Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah laporan penipuan digital tertinggi di Indonesia, sebagaimana dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari data Indonesia Anti Scam Center, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Jawa Barat, Riyanti Dwiyani, mengatakan jumlah laporan yang tercatat sepanjang November 2024 - Juni 2026, mencapai 131.445 laporan.
"Berdasarkan data yang diterima oleh Indonesia Anti Scam Center, secara nasional kami telah menerima sebanyak 637.055 laporan scam (penipuan online) dari masyarakat. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa Jawa Barat mencatatkan jumlah pelaporan tertinggi di Indonesia, yaitu sebanyak 131.445 laporan," kata Riyanti di Mapolda Jabar, Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riyanti mengungkapkan bahwa daerah di Jawa Barat dengan aduan terbanyak didominasi oleh Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok.
"Jadi itu lima kota dan kabupaten tertinggi yang mencatatkan pelaporan scam," ungkapnya.
Riyanti menjelaskan untuk modus penipuan yang paling dominan dilaporkan adalah transaksi jual beli atau belanja online via media sosial.
"Ini merupakan modus yang tertinggi. Jumlah laporan yang kami terima dengan modus penipuan belanja online itu adalah sebanyak 113.520 laporan dengan total kerugian yang dilaporkan kurang lebih sebesar Rp1,78 triliun," jelasnya.
Di urutan kedua, Riyanti menyebut modus penipuan berupa panggilan palsu atau fake call dengan berpura-pura menjadi perwakilan instansi atau lembaga resmi.
"Dengan jumlah laporan sebanyak 63.517 laporan, dan kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,09 triliun. Dan modus penipuan scam tertinggi ketiga, yaitu penipuan investasi dengan jumlah laporan 32.251 laporan, dan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,08 triliun," tuturnya.
"Jadi untuk daerah Jawa Barat, modus yang terbanyak sama di tiga itu, dari mulai penipuan belanja online, kemudian fake call, dan penipuan investasi," tambahnya.
Guna menekan maraknya kasus scam, OJK memperkuat sinergi dengan berbagai pihak terkait dalam memperketat upaya pencegahan, salah satunya dengan Direktorat Reserse Siber Polda Jabar.
"Memang scam ini telah berkembang menjadi ancaman yang semakin kompleks. Pelaku terus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi, kanal digital, dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, upaya penanganan tidaklah cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga harus diperkuat dengan upaya pencegahan," terangnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pengungkapan penipuan online p-enjualan mobil murah dengan modus mengenakan pakaian TNI, menjadi satu dari banyak kasus yang berhasil Polda Jabar.
"Laporan (OJK) nasional itu cukup mencengangan juga, Jawa Barat terbanyak. Laporan penipuan daring cukup banyak, kita banyak dapat laporan," ujar Hendra.
"Pengungkapan kasus ini semoga memberikan efek jera," pungkas Hendra.
(wip/yum)
