Polisi Olah TKP Bocah Tenggelam di Kolam Renang Palabuhanratu

Polisi Olah TKP Bocah Tenggelam di Kolam Renang Palabuhanratu

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 02 Jul 2026 13:44 WIB
Young boy, sinking into the water (no actual children hurt during the making of this photo).
Ilustrasi anak tenggelam. (Foto: Getty Images/xjben)
Sukabumi -

Pihak kepolisian bergerak mengusut insiden tewasnya NAN (6), bocah laki-laki yang tenggelam di Kolam Renang Tirta Permata, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

detikJabar tiba di lokasi kejadian bersamaan dengan petugas identifikasi dari Satreskrim Polres Sukabumi yang hendak menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan di lokasi, kolam renang tersebut berada di kontur tanah yang agak menurun. Area ini diakses melewati tangga berundak dari arah pintu masuk. Di area depan, terdapat bangunan loket bermaterial kayu dengan papan informasi bertuliskan "Kolam Renang Tirta Permata" beserta daftar harga tiket masuk.

Setibanya di area dalam, petugas kepolisian berpakaian preman maupun berseragam tampak langsung menyisir tepian kolam renang yang berair biru jernih tersebut.

ADVERTISEMENT

Beberapa petugas terlihat menunjuk ke arah pinggir kolam dan menuruni tangga untuk mengamati titik-titik krusial di lokasi bocah tersebut tenggelam.

Usai menyisir area kolam, petugas kemudian mengumpulkan sejumlah saksi, termasuk pengelola dan pekerja kolam, di sebuah saung atau gazebo beratap asbes dan berkerangka bambu yang berada tepat di pinggir kolam.

Kesaksian Pekerja Kolam

Salah satu saksi yang berada di lokasi dan dimintai keterangan adalah Ucup Supratman (51). Pria yang saat itu mengenakan bucket hat kusam dan kaus oblong hitam ini duduk memberikan kesaksian dengan didampingi petugas kepolisian berseragam di belakangnya.

Menjawab perihal perannya di lokasi tersebut, Ucup menuturkan bahwa dirinya bertugas merawat kebersihan air. "Membersih kolam bagian ngobat, ngobat, membersih kolam itu aja," ujar Ucup saat menceritakan tugasnya kepada detikJabar.

Terkait insiden nahas pada Rabu (1/7) sore, Ucup mengaku saat kejadian dirinya baru saja tiba di area loket depan dan belum sempat turun ke area kolam akibat kondisi fisiknya yang sedang kurang bugar.

"Di atas di tiket baru datang soalnya kita, ya. Soalnya kan jam 4 (16.00 WIB) kita datang, heeh gitu. Biasanya sih setengah 4 udah datang, cuman lagi nggak enak badan gitu," ungkap Ucup saat ditanya posisinya.

Fakta penting yang diungkap Ucup adalah keberadaan kerabat atau pengantar korban. Wanita yang belakangan diketahui sebagai bibi korban tersebut ternyata berada di area loket, persis berbarengan dengan kedatangan Ucup.

"Di tiket, sedang di tiket. Iya, bareng sama saya datengnya gitu lah. Heeh, barengannya sama saya gitu," tutur Ucup.

Ia juga memastikan bahwa orang tua kandung bocah malang tersebut tidak ada di lokasi kolam renang saat kejadian berlangsung. Ucup sendiri mengaku tidak mengetahui pasti status hubungan wanita pengantar itu dengan sang korban.

"Enggak ada, enggak ada orang tuanya. Uanya, kalau dibilang uanya atau apa kita nggak tahu, yang penting oh ini mungkin ibunya kan gitu," terangnya.

Lantaran posisinya di area tiket yang berada di undakan atas, Ucup tidak melihat langsung detik-detik NAN tenggelam. Ia baru mengetahui musibah itu ketika melihat korban sudah dievakuasi ke pinggir kolam oleh seorang pengunjung.

"Udah diangkat di sana, sudah diangkat. Oleh itu Pak Rohman guru itu les, setahu saya gitu, nggak tahu yang persis dari bawahnya kita nggak tahu," kisahnya.

Setelah ditarik dari air, korban tidak langsung dibawa ke rumah sakit melainkan sempat mendapatkan penanganan darurat terlebih dahulu dari warga di sekitar kolam.

"Di pertolongan pertama dulu gitu sama yang tahu gitu, ya. Langsung dibawa ke IGD sih, nggak lama," imbuh Ucup.

Terkait kondisi tempat kejadian perkara (TKP), Ucup memaparkan bahwa dasar kolam renang umum tersebut memiliki tingkat kedalaman yang bervariasi dengan kontur miring.

"Paling dalem itu 18 (1,8 meter). Kalau yang ujung itu 1 meteran lah. Iya, jadi posisinya gitu (miring)," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun berinisial NAN dilaporkan tewas akibat tenggelam di kolam renang tersebut pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diketahui datang bersama dua kerabatnya berinisial C (10) dan I (16), serta diantar oleh bibinya.

Insiden bermula saat bibi korban meninggalkan area kolam renang sejenak karena harus menjemput keponakannya yang lain. Saat luput dari pantauan, korban bermain dan berlomba menyelam bersama C dan I. Tak berselang lama, korban ditemukan sudah dalam kondisi mengambang.

Korban sempat dilarikan ke IGD RSUD Palabuhanratu oleh warga dan kerabat yang syok melihat kejadian tersebut, namun nyawanya sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban kemudian langsung dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di kawasan Kampung Sumur Bandung, Desa Citepus, untuk disemayamkan.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads