Sesosok mayat perempuan ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah lereng di Jalan Setiabudi Indah No. 33, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, pada Sabtu (18/4) malam sekitar pukul 21.56 WIB. Penemuan tersebut mengejutkan warga sekitar, mengingat lokasi korban berada di area yang cukup terjal dan sulit dijangkau.
Proses evakuasi terhadap jenazah tidak dapat dilakukan secara langsung pada malam hari karena kondisi medan yang berbahaya. Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung baru berhasil mengevakuasi korban pada Minggu (19/4) siang. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung, untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Cidadap Kompol Rudhi Gindriansyah membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Namun, hingga kini identitas korban belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah yang sudah rusak parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada (terkait identitas)," kata Rudhi dikonfirmasi via pesan singkat, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi jenazah yang sebagian besar telah hancur menyulitkan proses identifikasi.
"Jenazah sebagian besar sudah hancur, sulit untuk diidentifikasi," tambahnya.
Di sekitar lokasi penemuan, petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban, seperti pakaian dan tas. Namun, kondisinya juga sudah rusak dan hancur.
"Disamping jenazah ada baju dan tas yang sudah hancur juga," ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Polsek Cidadap agar dapat dilakukan pencocokan data dengan pihak rumah sakit.
"Ya, kalau ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya datang ke Polsek biar nanti di koordinasikan dengan pihak RS Sartika Asih," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Penyelamatan Disdamkarmatan Kota Bandung, Imanuel, menjelaskan bahwa proses evakuasi sempat mengalami penundaan karena faktor keamanan. Lokasi jenazah berada di dasar lereng dengan kondisi yang cukup berisiko bagi petugas.
"Jenazah tertimbun akar pohon bambu di kedalaman 200 meter," kata Kabid Penyelamatan Imanuel kepada detikJabar.
Penemuan mayat tersebut bermula dari laporan warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Seorang warga yang sedang melatih anjing peliharaannya mencurigai adanya sesuatu di antara rumpun bambu dan tanah longsoran.
"Menurut keterangan RW setempat awalnya menerima laporan dari warga yang sedang melatih anjing peliharaannya melihat jenazah yang tertimbun bambu dan tanah longsoran. Kemudian dilaporkan ke Emergency Call 113 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung," ungkapnya.
Karena posisi jenazah berada di dasar lereng yang curam, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan memakan waktu cukup lama.
"Korban berhasil di evakuasi, kemudian korban dinaikan menggunakan tandu, waktu penanganan: 5 jam 39 menit," ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
