Bergam peristiwa terjadi di wilayah Jawa Barat hari ini, Senin, 13 April 2026 dari mulai sidang tuntuan Resbob yang menghina Suku Sunda hingga mobil tabrak gerobak nasi goreng di Kabupaten Garut.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Resbob Dituntut 2,5 Penjara
Kasus penghinaan terhadap Suku Sunda yang dilakukan YouTuber Resbob kembali dilanjutkan. Pria dengan nama lengkap Adimas Firdaus Putra Nasihan itu dituntut selama 2 tahun 6 bulan atas tindakan pidana yang telah dia lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuntutan untuk Resbob dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar Sukanda di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Resbob sendiri hadir dengan balutan baju putih dan celana hitam saat duduk di kursi terdakwa.
"Menuntut, agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan kurungan," kata Sukanda hari ini.
Resbob dituntut bersalah melanggar Pasal 243 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Jo Pasal 243 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
"Memerintahkan masa tahanan terdakwa dikurangi setelah menjalani hukuman dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan," ujar jaksa.
Dalam pertimbangannya, jaksa membeberkan hal yang meringankan dan memberatkan untuk perbuatan Resbob. Hal yang memberatkan yaitu perbuatan Resbob telah menimbulkan keresahan di kalangan Suku Sunda.
"Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa mengakui semua perbuatannya," ucap Jaksa.
Setelah pembacaan tuntutan, Majelis Hakim PN Bandung memberikan kesempatan terhadap Resbob untuk menyampaikan nota pembelaan atau pledoi. Pledoi itu pun akan dibacakan pada agenda persidangan Senin (20/4/2026) pekan depan.
Siswi di KBB Diduga Diculik Teman Lelakinya
Media sosial digegerkan dengan hilangnya seorang pelajar SMP asal Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diduga diculik.
Dugaan penculikan terhadap korban berinisial NZK itu berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan korban dijemput dua lelaki kemudian masuk ke dalam sebuah mobil jenis Toyota Agya berwarna putih dengan nomor polisi D 1544 UAT.
Kapolsek Sindangkerta AKP Sholehuddin mengatakan pihaknya sudah menerima laporan kehilangan korban sejak 8 April 2026. Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Pihak keluarga sudah membuat laporan di tanggal 8 April 2026, laporan sudah kami terima dan langsung kami tindaklanjuti," kata AKP Sholehuddin saat dikonfirmasi hari ini.
Berdasarkan rekaman CCTV yang viral di media sosial, sebelum masuk ke dalam mobil, NZK terlibat perbincangan dengan dua orang tersebut. Seorang pria yang sudah dewasa serta seorang lagi yang terlihat seumuran.
NZK serta remaja lelaki itu duduk di kursi bagian belakang. Sementara pria yang sudsh dewasa mengemudikan mobil tersebut. Belum diketahui pula siapa sosok dua pria tersebut.
"Jadi yang membawa korban ini dua orang, satu lelaki sudah dewasa dan satu lagi masih remaja. Entah apa pembicaraannya, kemudian mereka ini masuk bersama korban dan meninggalkan lokasi," kata Sholehuddin.
Polisi pun masih mendalami kronologis kejadian dugaan penculikan terhadap siswa SMP itu. Namun dari CCTV yang dikumpulkan, korban dengan kedua orang yang nampak muda dan dewasa itu terlibat pembicaraan hingga akhirnya naik mobil bersama-sama.
"Jadi anak itu didatangi oleh dua orang laki-laki, entah apa pembicaraannha. Kalau lihat di CCTV anak itu mau ikut aja ke mobilnya mereka," ucap Sholehuddin.
Sholehuddin meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kendaraan maupun dua lelaki yang ada pada CCTV itu untuk melapor ke kepolisian. Saat ini, pihaknya bersama Satreskrim Polres Cimahi masih terus melakukan penelusuran.
"Saat ini kita terus melakukan penyelidikan, memeriksa saksi dan keluarga. Namun jika masyarakat ada yang tahu informasi soal dua orang yang bersama korban, silakan melapor ke kepolisian," kata Sholehuddin.
Door! Pencuri Traktor di Ciamis Ditembak Polisi
Satreskrim Polres Ciamis bersama tim Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat dan Unit Reskrim Polsek Banjarsari mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan berupa mesin traktor milik petani. Dua pelaku berhasil diamankan masing-masing berinisial JS dan S.
Keduanya merupakan warga Bogor dan Cianjur. Mereka ditangkap pada 3 April 2026 di wilayah Kabupaten Bandung, setelah sebelumnya beraksi pada 3 Maret 2026.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi lintas satuan hingga tingkat Polda. "Dari hasil pengembangan, kedua pelaku ini melakukan pencurian di dua lokasi dalam satu hari di wilayah Banjarsari," ujar Carsono hari ini.
Saat proses pengembangan, salah satu pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi pun mengambil tindakan tegas terukur.
"Pada saat pengembangan, pelaku JS melakukan perlawanan, sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur sesuai prosedur," tegas Carsono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku menjalankan aksinya dengan cara berburu (hunting) target di area persawahan. Mereka mengincar mesin traktor yang ditinggalkan pemiliknya tanpa pengawasan.
"Modusnya hunting, mencari sawah yang ada traktornya dan tidak dijaga oleh pemilik. Itu yang menjadi sasaran," ungkapnya.
Polisi juga mengungkap, kedua pelaku diduga merupakan residivis yang telah beberapa kali melakukan aksi serupa di wilayah Jawa Barat, termasuk di Garut dan Cianjur.
"Dari hasil koordinasi dan pengembangan, pelaku ini juga pernah melakukan tindak pidana di wilayah lain. Saat ini masih kami dalami karena mereka merupakan residivis," katanya.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan peralatan sederhana seperti kunci ukuran 19, tali tambang, serta balok kayu atau bambu untuk mengangkat mesin traktor. Hasil curian kemudian diangkut menggunakan kendaraan.
"Untuk membawa hasil curian, pelaku menggunakan kendaraan. Mereka mengangkat mesin dengan alat bantu lalu dibawa pergi," jelas Carsono.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Polisi juga mengimbau para petani agar lebih waspada terhadap potensi pencurian, khususnya saat meninggalkan alat pertanian di sawah.
"Kami mengimbau kepada para petani agar selalu menjaga alat pertaniannya. Kalau memungkinkan, mesin traktor dibawa pulang agar tidak memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan," pungkasnya.
1 Nyawa Melayang dalam Insiden Mobil Tabrak Gerobak Nasgor di Garut
Sebuah kendaraan berjenis MPV melaju tak terkendali dan menghantam gerobak nasi goreng di Garut. Satu orang tewas dalam insiden nahas yang terjadi di Garut, Minggu, (12/4) malam tersebut.
Menurut Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono, kejadian kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Ciledug, Kecamatan Garut Kota, menjelang tengah malam, tepatnya sekitar jam 21.30 WIB.
Kejadian bermula saat kendaraan roda empat Nissan Grand Livina melaju kencang dari arah Jalan Ahmad Yani menuju persimpangan Sukadana.
"Saat melintasi jalan lurus, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan sangat tinggi hingga pengemudi kehilangan kendali," kata Luky hari ini.
Mobil yang dikendarai MS, pria berumur 57 tahun tersebut kemudian oleh dan menghantam dua unit sepeda motor dan sebuah gerobak nasi goreng yang ada di sisi kiri jalan dari arah mobil tersebut.
Akibat insiden ini, empat orang menjadi korban. Yakni Diana (55), Koswara (25) dan seorang bocah berumur 7 tahun yang mengalami luka, serta seorang pria bernama Cecep (58) yang dilaporkan meninggal dunia di TKP.
Tak berselang lama setelah kejadian tersebut, personel Sat Lantas Polres Garut langsung datang ke lokasi dan mengevakuasi para korban.
Di sisi lain, pengemudi Grand Livina berinisial MS (57) juga turut diamankan petugas ke Mako Polres Garut untuk diinterogasi.
"Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh faktor kelalaian pengemudi yang kurang berhati-hati dan melaju dengan kecepatan sangat tinggi," ucap Luky.
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mendalami lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan," kata Luky menambahkan.
Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka, kejadian ini juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir hingga mencapai Rp 30 juta.
Cuaca Ekstrem Landa Bandung Timur
Hujan disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Tak hanya di Gedebage, fenomena cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah lain. Di Arcamanik, warga dikejutkan dengan turunnya hujan es.
"Hujan es," kata Gita singkat melalui pesan.
Ia menyebut peristiwa itu terjadi di Jalan Golf Raya, dengan butiran es yang cukup besar jatuh dari langit. Kesaksian serupa datang dari Sugiyarto, warga Perumahan Permata Bumi, Cisaranten Kulon.
"Hujan es di Perumahan Permata Bumi, Cisaranten Kulon, Arcamanik. Durasinya cukup lama," ujarnya.
Fenomena ini rupanya tidak terjadi di satu titik saja. Di kawasan Rancasari, tepatnya di Riung Bandung, hujan es juga dilaporkan turun bahkan sebelum hujan deras disertai angin.
"Hujan es di Jalan Riung Bandung, es berjatuhan sebelum hujan angin. Esnya gede-gede," kata Esan.
Laporan serupa juga datang dari wilayah Margahayu Raya di Buahbatu serta daerah Cibiru.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, memang telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Ia menjelaskan, kondisi ini biasanya dipicu oleh pemanasan kuat sejak pagi hingga siang hari.
"Biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus)," kata Ayu, sapaan akrabnya.
Awan cumulonimbus dikenal sebagai "pabrik" cuaca ekstrem, membawa hujan lebat, angin kencang, petir, bahkan hujan es dalam waktu singkat.
Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain berlindung di tempat aman saat petir, masyarakat diminta menghindari pohon, tiang listrik, dan area terbuka yang berisiko saat angin kencang.
Tak hanya itu, daerah dengan kontur curam juga diminta waspada terhadap potensi longsor, sementara wilayah dataran rendah perlu mengantisipasi genangan hingga banjir.
"Diprakirakan satu hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi hujan (pada skala lokal) pada siang hingga malam hari di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya
(wip/sud)
