Jabar X Files : Jejak Amarah Pemuda Bertato Doraemon di Garut

Jabar X Files : Jejak Amarah Pemuda Bertato Doraemon di Garut

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 08:00 WIB
Ilustrasi sifat pemarah atau ghadab yang harus dihindari.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Andranik Hakobyan)
Garut -

Peristiwa mengenaskan ini terjadi ketika sebagian besar warga Kota Garut masih terlelap. Kala itu, Minggu, 30 September 2018 dini hari, kawasan Alun-alun Garut cukup lengang.

Namun, di sudut-sudutnya, kegiatan berkumpul antar warga yang didominasi pemuda belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sebagian di antaranya tengah duduk, berbincang, sembari menenggak minuman keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti lazimnya ruang publik di kota kecil, Alun-alun menjadi titik temu orang-orang yang bahkan tak saling mengenal. Di antaranya adalah Ujang (19), yang kala itu tengah berjalan santai bersama seorang rekannya. Mereka kemudian berjumpa dengan Darul (22) dan Rahmat (22), dua pemuda yang sedang berpesta minuman keras.

"Pada saat kejadian, pelaku (Ujang) dan seorang temannya tengah berjalan di kawasan Alun-alun. Di sana, pelaku bertemu dan berkenalan dengan kedua korban," ujar Kapolres Garut saat itu, AKBP Budi Satria Wiguna, dalam keterangannya di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Sabtu (13/10/2018).

ADVERTISEMENT

Melalui perkenalan singkat, mereka pun berbincang. Tak berselang lama, Darul dan Rahmat menawari Ujang dan seorang temannya tersebut untuk ikut berpesta minuman keras. Ujang lantas menolak.

Namun, penolakan Ujang tak membuat Darul dan Rahmat berhenti menawari minuman keras tersebut. Keduanya malah terus mencekoki Ujang dengan minuman keras secara terus menerus. Ujang pun mulai marah.

"Karena terus dicekoki minuman keras, pelaku ini marah dan kesal," kata Budi.

Malam beranjak semakin larut. Darul dan Rahmat kemudian memutuskan pulang dengan sepeda motor. Mereka mengira pertemuan dengan Ujang di Alun-alun Garut telah berakhir.

Namun, emosi Ujang yang belum padam memicu tindakan lain. Pemuda dengan tato tokoh kartun Doraemon di lengan kanannya tersebut memutuskan membuntuti kedua korban.

Dari Alun-alun Garut, motor Darul dan Rahmat melaju hingga kawasan Sungai Cimanuk. Di tempat yang relatif sepi itulah, Ujang dan rekannya mendekati kedua pemuda yang masih dalam kondisi mabuk tersebut. Tanpa banyak kata, Ujang bertindak keji.

"Dua korban ini dibunuh dengan cara ditenggelamkan kepalanya ke air," ujar Budi, menggambarkan cara pelaku menghabisi nyawa korban.

Pagi hingga siang harinya, Sungai Cimanuk mendadak menjadi pusat perhatian. Warga dikejutkan dengan penemuan dua jasad pemuda tanpa identitas di aliran sungai tersebut. Kabar itu cepat menyebar, sebelum akhirnya sampai ke pihak kepolisian.

Petugas yang menerima laporan langsung bergerak. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan bukti, dan kesimpulan pun mengerucut. Darul dan Rahmat tidak meninggal dunia akibat kecelakaan, melainkan menjadi korban pembunuhan.

Hasil penelusuran tim Resmob Polres Garut kemudian mengarah pada satu nama, yaitu Ujang. Polisi berhasil menangkap Ujang di rumahnya di kawasan Tarogong Kidul, tak lama setelah jasad kedua korban ditemukan.

Penangkapan itu sekaligus mengungkap fakta lain. Emosi Ujang selepas dicekoki miras tak hanya berujung pada dua nyawa korban yang melayang.

Ujang juga mengincar barang-barang milik korban. Ia membawa kabur sepeda motor milik korban selepas melancarkan aksi sadisnya. Ganjaran hukum pun diputuskan.

"Tersangka kami jerat dengan pasal pembunuhan dan pencurian. Karena selain membunuh korban, tersangka juga mengambil motor milik korban. Ancaman hukuman 20 tahun atau hukuman mati," ujar Budi.

Ujang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolres Garut. Sementara itu, polisi kemudian bergerak memburu satu orang lain, F, rekan Ujang yang diduga turut membantu aksi keji tersebut.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads