Polda Jawa Barat telah menangani 38.520 perkara tindak pidana sepanjang 2025. Angka tersebut naik 2 persen atau sebanyak 883 perkara dari 37.637 perkara pada tahun sebelumnya.
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan kenaikan perkara itu masih dalam batas wajar. Dari catatan tersebut, 21.471 perkara telah diselesaikan pada 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan ini lebih banyak disumbang oleh kejahatan konvensional," kata Irjen Rudi saat memimpin rilis akhir tahun di Mapolda Jabar, Senin (29/12/2025) malam.
Puluhan ribu perkara tindak pidana itu berasal dari 21.046 kasus pidana umum dan 406 kasus tindak pidana khsusus. Selanjutnya, 3.482 kasus narkoba hingga 156 kasus tindak pidana kejahatan siber.
"Mengenai narkoba, bukan berarti peredarannya ini kami biarkan, justru kami perkuat. Lalu soal siber, kami pastikan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi," ujarnya.
Sepanjang 2025, Polda Jabar juga mencatat angka kecelakaan lalu lintas turun signifikan. Capaian ini kata Irjen Rudi menjadi salah satu sorotan Polda Jabar dalam evaluasi akhir tahun.
Data Polda Jabar mencatat korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 sebanyak 2.184 orang. Pada 2024, angka tersebut mencapai 3.409 orang.
"Korban meninggal dunia akibat laka lantas turun 36 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Rudi. Menurutnya, capaian ini patut dijaga dan ditingkatkan.
Meski fatalitas menurun, jumlah kejadian kecelakaan justru naik tipis. Sepanjang 2025 tercatat 9.016 kejadian kecelakaan lalu lintas. "Yang terpenting adalah bagaimana kita menekan fatalitas," katanya.
Secara keseluruuan, kejahatan transnasional kata Irjen Rudi justru mengalami penurunan signifikan. Sepanjang 2025, Polda Jabar hanya mencatat 12 perkara kejahatan transnasional, jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Irjen Rudi menyebut penurunan itu menunjukkan efektivitas pencegahan dan penindakan lintas sektor. Ia menilai penguatan intelijen dan pengawasan wilayah berperan penting.
Selain itu, kejahatan yang berimplikasi kontinjensi juga mengalami penurunan tajam. Kondisi tersebut menandakan stabilitas sosial di Jawa Barat relatif terjaga.
Kapolda menegaskan keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. "Keamanan adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.
(ral/sud)










































