Teka-teki kasus penyerangan yang menimpa seorang wanita berinisial EM (37) di Jalan Pojok Utara, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi akhirnya menemukan titik terang. Pria yang menyerang wanita tersebut ditengarai merupakan orang dengan gangguan kejiwaan atau ODGJ.
Kasus ini bermula saat video aksi penyerangan pada Rabu (12/8) malam yang dialami korban viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV, menunjukkan korban datang menggunakan sepeda motor, sementara pelakunya sudah ada di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban kemudian berhenti dan memarkirkan kendaraan di area sebuah klinik. Seketika setelah turun, pelaku yang mengenakan baju berwarna biru dengan wajah ditutup masker langsung mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Pelaku mengeluarkan senjata tajam lalu menyabetkannya ke korban. Senjata tajam itu mengenai bagian lengan sebelah kiri korban.
Pelaku sempat mengintimidasi korban, sampai akhirnya korban menyelamatkan diri masuk ke klinik. Setelah itu pelaku meninggalkan lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pria yang menyerang korban itu diduga merupakan ODGJ. Hal itu berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
"Anggota Polsek Cimahi yang mengecek lokasi kejadian lalu memeriksa saksi. Berdasarkan keterangan saksi, diduga terduga pelaku merupakan ODGJ," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat ditemui, Jumat (14/8/2026).
Menurut keterangan saksi, pelaku beberapa hari sebelumnya sempat berjalan mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, ia berteriak tak jelas dan berbicara seorang diri.
"Kemudian keterangan dari korban, dia tidak kenal dengan pelaku. Saat diserang menggunakan senjata berupa linggis berukuran kecil itu, terduga pelaku juga berteriak sambil menunjuk korban," kata Gofur.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka memar di lengan sebelah kanannya. Namun korban memilih tidak membuat laporan polisi secara resmi setelah diserang terduga pelaku.
"Korban luka memar karena pukulan terduga pelaku, saat itu korban langsung meminta tolong saudaranya untuk menjemput di lokasi kejadian. Korban tidak melapor," kata Gofur.
(ral/sud)
