Kisah cinta bertepuk sebelah tangan berubah jadi aksi nekat. Seorang pria berinisial D (25) di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, melampiaskan kekecewaannya dengan merusak rumah perempuan yang ia cintai, bahkan sampai memutus kabel WiFi menggunakan golok.
Alih-alih mundur saat cintanya tak terbalas, D justru memilih jalan 'unik'. Perempuan berinisial Al (35) yang menjadi pujaan hatinya diketahui telah berkeluarga. Penolakan itu diduga menjadi pemicu utama aksi agresif pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (29/3) dini hari. Saat itu, D datang ke rumah korban sambil berteriak memanggil namanya. Namun, korban memilih tetap di dalam rumah karena merasa ketakutan.
"Ya kejadiannya di rumah korban," kata Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus kepada detikJabar, Rabu (1/4/2026).
Tak mendapat respons, emosi D memuncak. Ia melempari rumah korban dengan batu hingga mengenai kaca jendela kamar. Tak berhenti di situ, ia juga merusak fasilitas dengan cara memutus kabel WiFi menggunakan senjata tajam.
Aksi ini ternyata tidak hanya sekali. Pelaku kembali datang pada Selasa (31/3) malam, kali ini dengan emosi yang lebih tinggi dan membawa golok.
"Jadi dia dia kali datang. Teriak-teriak manggil korban. Korban gak keluar karena takut. Pelaku kemudian melempar rumah korban gunakan batu dan pakai golok kabel (WiFi) diputus," kata Agus.
Dari keterangan polisi, motif pelaku murni karena sakit hati. Ia tidak terima cintanya ditolak oleh korban yang memang sudah memiliki suami.
"Korban menolak cinta pelaku karena korban ini punya suami, sehingga mana mungkin mau menerima cinta dari pelaku yang memang sudah lama menyimpan rasa cinta terhadap korban," terang Agus.
Laporan dari korban langsung direspons cepat aparat kepolisian. Petugas bergerak setelah menerima aduan melalui layanan darurat.
"Awalnya ada masuk laporan di 110 kami Polres Tasikmalaya dan Polsek Bojong gambir respon cepat atasi persoalan ini. Pelaku diamankan," ujar Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana.
Ia menjelaskan, aksi kedua pelaku jauh lebih berbahaya karena disertai ancaman.
"Sebenarnya kejadiannya sudah dua kali, yang pertama pada hari minggu tanggal 29 maret sekitar pukul 00.10 dinihari, lalu dia datang lagi pada hari Selasa kemarin. Bawa golok dan teriak teriak," katanya.
Situasi yang semakin memanas membuat warga sekitar ikut turun tangan. Bersama polisi, mereka mengamankan pelaku sebelum terjadi hal yang lebih buruk.
"Petugas gerak cepat untuk hindari hal tidak diinginkan. Kami amankan pelaku untuk dimintai keterangan," katanya.
Kini D harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polisi. Di hadapan petugas, pria yang dikenal sebagai preman kampung itu hanya bisa menyesali tindakannya.
"Menyesal saya pak," kata D singkat.
(bba/orb)
