Gegara Hal Sepele, Pacar Ibu Aniaya Bayi di Hotel Karawang

Gegara Hal Sepele, Pacar Ibu Aniaya Bayi di Hotel Karawang

Irvan Maulana - detikJabar
Sabtu, 14 Feb 2026 15:03 WIB
Baby girl looking out the window
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Getty Images/iStockphoto/tolgart)
Karawang -

Sunyi dini hari di sebuah hotel di Karawang Barat mendadak pecah oleh nestapa, seorang balita diduga jadi korban kekejian hanya karena menangis ditinggal sang ibu.

Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, sebuah kamar yang seharusnya menjadi tempat istirahat justru berubah menjadi saksi bisu tindakan keji terhadap seorang balita yang baru menginjak usia 2,5 tahun.

Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menuturkan, saat itu, sang ibu tengah menginap bersama pacarnya IP (30), ia membawa buah hatinya ke salah satu hotel di Karawang Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sang ibu diketahui menginap di hotel tersebut membawa anaknya yang berusia 2,5 tahun, ia menginap bersama pria berinisial IP (30) yang diketahui pacar sang ibu," kata Wildan, dalam keterangan resmi yang diterima detikJabar, Sabtu (14/2/2026).

Tragedi ini, bermula saat sang ibu pergi keluar hotel selama 30 menit untuk mencari makanan di luar. Namun, kepulangannya disambut pemandangan yang menghancurkan hati.

ADVERTISEMENT

"Setelah pulang membeli makan, ibunya mendapati buah hatinya tak lagi terlelap tenang, melainkan dalam kondisi luka berat yang memilukan di tubuh dan wajahnya," kata dia.

Alasan di balik kekerasan itu tergolong sepele namun fatal, pelaku gelap mata hanya karena tak sanggup mendengar tangisan korban, alias anak dari pacarnya tersebut.

"Korban mengalami luka serius berdasarkan hasil visum, saat ini korban tengah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan. Pemicunya hak sepele, korban saat itu menangis ditinggal ibunya, tapi pelaku tak mau mendengar kebisingan sehingga menganiaya korban di dalam kamar," ungkapnya.

Polres Karawang melalui Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Karawang langsung meringkus IP (30), pria yang diduga kuat sebagai dalang di balik luka-luka yang diderita korban.

"Setelah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti, penyidik menetapkan IP sebagai tersangka. Pelaku kini telah mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Wildan.

Pihak kepolisian juga memastikan pemulihan korban tidak akan berjalan sendiri, namun juga disertai pendampingan psikologis dan perlindungan penuh telah disiapkan pihak kepolisian.

Atas perbuatannya, IP terancam kurungan lima tahun penjara sesuai Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026.

"IP terancam hukuman penjara selama 5 tahun, seusia pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads