP, setelah dibuka didapati jenazah perempuan," tambahnya.

Korban Warga Lampung

Dedi mengatakan, korban merupakan warga asal Tanjung Karang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Korban berinisial M (41).

Periksa Dua Saksi

Dalam kejadian ini, pihaknya memeriksa dua saksi, yakni warga yang membantu mengangkat jenazah korban dan sopir mobil bak daring.

"Dari hasil keterangan saksi kami menelusuri dari pada tempat kosnya, ada beberapa saksi, ada dua saksi, salah satunya yang bantu ngangkat," ujarnya.

Dedi membenarkan bahwa pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban.

"Terduga pelaku benar melakukan pembunuhan dan motif masih kita dalami," tambahnya.

Ditangkap Saat Kabur ke Palembang

Dedi Supriyadi mengatakan pelaku ditangkap kurang dari 12 jam. Dedi menyebutkan, SDS ditangkap saat kabur dan dalam perjalanan ke luar pulau.

"Saat perjalanan menuju Kota Palembang," tambahnya.

Dalami Motif Pembunuhan

Dedi belum dapat menyebutkan hubungan antara pelaku dan korban. "Kita dalami ya," ujarnya.

Dedi juga belum dapat menyebutkan motif dalam kejadian ini. "Nanti kita dalami, kita menunggu pemeriksaan yang menyebab kematian korban ya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(ral/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads