Pemuda Sukabumi Jadi Korban Salah Sasaran Akibat Hoaks Begal

Pemuda Sukabumi Jadi Korban Salah Sasaran Akibat Hoaks Begal

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 15:30 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Sukabumi -

Kabar penangkapan seorang pelaku begal di Jalan Werkip, Desa Puncak Manggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, yang sempat viral di Facebook pada Sabtu (18/7), dipastikan merupakan berita bohong atau hoaks. Akibat informasi yang tidak tersaring, seorang pemuda berusia 26 tahun menjadi korban salah sasaran hingga dihakimi massa di lokasi kejadian.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian dan klarifikasi keluarga, insiden ini bermula saat korban diajak berkumpul oleh dua rekannya. Tanpa sepengetahuan korban, kedua temannya itu diduga mencuri onderdil berupa velg dan meletakkannya secara sepihak di atas motor korban.

Saat aksi tersebut dipergoki warga, kedua rekan korban langsung melarikan diri. Sebaliknya, korban memilih tetap di tempat karena merasa tidak melakukan kesalahan. Namun, situasi mendadak ricuh saat warga meneriakkan kata "begal", yang kemudian direkam dan disebarluaskan ke media sosial tanpa verifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi semakin tidak terkendali setelah muncul unggahan Facebook lain yang mengaitkan isu pelemparan botol di kawasan Werkip dengan keberadaan korban. Provokasi digital tersebut memicu massa berbondong-bondong mendatangi lokasi dan melakukan persekusi.

ADVERTISEMENT

Kakak kandung korban, Elin Herlina, menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga hanya berdasarkan unggahan viral yang tidak jelas kebenarannya.

"Ramenya dituding begal. Ditambah lagi kan ada yang buat status katanya istrinya lewat Werkip katanya dilemparin botol, enggak tahu katanya begal atau apa. Tapi warga menganggapnya tuh jadi searah, searah ke arah status itu, ke arah begal," ungkap Elin saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).

Elin menjelaskan bahwa adiknya sempat menolak saat barang curian tersebut ditaruh di motornya. Ia sangat terpukul melihat adiknya menjadi korban amukan massa akibat arus informasi yang liar di media sosial.

"Namanya kan sekarang itu asal lihat viral di Facebook kan jadi langsung enggak berpikir dulu, langsung mengeksekusi aja. Sangat menderita sekali, makanya saya bingung ya, minta bantu gitu kan biar itu tuh enggak lagi diviralkan. Soalnya kan itu cerita bohong. Bahwa enggak ada pembegalan, enggak ada pembegalan sama sekali," tegas Elin.

Penjelasan Kepolisian

Merespons kegaduhan tersebut, Polres Sukabumi segera meluruskan fakta. Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, menegaskan bahwa tidak ada tindak pidana pembegalan sebagaimana narasi yang beredar luas.

"Polres Sukabumi memastikan informasi yang viral di media sosial mengenai dugaan aksi begal di Jalan Werkip, Desa Puncak Manggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (18/7/2026) dini hari, tidak benar. Hasil penyelidikan kepolisian menunjukkan bahwa tidak terjadi tindak pidana pembegalan sebagaimana narasi yang beredar di masyarakat," ujar Ilham Sapta.

Ilham menjelaskan, keributan tersebut murni dipicu oleh kesalahpahaman warga yang terlanjur meneriakkan kata "begal". Beruntung, personel Polsek Sagaranten segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban dari amukan massa.

Setelah melalui pemeriksaan intensif, kepolisian akhirnya memfasilitasi penyelesaian perkara secara kekeluargaan melalui jalur restorative justice. Langkah ini diambil mengingat status pemuda tersebut adalah korban salah paham, serta melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

"Selanjutnya, penanganan perkara diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Sagaranten diserahkan kepada pihak keluarga," pungkas Iptu Ilham.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, melalui Iptu Ilham Sapta Permadi, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh konten viral yang belum terverifikasi agar insiden serupa tidak terulang kembali.



(sya/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads