Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang akan lebih memperketat pengawasan penghuni kos-kosan. Hal tersebut dilakukan usai adanya peristiwa penyekapan di salah satu indekos yang berada di Cileunyi, Kabupaten Bandung, pada beberapa waktu lalu.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan pihaknya akan membuat surat edaran (SE) perihal pengetatan terhadap seluruh penghuni kos-kosan yang berada di wilayahnya. Pengetatan tersebut berupa pengecekan identitas dan melaporkan kepada aparat setempat seperti tingkat RT dan RW.
"Kami akan memperketat kos-kosan, akan ada edaran bupati, kalau kos-kosan diperketat, laporannya bisa foto KTP, diserahkan ke RT RW, sehingga semua bisa diawasi dengan baik," ujar Dony, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika berpasangan, apakah sudah menikah atau belum. Kalau sudah menikah, bisa KTP-nya menikah, atau kalau di KTP-nya tidak ada, sudah menikah, cari buku menikahnya," sambungnya.
Ia juga meminta kepada seluruh RT maupun RW agar proaktif dalam melakukan pengecekan secara berkala. "Setiap kos-kosan harus ada ruang tamunya, nggak boleh setiap orang masuk ke kamarnya. Jadi jelas ada ruang tamunya yang akan masuk, dan harus ada CCTV-nya," kata Dony.
"CCTV-nya memastikan aman, kemudian penghuni aman, perlengkapannya pun, kepemilikannya pun aman, seperti motor sebagainya, ada CCTV-nya," katanya menambahkan.
Selain itu, Dony berharap agar peran orang tua untuk lebih peduli terhadap anaknya yang memang tidak tinggal dalam satu ruangan. Ia meminta antara orang tua dan anak saling menjaga komunikasi dengan baik.
"Dan saya ingin dengan negara seperti ini, kita lebih care ya, orang tua lebih care pada anaknya, tanyakan kondisi dan sebagainya. Jadi lebih peduli pada sebuah kondisi, termasuk masyarakat pun lebih care. Jadi saya dengan kejadian kemarin, betul-betul menjadi banyak pelajaran berharga, lebih ketat lagi dalam menjaga kontrakan, kosan, tapi yang penting itu adalah membangun komunikasi keluarga," ungkapnya.
Terkait dengan adanya peristiwa penyekapan yang dialami oleh korban YTR, Dony tentu merasakan prihatin. Ia juga berharap agar peristiwa tersebut tidak terjadi di Kabupaten Sumedang.
"Karena peradaban pertama adalah rumah tangga, perkuat rumah tangganya, awasi terus anak-anaknya, jadikan komunikasi yang baik. Ini kan dua tahun ya bayangkan, disekap, pokoknya saya prihatin banget, lihat seperti ini. Dan semoga benar-benar tidak ada kejadian itu di Sumedang," pungkasnya.
(yum/yum)
