Viral Peta Zona Merah Begal Bandung, Polisi: Itu Hoaks!

Viral Peta Zona Merah Begal Bandung, Polisi: Itu Hoaks!

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 21:04 WIB
Ilustrasi pembegalan.
Ilustrasi begal (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT)
Bandung -

Label 'Red Zone' atau zona merah kini tengah menghantui Kota Bandung. Sematan ini muncul dari publik seiring dengan eskalasi kasus begal yang dinilai kian meresahkan belakangan ini.

Keresahan masyarakat semakin memuncak setelah beredarnya sebuah poster yang mengatasnamakan 'Paguyuban Cepot Motah'. Poster tersebut menyebarluaskan peta zona kewaspadaan begal di wilayah Kota Bandung secara detail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peta yang viral di media sosial tersebut, kawasan zona merah mencakup Flyover Kopo, Babakan Ciparay, BKR-Regol, Cikawao, hingga Jalan Terusan Jakarta-Antapani. Sementara itu, wilayah Buahbatu, Arcamanik, Bandung Tengah, Cimindi, dan Kiaracondong dikategorikan masuk zona kuning.

Untuk zona oranye, poster itu mencantumkan wilayah Cibiru, Ujungberung, Rancamanyar, Soekarno Hatta, dan Gedebage. Sedangkan kawasan yang dianggap zona hijau meliputi Dago, Ciumbuleuit, dan Sarijadi.

ADVERTISEMENT

Peta tersebut merinci bahwa zona merah berstatus sangat rawan, zona oranye rawan, zona kuning waspada, dan zona hijau aman. Disebutkan pula bahwa jam rawan kejahatan terjadi mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Menanggapi hal ini, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan bahwa peta tersebut bukan rilisan resmi kepolisian. Ia memastikan bahwa informasi mengenai pembagian zona rawan kejahatan tersebut adalah berita bohong atau hoaks.

"Kemudian terkait dengan berita-berita di media sosial bahwasanya ada daerah rawan, daerah merah, daerah hijau, dan daerah kuning, itu tidak benar. Untuk peta yang tersebar yang membagi habis wilayah Kota Bandung ini menjadi kategorinya merah kemudian kuning ataupun hijau, saya katakan itu bukan dari institusi kepolisian," kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026).

Dedi pun mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kejahatan jalanan yang viral di media sosial. Ia memastikan pihak kepolisian telah mengantisipasi hal tersebut dengan patroli rutin di jam-jam rawan.

"Kami imbau kepada masyarakat Kota Bandung tidak perlu resah, tidak perlu lagi merasa-rasa cemas khususnya untuk warga Bandung itu sendiri maupun warga yang akan berlibur ke Kota Bandung," imbaunya.

"Setiap malam kita sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan polsek jajaran, kurang lebih 2/3 kekuatan kita turunkan dari sejumlah 2.600 personel secara bergantian," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads