Minggu (24/5) dini, sekitar pukul 03.00 WIB, warga Ujungberung, Kota Bandung dibuat geger dengan penemuan mayat seorang laki-laki. Korban berinisial A yang berusia 21 tahun itu ditemukan tak bernyawa di atas trotoar, dengan tubuh penuh luka tusukan.
Setelah temuan tersebut, polisi kini sudah turun tangan melakukan penyelidikan. Namun kesimpulan sementara, pria itu ditengarai merupakan korban pembunuhan karena ditemukan luka tusuk di bagian dada kirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pemeriksaan, korban yang diketahui warga Cisurupan, Kecamatan Cibiru. Saat kejadian, dia ditemukan oleh dua warga sekitar, yakni Iman Wariman (18) dan Asep (40) yang merupakan pedagang di Pasar Ujungberung.
"Kami sudah mendatangi TKP dan mencari CCTV di sekitar TKP, meminta keterangan saksi dan penyelidikan pelaku," kata Kapolsek Ujungberung Kompol Heri Suryadi.
Setelah temuan tersebut, banyak kabar burung yang menyebut korban merupakan bobotoh. Sebab saat kejadian, kasus ini bersamaan momennya dengan euforia perayaan Persib Bandung setelah menjadi juara Super League 2025/2026.
Namun kemudian, polisi memberikan pernyataannya. Heri belum mengaitkan peristiwa tersebut dengan aktivitas perayaan atau euforia Persib.
"Ya kalau masyarakat Bandung mah semua juga Bobotoh, tapi saat kejadian tidak gunakan atribut Bobotoh," kata Heri melalui pesan singkat, Senin (25/5/2026).
Meski demikian, polisi memastikan terdapat dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka tusuk pada tubuh korban.
"Korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri," ujarnya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, hingga meminta keterangan dari para saksi.
"Kami sudah mendatangi TKP dan mencari CCTV di sekitar TKP, meminta keterangan saksi dan penyelidikan pelaku," pungkasnya.
Hingga kini, polisi belum menyampaikan informasi lebih lanjut terkait motif maupun pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
(ral/sud)
