Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya mengungkap modus penyimpanan aset yang tergolong canggih dalam penggeledahan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Penggeledahan yang dilakukan terkait tiga kasus korupsi besar di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel ini menemukan sebuah ruangan rahasia yang tertanam di dalam tembok kamar. Lokasi penyimpanan tersebut menggunakan teknik pengelabuan yang sangat rapi sehingga secara kasat mata tidak terlihat memiliki ruang di baliknya.
Berikut ringkasan kasusnya yang dirangkum detikJabar dari pemberitaan detikNews, Kamis (9/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahasia di Balik Dinding Kayu dan Lemari Kamar
Modus penyembunyian barang bukti di rumah Sentul ini tergolong sangat rapi dengan memanfaatkan struktur interior bangunan di lantai dua.
- Lokasi Tersembunyi: Brankas ditemukan di dalam sebuah kamar di lantai dua yang posisinya tertutup oleh lemari.
- Teknik Kamuflase: Polisi harus membuka salah satu dinding bermotif kayu warna cokelat yang awalnya terlihat padat dan tidak memiliki ruang di baliknya.
- Bukan Kotak Besi Biasa: Penemuan ini bukanlah brankas kotak besi umumnya, melainkan sebuah ruangan rahasia (bunker) yang tertanam di dalam tembok.
- Dimensi Ruang: Ruangan di balik pintu brankas tersebut memiliki ukuran luas kurang lebih 1,5 meter x 80 cm.
Kesaksian Ahli Kunci Bongkar Brankas Canggih
Kepolisian melibatkan Roy, seorang ahli kunci profesional asal Ciawi, Bogor, untuk menjebol sistem keamanan ruangan rahasia tersebut.
- Kualitas Keamanan: Roy menyebut pintu brankas tersebut sebagai jenis yang istimewa dengan harga taksir mencapai lebih dari Rp 20 juta.
- Sistem Kunci Ganda: Keamanan bunker ini menggunakan kombinasi putar dan kunci manual.
- Proses Pembongkaran: Karena canggihnya sistem keamanan, Roy harus menggunakan mesin pemotong atau gurinda selama kurang lebih 15 menit untuk membuka paksa pintu brankas."Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu," tutur Roy.
Penampakan rumah di Sentul Bogor dipasangi garis polisi usai digeledah terkait 3 kasus korupsi. (Foto: Muchamad Sholihin/detikcom) |
Temuan Fantastis: Emas Batangan hingga Foto Keluarga
Setelah ruangan rahasia tersebut berhasil ditembus, polisi menemukan aset dengan nilai estimasi mencapai Rp 476 miliar.
- Logam Mulia: Di dalam ruangan ditemukan 74 kilogram emas batangan yang tersimpan dalam koper.
- Mata Uang Asing: Petugas menyita 4.767.300 USD (Dolar Amerika) dan 14.083.800 SGD (Dolar Singapura).
- Uang Tunai Rupiah: Ditemukan juga uang tunai sebesar Rp 100 juta.
- Identitas Pemilik: Selain aset keuangan, polisi menyita tiga bingkai foto keluarga berukuran besar yang diduga merupakan pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas tersebut.
Operasi Serempak dan Atensi Presiden
Penggeledahan di Sentul merupakan bagian dari rangkaian penyidikan besar yang dilakukan di 12 lokasi berbeda secara bersamaan.
- Fokus Kasus: Kasus yang diusut meliputi dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait pengadaan batu bara PLN (kasus blackout), korupsi ASABRI (2020-2025), serta penyelesaian utang anak perusahaan Krakatau Steel.
- Prioritas Pemerintah: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa operasi ini merupakan instruksi langsung dari kepala negara. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," ujar dia.

