Satreskrim Polrestabes Bandung melalui Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton meluruskan informasi penyekapan yang dilakukan seorang ayah terhadap anaknya di Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung belum lama ini. Anton sebut, jika kejadian ini merupakan permasalahan suami dan istri
"Jadi memang berawal dari informasi masyarakat dan dari ibunya atau istrinya yang mendatangi Polsek Sukajadi, melaporkan kepada kepolisian adanya kejadian di rumahnya. Rumahnya yaitu di Jalan Lemah Neundeut, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung," kata Anton kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
"Pada waktu itu memang yang disampaikan oleh ibunya kepada kami kepolisian bahwa anaknya disekap atau ditawan menurut dia. Sehingga pada waktu itu pun dia menyampaikan adanya pengancaman juga. Sehingga dengan adanya laporan tersebut, dari Polsek langsung mendatangi TKP dan kemudian meminta bantuan ke Polres," tambah Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Polsek Sukajadi, Anton sebut jika Tim Prabu Polrestabes Bandung juga mendatangi TKP.
"Alhamdulillah pada waktu itu kita bisa membantu untuk mengambil anaknya ya, 3 orang," ujarnya.
"Jadi rekan-rekan, kami pun di sini dari Satreskrim sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya. Karena memang di sini antara korban (istri) dan suaminya ini memang ada permasalahan keluarga sebelumnya. Sehingga kami akan meneliti lebih lanjut permasalahan apa yang memang terjadi di antara kedua belah pihak," ungkapnya.
"Karena memang indikasinya ada permasalahan keluarga, apakah itu karena ekonomi atau mungkin ada hal-hal lain, ini yang menjadi perhatian kami untuk mengetahui," tambahnya.
Anton sebut, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan mendatangi TKP, juga sudah melakukan wawancara dan mencari keterangan saksi-saksi untuk mengetahui kejadiannya.
"Walaupun memang sampai dengan saat ini istrinya, atau ibu korban, atau pihak yang dirugikan belum lapor ke kami. Tapi kami tetap melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui peristiwa apa yang sebenarnya. Jadi sampai dengan saat ini, kami masih mengumpulkan alat bukti untuk mengetahui peristiwa pidana apa yang terjadi, seperti itu," jelasnya.
Anton sebut, tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan ayah tersebut, terhadap tiga anaknya.
"Tapi setelah kita cek, sampai dengan saat ini terhadap anak tersebut tidak ada kekerasan, karena memang itu di rumah dia sendiri. Di rumah dia sendiri cuman memang pada waktu mau masuk, itu dikunci rumahnya dari luar. Dan ada hewan-hewan anjing yang memang punya (pemilik) rumah yang ada di situ. Seperti itu," pungkasnya.
(wip/yum)
