Tak Terima Kepergok Mokel, Preman Kampung Ancam Bunuh Kapolsek di Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 14 Mar 2026 11:41 WIB
Polisi berkelahi dengan preman kampung di Garut (Foto: Istimewa).
Garut -

Aksi seorang Kapolsek yang berkelahi dengan preman kampung di Kabupaten Garut viral di media sosial. Belakangan diketahui, kejadian dipicu lantaran pria tersebut tak terima ditegur saat makan di siang hari (mokel) pada bulan Ramadan, dan mengancam akan membunuh Kapolsek serta Camat.

Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (13/3/2024) sore di Kecamatan Pakenjeng, Garut. Adapun personel Polri yang terlibat perkelahian tersebut adalah Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat. Sedangkan pria yang melawannya diketahui bernama Tio alias Tito Kobra.

Perkelahian antara Tito Kobra dengan Kapolsek ini terekam dalam video amatir berdurasi lebih dari 4 menit yang beredar di media sosial. Seperti dilihat detikJabar, dalam video tersebut keduanya bertarung sengit.

"Kamu pikir saya takut sama kamu?," teriak Kapolsek kepada Tito Kobra dalam video tersebut.

Kronologi Kejadian

Saat dihubungi detikJabar, Sabtu (14/3/2024) pagi, Muslih membeberkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula sekitar 10 hari lalu. Kala itu, dirinya yang sedang dalam perjalanan pulang dari kegiatan Safari Ramadan melakukan patroli di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pakenjeng.

"Saat berada di PLTM, saya merasa aneh. Ada banyak motor, tapi orangnya tidak ada. Kemudian saya telusuri, ternyata orang-orangnya ada di bawah sedang minim-minum," kata Muslih.

Muslih menuturkan, saat itu ia mendata sekitar 8 pemuda, termasuk Tito Kobra yang ada di lokasi. Kepada para pemuda yang kedapatan tidak berpuasa tersebut, Muslih memberikan hukuman push-up.

"Karena kan kami juga memiliki dasar Maklumat Bupati Garut tentang imbauan di bulan Ramadan," katanya.

Kejadian sore itu berlalu tanpa masalah berarti. Namun, pada Jumat 13 Maret kemarin, tanpa disangka Tito Kobra menghampiri Muslih yang saat itu hendak berbagi takjil dengan komunitas pemuda di Pakenjeng.

Tito langsung berbicara kepada Muslih. Dia mengaku tersinggung oleh perilaku Muslih yang merazia Tito dan anak buahnya saat sedang makan di siang hari tempo hari. Muslih kemudian menjelaskan tugas dan fungsinya sebagai polisi, tetapi Tito tidak terima.

"Saat itu yang bersangkutan ngedumel karena merasa dicemarkan nama baiknya. Berbicara kasar dan memaki saya. Saya diamkan saja," ungkap Muslih.

Simak Video "Berendam di Kolam Air Panas untuk Rileksasi Setelah Aktivitas di Garut "


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork