Aksi nekat dilakukan sekelompok orang yang diduga terlibat jaringan peredaran obat keras tertentu (OKT) di Karawang. Lantaran tidak terima sepeda motornya disita, komplotan ini menyerang rumah kontrakan yang dijadikan markas penyelidikan polisi dan mengambil paksa kendaraan tersebut pada Jumat (31/7/2026) dini hari.
Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari pengembangan kasus peredaran OKT oleh personel Satres Narkoba di wilayah Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
"Penyelidikan itu merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sebuah lapak terbuka, yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan dan peredaran obat keras tertentu, di wilayah tersebut," kata Wildan saat dikonfirmasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum melakukan penindakan, tim di lapangan telah melakukan observasi dan surveilans selama beberapa hari. Polisi bahkan menyewa sebuah rumah kontrakan di Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, sebagai basis operasional untuk memantau pergerakan target.
"Langkah itu dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas melawan hukum tersebut," lanjutnya.
Pada Kamis (30/7/2026) dini hari, petugas bergerak menuju lokasi sasaran di Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari. Namun, para terduga pelaku berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.
"Namun, saat petugas tiba, sejumlah orang yang berada di lokasi diduga telah melarikan diri dan meninggalkan 2 unit sepeda motor. Karena tidak diketahui pemiliknya dan diduga berkaitan dengan aktivitas yang sedang diselidiki, kendaraan tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk kepentingan proses penyelidikan dan disimpan sementara di rumah kontrakan yang sebelumnya di sewa," paparnya.
Situasi memanas pada Jumat dini hari ketika sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi rumah kontrakan personel Polri di Desa Lemahmulya. Kelompok tersebut merangsek masuk ke area teras secara paksa.
"Tak hanya memasuki teras rumah, beberapa orang itu kemudian melakukan perusakan terhadap pagar, memecahkan kaca jendela rumah, hingga merusak beberapa kendaraan yang terparkir, serta membawa kembali 2 unit sepeda motor yang sebelumnya telah diamankan oleh petugas," ungkap Wildan.
Saat serangan terjadi, anggota polisi yang berada di dalam rumah berusaha menyelamatkan diri. Setelah situasi mulai kondusif, petugas segera meminta bantuan warga sekitar dan berkoordinasi dengan Mapolresta Karawang.
"Anggota di lokasi juga menghubungi Mapolresta, dan berkat respon cepat warga sekitar, kelompok yang diduga melakukan pengrusakan tersebut akhirnya meninggalkan lokasi dengan membawa 2 unit sepeda motor yang sebelumnya diamankan," ujar dia.
Saat ini, Polresta Karawang tengah melakukan pendalaman intensif untuk mengidentifikasi para pelaku. Penyidik sedang mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap aksi perusakan serta upaya penghalangan penegakan hukum tersebut.
"Polresta Karawang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Untuk kasus ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman, kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika maupun OKT di lingkungannya," pungkasnya.
