Kematian NS (12), bocah asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menyisakan tanda tanya besar, terutama terkait kondisi fisik dan penyebab pasti kepergiannya.
Tim medis RSUD Jampangkulon mengungkapkan fakta bahwa saat pertama kali tiba di rumah sakit, ancaman terbesar bagi nyawa korban bukanlah luka-luka di tubuhnya, melainkan gangguan pernapasan yang sangat berat.
Dokter spesialis anak RSUD Jampangkulon, Sulaiman Arigayota, membeberkan prosedur awal saat NS dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Ya, jadi pasien itu datang memang dibawa oleh keluarganya ke IGD. Saat pertama sekali di IGD, kita itu ada prinsipnya penilaian secara triase (sistem seleksi pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan). Jadi dinilai oleh dokter triase untuk menilai tingkat kegawatdaruratannya," kata Sulaiman kepada awak media, Minggu (22/6/2024) malam.
"Setelah dari dokter triase, kemudian dialihkan ke dokter IGD. Dari dokter IGD melakukan pemeriksaan anamnesa (wawancara medis), pemeriksaan fisik, dan tanda-tanda vital pasien," ujar Sulaiman menambahkan.
Keluhan Keluarga dan Temuan Beragam Luka
Berdasarkan keterangan keluarga dan pemeriksaan fisik, tim medis mendapati adanya sejumlah luka yang tersebar di tubuh korban.
"Keluhan yang kami dapatkan dari keluarga itu adalah terdapatnya beberapa luka di bagian tubuh pasien. Kemudian dari pertanyaan yang kami ajukan atau anamnesa yang kami lakukan terhadap pasien, ibu, dan bapak pasien saat itu, memang mengeluh adanya luka di beberapa tempat. Mulai dari wajah, ada di leher, di badan, di tangan, dan di kaki," katanya.
Sulaiman mengonfirmasi temuan luka tersebut, yang ternyata memiliki bentuk dan karakteristik beragam.
"Kemudian kami melakukan pemeriksaan dan benar kami menemukan ada beberapa luka. Dan lukanya ini ada beberapa bentuk, mulai dari yang luka lecet, luka lebam, ada luka yang sudah sedikit mengering. Kemudian ada luka yang terkesan melepuh seperti luka bakar. Tapi ini tidak bisa saya simpulkan bahwa ini benar sebagai luka bakar atau karena suatu proses perjalanan penyakit secara medis yang dialami oleh pasien sebelumnya," ucap Sulaiman.
Dari segi usia luka, Sulaiman juga mencatat adanya variasi waktu kejadian.
"Ya, karena lukanya seperti yang saya sampaikan tadi itu ada beberapa tipe dan ada beberapa bentuk luka. Terkesan ada yang sedikit sudah lama dan ada yang terkesan baru seperti itu. Tapi ya tidak bisa disimpulkan secara rinci ini apakah benar suatu luka akibat benda tumpul, ataukah ini luka bakar, atau memang ini adalah suatu proses penyakit yang dapat menyebabkan kondisi luka seperti ini," tuturnya.
Ia pun merinci lebih detail mengenai sebaran luka tersebut di tubuh NS.
"Kalau luka bakar yang terkesan yang seperti luka bakar ada sekitar 4 titik kemudian ada luka yang sudah terkesan mengering seperti terbentuk keropeng ada 3 titik seperti itu kemudian ada luka lebam jumlahnya sedikit lebih banyak," ungkapnya.
Terkait video viral yang memperlihatkan hidung korban seolah mengeluarkan darah segar, Sulaiman memberikan klarifikasi medis.
"Bukan luka yang berdarah ya, tetapi kalau yang di hidung itu terkesan luka yang sudah mengering. Ada terkesan luka yang sudah ada keropengnya seperti itu atau krusta (cairan tubuh yang mengering) bahasanya," jelasnya.
Simak Video "Menikmati Kesegaran Kelapa Pasca Berenang di Sukabumi"
(sya/mso)