Senyum Lebar Emes Saat Motor Penopang Hidupnya Kembali Pulang

Senyum Lebar Emes Saat Motor Penopang Hidupnya Kembali Pulang

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 18 Feb 2026 12:54 WIB
Senangnya lansia Sumedang saat motor kesayangan kembali
Senangnya lansia Sumedang saat motor kesayangan kembali (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Senyum itu merekah perlahan, lalu pecah jadi tawa kecil yang tak bisa disembunyikan. Di tengah keramaian Mapolda Jawa Barat, di antara deretan kendaraan sitaan dan hiruk-pikuk kegiatan pemusnahan barang bukti, wajah Emes tampak paling bercahaya hari itu.

Lansia 60 tahun asal Tomo, Sumedang, tersebut akhirnya kembali bertemu dengan motor Yamaha Mio merah kesayangannya, kendaraan sederhana yang bagi sebagian orang mungkin biasa saja, tetapi bagi Emes adalah penopang hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen haru itu bahkan sempat diwarnai gurauan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghampiri Emes, menyalaminya, lalu melontarkan pertanyaan ringan yang langsung disambut senyum lebar.

"Motor na keur naon?" kata Dedi di Mapolda Jabar dalam egiatan pemusnahan barang bukti narkotika, knalpot brong, dan penyerahan motor hasil curanmor, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

"Buat ngarit pak," ucap Emes.

"Oh keur ngarit. Sok mayar pajak tara?" tanya Dedi kembali kepada Emes.

"Suka pak," tambah Emes.

Jawaban singkat itu lahir dari keseharian panjang yang tidak mudah. Motor itu bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah teman bekerja, saksi rutinitas, sekaligus penolong di saat genting.

Emes bercerita, motornya hilang pada 27 Januari 2026. Sejak hari itu, hidupnya terasa lebih berat.

"Alhamdullilah lega, terimakasih seluruh jajaran kepolisian di Jawa Barat," kata Emes.

Ia masih ingat betul pagi saat motornya lenyap. "Motor di parkir di halaman rumah, jam 9 pagi, saya lagi di dalam rumah," ungkapnya.

Tak ada yang mencurigakan. Tak ada firasat buruk. Namun ketika ia keluar rumah, motornya sudah tak ada.
Kehilangan itu bukan hanya soal benda, melainkan juga tentang tanggung jawab yang ikut terseret.

"Motor buat ngarit dan nganter ke rumah sakit istri, istri sakit, antar ke Kadipaten, sakitnya sudah 3 tahun," tambah Emes.

Selama ini, motor itulah yang membawanya menyabit rumput untuk pakan ternak. Motor itu pula yang setia mengantar istrinya berobat-perjalanan yang harus ditempuh berulang kali karena sakit yang telah diderita selama tiga tahun.
Saat motor itu hilang, rutinitas berubah drastis.

"Pakai ojek, kalau ngarit jalan kaki aja. Pas motor ilang, memberatkan sekali," ujar Emes.

Langkahnya menjadi lebih jauh, waktunya lebih panjang, biayanya lebih besar. Namun ia tetap menjalaninya.
Hingga akhirnya, hari itu tiba.

Motor yang sempat hilang kini berdiri lagi di hadapannya. Masih merah, masih sama, masih miliknya.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan. "Motor bisa langsung diambil tanpa dipungut biaya," ujar Rudi.

Bagi kepolisian, pengembalian kendaraan curian bukan sekadar seremonial. Ada harapan yang ingin dikembalikan bersama barang bukti itu.

"Kembalikan senyum ayah bisa bekerja. Serorang ibu yang bisa berdagang dan mengantar anak ke sekolahnya demi masa depan. Ini wujud negara hadir. Wujud Polda Jabar hadir untuk mayarakat, kita jaga Jabar bersama," sebut Rudi.

Di halaman belakang Mapolda Jabar, ratusan kendaraan hasil pengungkapan kasus curanmor dipamerkan, sekitar 600 sepeda motor dan mobil. Dari jumlah itu, sekitar 60 warga menerima kembali kendaraan mereka yang sempat hilang.
Bukan hanya motor yang dikembalikan, tetapi juga sedikit kelegaan. Bahkan, sembako turut diberikan kepada para pemilik kendaraan.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads