6 Fakta Pria Tewas di Baleendah gegara Drama Cinta Segitiga Berdarah

6 Fakta Pria Tewas di Baleendah gegara Drama Cinta Segitiga Berdarah

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 08:00 WIB
TKP penusukan di Baleendah
Penusukan di Baleendah, Kabupaten Bandung (Foto: Istimewa).
Kabupaten Bandung -

Nasib memilukan diami seorang pria berinisial HI pada Sabtu (25/4) yang lalu. Dia tewas dan ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Lantas bagaimana kronologinya? Berikut rangkuman faktanya:

1. Dipicu Cinta Segitiga

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, kejadian berdarah ini ternyata dipicu masalah cinta segitiga. Pelakunya adalah CS alias Gareng, yang merupakan mantan suami dari seorang perempuan berinisial LS yang telah menikah dengan korban HI dua bulan sebelum kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tragis itu sendiri terjadi di Kampung Lembur Tengah, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku pada hari yang sama.

"Iya kejadiannya Sabtu 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Pelaku inisial CS alias Gareng sudah kami amankan," ujar Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

2. Diawali Cekcok Pelaku dengan Korban

Kejadian bermula ketika pelaku mendatangi rumah kerabat LS di Kampung Bera, Kelurahan Jelekong, untuk mencari mantan istrinya. Saat itu, LS diketahui sedang bersama korban HI mengunjungi keluarganya di lokasi tersebut.

"Saat hendak pulang sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku tiba-tiba datang dan memanggil korban. Ketika korban menghampiri, terjadi cekcok antara keduanya," jelas Hendri.

3. Pelaku Tusuk Perut Korban hingga Tewas

Situasi kemudian memanas. LS yang berada di lokasi mendengar korban berteriak kesakitan. Saat dihampiri, korban sudah dalam kondisi terluka parah di bagian perut dan mengeluarkan banyak darah.

"Korban HI langsung meninggal dunia di TKP. Pelaku langsung melarikan diri melalui gang sempit di lokasi kejadian," katanya.

4. Pelaku Ditangkap Polisi

Usai kejadian, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dalam waktu kurang dari satu hari, pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di wilayah Manggahang.

"Pada hari yang sama sekitar pukul 23.30 WIB, kami bisa mengamankan pelaku di wilayah Manggahang, saat hendak melarikan diri," ungkap Hendri.

5. Pisau Dapur Jadi Barang Bukti

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk korban, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian.

"Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan di Mapolsek Baleendah guna menjalani proses hukum lebih lanjut," bebernya.

6. Diperiksa Secara Intensif

Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh motif dan kronologi kejadian. Dugaan sementara, aksi tersebut dilatarbelakangi rasa tidak terima pelaku atas perceraian serta pernikahan kembali mantan istrinya dengan korban.

"Dugaan sementara, pelaku tidak menerima perceraian dan pernikahan kembali mantan istrinya dengan korban," pungkas Hendri.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video 12 Jam Diperiksa, Keluarga Ungkap soal KDRT dalam Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads