Round Up

Putus Pertemanan Berujung Maut di Kampung Gajah

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 16 Feb 2026 08:00 WIB
Kampung Gajah (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Kasus tewasnya ZAAQ (13), siswa kelas VII SMPN 26 Bandung, akhirnya menemui titik terang. Polisi menangkap dua remaja yang diduga kuat menghabisi nyawa korban dan membuang jasadnya di semak belukar area terbengkalai eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (13/2) malam. Beberapa hari berselang, aparat bergerak cepat memburu pelaku. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan penangkapan tersebut.

"Sudah ditangkap 2 orang tersangka," tutur Hendra saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Ditangkap di Garut, Tersangka di Bawah Umur

Dua tersangka berinisial YA (16) dan AP (17) diringkus Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (14/2/2026) malam. Keduanya sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut.

"Terkait penemuan mayat di eks Kampung Gajah, kami amankan pelakunya. Ada dua orang yang juga masih di bawah umur. Kami amankan di Garut," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra.

Status keduanya masih remaja. YA tercatat sebagai pelajar SMK di Garut, sementara AP sudah putus sekolah dan bekerja sebagai tukang dekorasi pernikahan. "Kedua tersangka ini masih di bawah umur, untuk YA bersekolah sementara AP bekerja sebagai tukang dekor nikahan," kata Niko.

olisi menunjukkan barang bukti yang dipakai pelajar garut habisi nyawa siswa SMP di Bandung Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Sakit Hati dan Niat yang Sudah Direncanakan

Dari hasil pemeriksaan awal, pembunuhan terjadi pada Senin (9/2/2026) sore. Fakta yang terungkap, motif pembunuhan bermula dari rasa sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan dengan pelaju.

"Tersangka ini mengaku sakit hati terhadap korban, dimana korban memberikan pernyataan sikap yaitu memutus hubungan pertemanan mereka," kata Niko.

YA dan korban diketahui telah saling mengenal selama tiga tahun karena korban sempat bersekolah di Garut sebelum pindah ke Bandung. Hubungan mereka bahkan disebut seperti kakak dan adik.

"Dulu di garut, mereka sempat berselisih lalu korban pindah ke Bandung. Tapi meskipun di Bandung, mereka (korban dan pelaku) rutin bertemu. Tapi pelaku tidak terima karena hubungan pertemanan mereka diputus begitu saja oleh korban. Jadi hubungannya kakak adik lah ya," kata Niko.

Rasa kecewa itu berubah menjadi niat jahat. YA disebut sudah bertekad menghabisi korban saat memutuskan berangkat ke Bandung.

"Dalam keadaan sakit itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin," kata Niko.



Simak Video "Video Pembunuh Pria di Sumedang Dibekuk, Sempat Nyamar Jadi Sopir Angkot"


(bba/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork